Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
141


__ADS_3

sejak pertemuan caca dengan eko beberapa waktu lalu di rumah caca, membuat eko menjadi berubah,


sikap eko yang awalnya cuek kini menjadi perhatian dengan caca, eko pun selalu menyempatkan bertemu dengan caca maupun di kampus atau datang ke rumah caca, walau waktu mereka berdua tidak banyak karena kesibukan mereka masing-masing,


namun sampai saat ini eko belum mengetahui tentang danu, karena danu yang belum mau muncul di hadapan eko,


namun danu sudah melihat perubahan eko, semenjak eko datang ke rumah beberapa hari lalu,


danu senang melihat eko yang berubah dan menepati ucapannya yang lebih memperjuangkan adiknya padahal danu tau eko yang sedang sibuk dengan skripsi nya,


pagi ini eko sudah datang ke rumah caca, untuk menjemput caca dan berangkat kuliah bersama,


eko sudah berkumpul dengan ratna dan bagas di ruang makan sarapan bersama,


sedangkan caca masih berada di kamarnya, sedang bersiap-siap untuk ke kampus,


eko ayo sarapan, sambil menunggu caca selesai... ucap ratna,


makasih bu... ucap eko


iya jangan sungkan ya... ucap bagas


iya yah... ucap eko


eko pun sarapan bersama bagas dan ratna tanpa caca,


tak lama kemudian caca pun muncul di meja makan,


pagi... ucap caca


sayang, lama sekali, kasihan eko lama nunggu kamu dandan... ucap ratna


apa sih ibu ini, siapa yang dandan... ucap caca gerutu yang sudah bergabung,


bagas dan ratna tertawa, eko pun ikut tersenyum mendengar ucapan ratna


sudah sudah jangan marah ayo sarapan lalu berangkat, kasian eko... ucap bagas


ibu tuh yah... ucap caca manja


kamu masih manja seperti itu, memangnya tidak malu... ucap ratna


tidak... ucap caca


tidak apa bu, saya suka dengan caca yang manja... ucap eko


kamu itu jangan suka manjain caca, kebiasaan... ucap ratna


tidak apa bu, saya senang melakukannya... ucap eko


iya, boleh saja tapi jangan keseringan... ucap ratna


baik bu... ucap eko


denger caca... ucap ratna


iya bu... ucap caca menunduk sambil memakan sarapan nya,


eko hanya tersenyum melihat caca


lalu mereka pun melanjutkan memakan sarapan ya yang belum habis,


beberapa menit kemudian,


eko telah selesai sarapan begitu pun dengan caca,


ayah ibu, caca sama kak eko berangkat kuliah dulu ya... ucap caca


sudah selesai sarapannya ucap ratna


sudah bu... ucap eko


kalian hati-hati ya di jalan... ucap ratna


iya bu... ucap eko


eko, ayah nitip caca ya... ucap bagas


ih ayah nih emang caca barang apa? ucap caca kesal


ratna tertawa


kamu ini ada-ada aja... ucap caca


iya yah eko akan jaga caca... ucap eko


ya sudah sama berangkat nanti telat lagi... ucap ratna


kalau gitu eko sama caca pergi dulu ayah ibu... ucap eko


iya nak... ucap ratna


eko dan caca pun meninggalkan ruang makan dan berangkat ke kampus,


setelah kepergian caca dan eko,


tinggallah bagas dan ratna di meja makan,


namun tiba-tiba muncullah danu,


pagi ayah ibu... ucap danu


kenapa kamu baru keluar danu... ucap ratna


enggak apa bu... ucap danu yang sudah mengambil sarapan dan memakannya,


kamu masih belum mau menampakkan muka kamu ke eko... ucap bagas


apa sih yang kamu ragukan dari eko? bukannya kamu sudah liat eko sekarang? ucap ratna


liat, cuma danu belum yakin... ucap danu


mau sampai kapan? ucap ratna


nanti kalau waktunya sudah tetap bu... ucap danu


danu, ayah tau kamu menghawatirkan caca, apa lagi dengan kondisi caca dan eko belum mengetahui itu, namun apa kamu tidak bisa mempercayai eko sedikit saja... ucap bagas


