
pagi menyapa dengan cuaca yang bersahabat, matahari mulai bersinar, memancarkan cahaya dengan indah,
danu yang masih terlelap di samping caca dengan posisi yang masih sama...
danu terlelap dengan raut wajah yang terlihat lelah,
caca masih dengan muka yang begitu damai berbaring dengan tenang di atas ranjang rumah sakit...
Ratna dan bagas yang berada di rumah sudah terbangun dari tidurnya, Ratna sedang berada di dapur untuk membuat sarapan dan makanan sebelum berangkat ke rumah sakit....
tak lupa pula ratna membuatkan sarapan dan makanan untuk danu,
bagas yang masih berada di kamar baru saja siap mandi dan memakai baju,
setelah semuanya telah siap danu langsung menuju meja makan untuk sarapan....
Ratna yang menyadari kedatangan bagas langsung berkata
ayo, yah kita sarapan dulu, ibu sudah siap membantu sarapan.... ucap ratna
iya bu.... ucap bagas
bagas pun langsung duduk di meja makan dan mulai menyeruput secangkir kopi yang ratna buat...
itu ibu buat apa? tanya bagas
ini ibu masak untuk makan siang nanti... jadi danu enggak usah repot-repot keluar untuk membeli... ucap ratna
bagas hanya mengangguk
ratna dan bagas pun melanjutkan kembali sarapannya....
sedangkan danu yang masih tertidur di samping caca, belum juga terbangun....
Tiba-tiba danu merasakan sebuah pergerakan yang membuat danu terbangun dari tidurnya....
danu langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah caca,
caca kamu sudah siuman sayang.... ucap danu dengan mata yang masih terpejam
namun saat di lihat caca masih dengan posisi diam dan memejamkan matanya... danu merasa bingung dan aneh, danu pun terdiam.... apa ini mimpi atau memang nyata... karena danu merasa ada yang menyentuh kepala walau dengan sentuhan yang begitu lembut...
danu masih dengan memandang caca...
karena penasaran, danu pun berbicara kepada caca
sayang.... apa kamu yang membangunkan kakak barusan... tanya danu menatap caca dengan tajam
jawab kakak ca, kalau itu nyata bukan mimpi... ucap danu yang menggenggam tangan caca karena danu berharap itu bukan mimpi sambil mencium punggung tangan caca dengan mata yang sudah berkaca-kaca...
namun caca tidak merespon danu... rasa kecewa menghampiri danu.....
danu meletakkan kembali tangan caca di atas ranjang, namun tangan danu tetap menggenggam tangan caca dengan posisi tangan danu berada di atas tangan caca....
saat sedang memandang caca dengan tatapan berkaca-kaca seketika caca menggerakkan jari telunjuknya sebagai jawaban pertanyaan danu tadi bahwa itu bukan mimpi....
seketika air mata danu jatuh tanpa ia sadari.... langsung mencium punggung tangan caca dengan begitu sedihnya....
caca mau apa sayang.... ayo ngomong sama kakak... kenapa kamu bangunin kakak?
apa karena kamu enggak mau kakak tidur sayang... mau kakak temenin ya.... kakak di sini sayang, kakak enggak akan ninggalin kamu sendiri, kakak minta maaf ya tadi kakak masih tidur....
buka mata kamu sayang jangan kaya gini....kakak sangat berharap kamu membuka mata kamu... kenapa kamu enggak mau membuka mata kamu ca... mau sampai kapan kamu seperti ini sayang.... ucap danu
danu terus mencium punggung tangan caca dengan air mata yang terus membasahi pipinya tanpa danu sadari karena danu sangat berharap caca segera siuman, setelah cukup lama caca dalam kondisi koma...
saat terus memandang caca dengan harapan yang besar bahwa caca segera siuman....
__ADS_1
tiba-tiba caca tersenyum pada danu dengan mata yang masih terpejam....
dengan tatapan danu yang terkejut....
sayang.... kamu sudah sadar sayang.... ucap danu yang membuat danu langsung bangkit dari duduknya dan mendekatkan wajah danu agar bisa memastikan dengan jelas bahwa yang danu liat benar...
bahwa tadi caca tersenyum padanya...
sayang kamu sudah sadar sayang.... ucap danu lagi karena danu merasa tidak percaya, dengan apa yang ia lihat....
saat danu memandang caca dengan dekat,
caca pun berlahan membuka matanya
dan mengangguk...
danu yang melihatnya langsung tersenyum bahagia....
