
sampainya di meja makan,
di sana sudah ada caca yang duduk lebih dulu,
ayo eko duduk... ucap ratna mempersilahkan duduk,
makasih bu... ucap eko
ratna dan bagas pun duduk, begitu pun dengan eko yang sudah duduk bersama keluarga caca,
ayo makan, tunggu apa lagi, ayo eko.... ucap bagas
iya yah, makasih... ucap eko
di sana bibi jum pun mulai melayani majikannya serta eko,
makasih... ucap eko pada bibi jum
sama-sama den... ucap bibi jum,
mereka pun mulai makan bersama,
ratna melihat eko yang baru mencicipi masakannya dan bibi jum pun bertanya,
bagaimana eko apa masakannya enak dan cocok denganmu.... ucap ratna
em, enak bu... ucap eko
kalau begitu makan yang banyak ya dan sering-sering ke sini untuk makan bersama... ucap ratna
baik bu... ucap eko
ayo ayo tambah, yang banyak makannya... ucap ratna
makasih bu... ucap eko
enggak usah sungkan eko, kita kan susah menjadi keluarga... ucap bagas
betul itu, anggap aja rumah sendiri... ucap ratna
iya bu... ucap eko
caca yang tanpa kaya, terus makan hanya memperhatikan eko serta kedua orang tuanya yang begitu baik dan perhatian pada eko,
mereka pun melanjutkan makanannya yang belum selesai,
caca dan danu masih dengan suasana canggung,
mereka diam dari awal di meja makan hingga mereka makan bersama,
danu kini makan di kamar seorang diri,
tanpa adanya danu, karena danu belum mau menunjukkan dirinya pada eko,
danu yang memang setuju dengan eko namun di sisi lain masih ada kecemasan yang danu rasa kan karena baru kali ini caca berniat menjalani hubungan yang serius,
maka danu pun berencana untuk melihat apa kah eko serius dengan caca atau tidak,
beberapa menit kemudian,
ratna, bagas, caca dan eko telah selesai makan siang,
bibi jum pun langsung merapihkan meja makan dengan di bantu ratna,
eko, ayah tinggal dulu ya ada kerjaan yang harus di kerjakan kamu ngobrol saja dengan caca... ucap bagas
iya yah... ucap eko
caca temenin eko mengobrol, kamu dari tadi diam saja... ucap bagas
iya yah... ucap caca
bagas pun pergi meninggalkan meja makan,
caca pun meninggalkan meja dan melangkah menuju taman belakang, dengan diikuti eko,
bini jum yang melihat sikap caca yang hanya diam saja merasa bingung, bibi jum pun bertanya pada majikan nya yang berada di dapur juga bersamanya,
nyonya, ada apa dengan non caca ko diam saja dari tadi... ucap bibi jum pada ratna
tidak tau bibi, caca memang agak aneh... ucap ratna
mendengar perkataan majikan nya bibi jum pun tak bertanya lagi dan melanjutkan pekerjaannya,
caca dan eko yang sudah berada di taman belakang pun duduk di kursi ayunan sambil menikmati tanaman hijau dan kolam renang,
sayang kamu kenapa? apa kurang sehat... ucap eko membuka suara lebih dulu,
tidak, caca baik-baik saja... ucap caca
tapi kenapa dari tadi kamu diam... ucap eko
__ADS_1
aku hanya bingung mau bicara apa dan merasa canggung dengan situasi ini... ucap caca
memangnya ada yang salah dengan ucapan kakak tadi... ucap eko
tidak ada yang salah, caca juga mendengar semua pembicaraan kakak dengan orang tua caca yang kakak bilang akan menjalani hubungan yang serius dengan caca, caca senang mendengarnya jika kakak mau serius dengan caca, namun apa kah kakak yakin dengan semua itu, lagi pula kakak belum lama mengenal caca... ucap caca
jadi kamu masih ragu dengan kakak? kalau kakak sudah yakin dengan apa yang kakak katakan, kakak serius dengan kamu sayang dan kakak ingin bersama kamu, kakak enggak bisa kehilangan kamu, apa lagi melihat kamu bersama laki-laki waktu itu yang begitu dekat,jujur kakak cemburu, marah, kecewa... ucap eko mengeluarkan ketakutan dalam hatinya,
caca begitu kaget mendengar ucapan eko yang ternyata eko cemburu dengan danu kakaknya,
jadi karena itu kakak memutuskan untuk serius dengan caca... ucap caca
iya... ucap eko
makasih kakak... ucap
untuk apa berterimakasih, malah kakak yang makasih sama caca sudah mau terima kakak menjadi pasangan kamu... ucap eko
caca menghargai ketulusan kakak... ucap caca
kalau gitu kamu pacar atau calon istri kakak nih... goda eko sambil tersenyum,
apa sih kakak nih... ucap caca tersenyum malu,