danu takut eko akan meninggalkan caca di saat eko tau bahwa caca bukan anak seperti yang lainnya, yang bisa bebas melakukan apa saja, danu hanya menjaga itu, danu enggak mau caca sedih, kecewa lagi yah, jika itu terjadi entah apa yang akan terjadi dengan caca... ucap danu


ayah dan ibu faham dengan ketakutan kamu, sekarang kita liat saja perkembangannya... ucap bagas


iya yah... ucap danu


ya sudah ayah dan ibu berangkat dulu ke kantor, kamu jaga rumah dengan baik... ucap ratna


iya bu... ucap danu


ratna dan bagas pun berdiri dari duduknya,


bagas langsung melangkah ke depan rumah menuju mobilnya, sedangkan ratna melangkah ke dapur untuk menemui bibi jum,

__ADS_1


tinggallah danu seorang diri yang sedang sarapan,


ratna yang sudah sampai di dapur langsung memanggil bibi jum,


bibi... ucap ratna memanggil


iya nyonya... ucap bibi jum


bibi saya berangkat dulu, jangan lupa masak makan siang untuk danu, dia ada di rumah... ucap ratna


baik nyonya... ucap bibi jum


ratna pun meninggalkan dapur melangkah menuju mobilnya dengan diikuti bibi jum,


ratna yang baru saja sampai di depan rumah langsung menghampiri bagas,


ibu ayah berangkat ya... ucap bagas


iya yah, ibu juga mau pergi... ucap ratna


hati-hati bu bawa mobilnya... ucap bagas


iya yah, ayah juga hati-hati ya... ucap ratna


bagas pun masuk ke dalam mobilnya, begitu pun dengan ratna,


bibi jum sudah membuka pintu pagar,


mobil bagas dan ratna pun meninggalkan rumah,


setelah kepergian majikannya,


bibi jum kembali menutup pintu dan menguncinya dan kembali ke dalam rumah,


danu yang telah selesai sarapan kembali masuk ke dalam kamarnya, kini danu sudah duduk di depan laptopnya sedang mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai,


bibi jum yang sudah masuk ke dalam rumah, langsung menuju ruang makan untuk merapihkan meja dan mencuci piring kotor yang tadi di gunakan untuk sarapan, serta mengerjakan pekerjaan lainnya,


caca dan eko sudah dalam perjalanan menuju kampus,


hening suasana di dalam mobil,


caca fokus melihat ke samping jendela,


eko fokus pada jalan, namun tiba-tiba eko berkata,


sayang nanti kita jalan ya... ucap eko


hah, memangnya kakak enggak sibuk? ucap caca yang sudah mengalihkan pandangannya pada eko


tidak, sekarang kakak hanya ada kelas seminggu tiga kali dan ketemu dosen bimbingan untuk melapor soal skripsi... ucap eko


jadi kakak jarang ke kampus dong... ucap caca


tidak sayang, kakak akan tetap jemput kamu ke kampus... ucap eko


apa enggak ganggu waktu kakak kalau kaya gitu, caca sih mau aja kalau memang tidak mengganggu kuliah kakak... ucap caca


tidak kok sayang tenang saja... ucap eko


baiklah... ucap caca


eko pun tersenyum karena caca mau di ajak pergi dengannya,


eko pun kembali fokus mengemudikan mobilnya hingga tak lama kemudian, mereka pun tiba di kampus, eko langsung memarkirkan mobilnya,


caca dan eko pun turun dari mobil,


ayo sayang kita masuk... ucap eko


caca pun mengangguk, mereka pun masuk ke dalam gedung kampus,


eko pun mengantarkan caca ke gedung fakultas ekonomi sebelum eko menuju gedung fakultas informatika,


kini caca lebih cuek dari yang biasanya soal gosip yang membicarakan dirinya berselingkuh,