sayang kamu udah sadar sayang.... dengan wajah bahagia danu mengecup kening caca cukup lama dan air mata danu keluar dengan sendirinya karena rasa bahagia......
syukurlah akhirnya kamu siuman juga.... ucap danu
danu pun langsung memanggil dokter.... agar dokter memeriksa kondisi caca....
danu terus tersenyum dan mengucap terimakasih terus menerus dan mengucap rasa syukur karena caca masih bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya ini....
danu langsung menghubungi ratna dan bagas sambil menunggu dokter datang...
danu terus berada di samping caca menggenggam tangan caca, caca yang memandangi ekspresi danu hanya dapat tersenyum karena caca masih merasa lemas....
halo.... ucap danu di ujung telepon
ada apa kak.... tanya ratna yang sedang mempersiapkan makanan untuk ia bawa ke rumah sakit
bagas yang mendengar langsung mendekat ke arah ratna
ada apa bu.... tanya bagas
sini biar ayah aja yang bicara, ibu persiapkan semua yang mau di bawa.... ucap bagas
ratna pun memberikan handphone nya dan melanjutkan kembali kesibukannya
halo nak, ada apa.... tanya bagas
cantika yah, cantika.... suara danu terbata-bata karena sambil menangis
caca kenapa sayang, bicara yang jelas.... ucap bagas
ayah sama ibu segera kemari caca sudah siuman yah.... ucap danu
apa.... kaget bagas campur bahagia
iya yah.... caca sudah siuman.... ucap danu
ayah dan ibu akan segera ke rumah sakit.... ucap bagas
danu langsung mematikan handphone nya
Ratna yang mendengar merasa khawatir.... caca kenapa yah.... ucap ratna
kita harus segera ke rumah sakit sayang.... ucap bagas
tangisan ratna pecah, takut terjadi sesuatu dengan caca...
ada apa dengan caca yah.... ucap ratna
kita harus segera ke rumah sakit sekarang, nanti ayah jelaskan.... ucap bagas
__ADS_1
ada apa sebenarnya yah, caca kenapa... ucap ratna yang sudah menangis
sudah ayo bu.... ucap bagas
iya yah, ayo yah... kita harus cepat... ucap ratna
mereka pun segera berangkat ke rumah sakit...
selama perjalanan ratna hanya menangis tanpa henti...
pikiran ratna sudah tidak karuan...
danu yang sedang mendampingi caca sedang menangis bahagia memandang caca...
caca pun membalas dengan senyuman,
tak lama dokter pun masuk ke dalam ruangan dengan di dampingi suster
dokter.... ucap danu
saya periksa dulu ya.... ucap dokter
dokter pun memeriksa kondisi caca, setelah selesai dokter dengan ekspresi tersenyum berkata
semuanya bagus... tinggal pemulihan aja
sekarang caca harus banyak istirahat ya... ucap dokter
makasih dok.... ucap danu
kalau gitu saya permisi dulu.... ucap dokter dokter pun melangkah keluar ruangan dengan di ikuti suster...
sayang.... kamu minum dulu ya.... ucap danu
caca hanya mengangguk
danu mengambilkan gelas yang berisi air dan memberikannya kepada caca
pelan minumnya.... ucap danu
caca hanya meminum sedikit air dan danu meletakkan gelas kembali ke meja
gimana keadaan kamu sayang... tanya danu
aku baik-baik aja kak... cuma agak pegel badan dan lemas... ucap caca manja
danu tertawa.... ya iyalah kamu berbaring sudah satu minggu tanpa bergerak... ucap danu
satu minggu kak.... ucap caca kaget
iya sayang.... ayah dan ibu sampai cemas dengan kondisi kamu.... ucap danu
seketika caca terdiam memalingkan pandangannya dan memejamkan mata
sayang kamu masih marah sama mereka.... tanya danu
seketika caca meneteskan air mata
kamu kenapa sayang jangan menangis.... ucap danu
namun caca masih saja terdiam tanpa menjawab pertanyaan danu
danu menggenggam tangan caca dan berkata
caca kamu jangan kaya gini... kakak mohon sayang
caca baik-baik aja kak... caca capek.... ucap caca datar sambil memejamkan mata,
__ADS_1
istirahat lah sayang.... kakak enggak memaksa kamu.... ucap danu merasa sedih melihat caca yang masih menyimpan kekecewaan dalam hatinya
danu terus mendampingi caca sambil membelai kepala caca dengan lembut