eko pun memastikan caca baik-baik saja maka dari itu eko selalu mendampinginya,


saat perjalanan menuju kelas caca, eko pun berkata,


sayang, nanti aku tunggu di kantin ya? ucap eko


kakak enggak ada kelas... ucap caca


ada, cuma satu aja habis itu mau bimbingan ketemu dosen... ucap eko


iya kak... ucap caca


sampainya di fakultas ekonomi,


kakak, caca ke kelas dulu ya... ucap caca


iya sayang, jangan sedih ya? jangan mikirin apa kata orang-orang, kakak percaya kamu enggak seperti itu, kakak akan selalu ada buat kamu jagain kamu... ucap eko


iya kak... ucap caca


ya sudah sana masuk... ucap eko menyuruh caca masuk ke kelasnya


bay kak... ucap caca tersenyum


bay.. ucap eko tersenyum


caca pun masuk ke ruang kelasnya, eko terus melihat caca yang masuk ke dalam ruang kelasnya untuk memastikan caca baik-baik saja,


setelah itu barulah eko pergi menuju gedung fakultas informatika,


entah mengapa caca begitu senang hari ini, apa lagi perlakuan eko padanya, membuat caca begitu riang saat memasuki ruang kelas,


saat caca memasuki kelas,


namun ternyata teman-temannya belum tiba hanya ada mahasiswa lain yang berada di ruangan,


caca pun duduk seorang diri sambil menunggu teman-temannya dan juga dosen masuk ke dalam ruangan, sambil membaca novel dan mengeluarkan headphone untuk mendengarkan musik,


tak lama teman-temannya pun telah tiba,


mereka melihat caca yang sedang asik dengan novelnya dan mendengarkan musik, tanpa caca tau dengan kedatangan teman-temannya,


eh lihat tuh... ucap dika


selalu seperti itu... ucap rita


begitu lah kalau dia sedang sendiri... ucap andre


eh, tapi kenapa dia datang cepat sekali... ucap zaza


iya, lagi pula tadi aku enggak melihat mobil kak danu di depan... ucap dika


mungkin dia datang dengan kak eko... ucap rita


mungkin, ayo kita ke sana... ucap andre

__ADS_1


ayo... ucap dika, zaza dan rita


mereka pun menghampiri caca yang sedang asik seorang diri dan mengagetkan nya,


caca... ucap rita dan zaza yang mengagetkan caca


caca yang terkejut langsung menghentikan membaca novel dan melepas headphone nya,


kalian, bikin kaget saja... ucap caca


kamu habis serius banget sampai-sampai kita datang kamu enggak tau... ucap rita


iya... ucap dika


sorry deh... habis tadi kalian belum datang jadinya aku baca aja... ucap caca


oh ya kamu ke kampus sama siapa? ucap dika


iya, tadi aku enggak liat mobil kak danu... ucap rita


aku tadi bareng kak eko... ucap caca


apa... ucap rita, dika dan zaza


kenapa kalian kaget, ya wajar lah dia ke kampus sama calon suaminya... ucap andre


serius kamu ca... ucap rita


iya, hubungan aku sama kak eko sudah lebih baik dia sudah berubah... ucap caca


syukurlah, aku senang mendengarnya... ucap andre


semoga hubungan kalian baik-baik aja... ucap rita


jadi kak eko sudah tau soal kak danu... ucap rita


belum... ucap caca


loh kok bisa... ucap dika


iya, setiap kak eko ke rumah kak danu diem di kamarnya... ucap caca


kenapa kak danu enggak mau nemuin kak eko... ucap rita


kak danu belum percaya dengan kak eko sepenuhnya... ucap caca


kok bisa... ucap dika


kak danu cuma takut kak eko nyakitin aku... ucap caca


ooo begitu... ucap dika


mungkin kak danu cuma belum mau melepas kamu, karena biasnya kak danu yang melindungi kamu... ucap andre


mungkin... ucap caca


ya semoga aja deh hubungan kalian baik-baik aja dan kak danu bisa percaya dengan kak eko... ucap andre


semoga saja... ucap caca


setelah mengobrol tentang caca mereka pun bercanda dan tertawa sambil menunggu dosen masuk ke ruangan,


eko yang sudah ada di kelasnya sedang bersama teman-temannya mengobrol sambil menunggu dosen masuk ke ruang kelas,


eko tadi aku liat kamu datang bareng anak ekonomi itu... ucap temannya


iya, kenapa? ucap eko


kamu masih sama dia ya? denger-denger gosipnya dia udah punya pacar anak luar kampus ini, kamu emangnya enggak tau... ucap temannya


soal itu, aku enggak percaya paling hanya gosip... ucap eko


jelas-jelas sebelum kenal kamu itu cowok suka datang ke kampus, malah cowok itu tuh jadi idola anak-anak sini, aku pernak liat sih cowoknya cakep banget pakai mobil sport lagi... ucap temannya


aku tetap percaya dengan dia, enggak mungkin dia punya yang lain, aku juga sudah ketemu orang tuanya,


rencananya selesai skripsi ini aku mau melamarnya... ucap eko


gila lo, enggak takut kecewa... ucap temannya


aku yakin aku percaya dia enggak gitu... ucap eko terserah lo deh, semoga aja memang cuma gosip... ucap temannya,


eko pun tersenyum,


mendengar pembicaraan temannya tadi soal laki-laki yang di maksud, eko memang penasaran, cuma dirinya enggak mau seperti anak kecil yang cemburu enggak jelas, lagi pula selama ini caca tidak pernah keliatan macem-macem seperti yang di gosip kan malah eko ingin menunjukkan kalau dirinya pantas untuk caca,


tak lama dosen pun masuk ke ruang kelas,


eko dan mahasiswa lainnya sudah dengan tenang memperhatikan dosen,


pagi anak-anak.... ucap dosen


pagi pak... ucap semua mahasiswa


baik kita mulai saja pelajaran kita hari ini, bapak tidak akan banyak memberi kalian materi karena ini sudah detik-detik terakhir kalian berada di kampus, kalau gitu kita mulai saja supaya tidak membuang waktu lagi... ucap dosen


dosen pun mulai menjelaskan materi di depan kelas semua mahasiswa sudah fokus dengan penjelasan dosen, termasuk eko yang juga telah serius memperhatikan dosen di depan yang menjelaskan


caca dan teman-temannya yang berada di ruang kelasnya sedang fokus dengan dosen yang sedang menjelaskan di depan kelas begitu pun dengan mahasiswa yang lainnya juga sudah fokus pada dosen yang sedang menjelaskan di depan kelas,


danu yang berada di rumahnya bersama bibi jum, masih berada di depan laptop namun kini ia sudah berpindah ke ruang tv, karena merasa jenuh kamarnya,


padahal biasanya danu sibuk dengan caca, kini caca sering menghabiskan waktu dengan eko,


sebenarnya danu buka tidak suka dengan eko dan bukannya danu tidak setuju dengan hubungan eko dan caca, namun entah mengapa danu masih ragu dengan eko,


bibi jum yang sudah selesai dengan pekerjaannya pun menghampiri danu,


permisi den, mau saya buatkan sesuatu... ucap bibi jum yang melihat danu sedari tadi hanya sibuk depan laptop nya,


boleh bibi, buatkan saja jus ya sama bawain cemilan... ucap danu


baik den, saya buatkan... ucap bibi jum langsung menuju dapur,


pikiran danu tidak bisa fokus,


danu merasa lelah dan jenuh saat ini, danu pun menghentikan pekerjannya dan menyandarkan badannya di sofa yang ia duduki,


tak lama kemudian, bibi jum telah kembali menghampiri danu dengan membawa pesanan danu,


permisi den ini makanan yang aden pesan... ucap bibi jum meletakkan makanan itu di meja,


makasih bibi... ucap danu


sama-sama den... ucap bibi jum lalu kembali ke belakang meninggalkan danu seorang diri,


setelah bibi jum pergi,


danu langsung mengambil gelas jus yang berada di meja dan meminumnya dan setelah selesai minum bagas pun meletakkan kembali gelasnya di atas meja, lalu memakan sedikit cemilan,


setelah itu, danu pun membaringkan badannya di atas kursi untuk menghilangkan lelah dan tanpa sadar danu pun terlelap di sofa,

__ADS_1


__ADS_2