memangnya kenapa... ucap eko tersenyum
malu tau... ucap caca tersenyum
kenapa harus malu, kenyatannya caca memang calon istri kakak dan kakak sudah memilih caca... ucap eko
baiklah baiklah, sudah jangan menggoda lagi... ucap caca
ok ok... ucap eko
suasana pun mencair mereka pun mengobrol dengan penuh tawa canda,
danu yang melihat caca bisa sebahagia itu, tertawa lepas membuat danu merasa tenang dan berharap situasi seperti ini akan selalu ada tak merubah apa pun,
ratna yang melihat danu sedang memperhatikan caca dan eko pun langsung menghampiri danu,
merasa tidak tenang.... ucap ratna yang sudah berada di samping danu
semoga saja caca bisa terus tertawa seperti itu bu... ucap danu tetap memperhatikan caca dan eko
semoga saja eko adalah orang yang berbeda dan bisa selalu ada di samping caca menemani caca, karena ibu sedikit khawatir soal penyakit caca... ucap ratna
danu juga begitu bu, takut eko tiba-tiba meninggalkan caca di saat dia tau kalau caca sakit... ucap danu
berdoa saja semoga tidak... ucap ratna
iya bu... ucap danu
sengaja, danu belum mau eko tau soal danu... ucap danu
maksud kamu apa... ucap ratna bingung
eko pernah liat danu di kampus, waktu danu nemenin caca kuliah dan eko cemburu dengan danu... ucap danu
terus apa hubungannya dengan sekarang danu.... ucap ratna belum paham
danu cuma mau liat seberapa seriusnya eko dengan caca dengan perantara danu... ucap danu
jadi kamu mau pura-pura jadi orang ke tiga gitu... ucap ratna
iya, apa eko tetap mempertahankan caca atau malah membiarkan caca bersama danu... ucap danu
kamu ini yah ada-ada aja sih... ucap ratna
danu cuma enggak mau melihat caca sedih lagi bu, sudah cukup dia menderita dengan penyakitnya... ucap danu
ibu paham dengan apa yang kamu rasain danu, tapi ibu minta jangan terlalu kejam pada eko.... ucap ratna
iya bu... ucap danu
yasudah ibu mau ke kamar dulu... ucap ratna
iya bu... ucap danu
ratna pun meninggalkan danu seorang diri yang masih melihat caca dan eko,
tak lama kemudian danu pun masuk kembali ke dalam kamarnya untuk istirahat,
membiarkan caca dan eko yang sedang asik mengobrol,
setelah cukup lama eko dan caca berada di halaman belakang,
eko pun berpamitan pulang,
caca, kakak pulang dulu ya.... ucap eko
kakak sudah mau pulang... ucap caca
__ADS_1
iya sayang, kakak di sini sudah cukup lama dan kamu juga pasti capek... ucap eko
iya kak... kalau gitu caca mau manggil ayah dan ibu dulu... ucap caca
iya... ucap eko
caca dan eko meninggalkan halaman belakang dan masuk ke dalam rumah,
caca menuju kamar ratna dan bagas,
sedangkan eko menunggu di ruang tamu,
sampainya caca di depan kamar orang tuanya, caca pun langsung mengetuk pintu kamar,
tok
tok
tok
ayah ibu... ucap caca memanggil
ratna yang sedang duduk santai mendengar caca memanggil langsung membuka pintu,
ada apa sayang... ucap ratna di depan pintu yang sudah di buka,
kak eko mau pamit pulang bu... ucap caca
ooo... sudah mau pulang... ucap ratna
iya... ucap caca
sebentar ibu panggil ayah dulu... ucap ratna
ratna pun langsung masuk dan memanggil bagas,
sayang eko mau berpamitan pulang... ucap ratna
iya bu... ucap bagas menghentikan pekerjaannya dan menemui eko,
ratna dan bagas pun keluar dari kamar,
ayo sayang... ucap ratna mengajak caca menemui eko bersama bagas
ratna, caca dan bagas pun menuju ke ruang tamu,
bagas, ratna dan caca sampainya di ruang tamu,
eko langsung berdiri dari duduknya,
ayah ibu eko pamit pulang dulu... ucap eko
sudah mau pulang... ucap bagas
iya yah lain waktu eko main lagi ke sini... ucap eko
kalau begitu hati-hati di jalan... ucap bagas
sering-sering main ke rumah ya... ucap ratna
iya, makasih atas jamuan nya, eko pamit ayah ibu... ucap eko
iya... ucap ratna dan eko
caca kakak pulang dulu ya... ucap eko
iya kak... ucap caca
eko pun keluar dari rumah caca dengan di antar caca ke depan rumah,
bagas dan ratna pun masuk kembali ke dalam kamar,
nanti kakak telepon ya... ucap eko yang sudah berada di luar rumah caca
iya kak... ucap caca
bay sayang... ucap eko tersenyum
bay kak... ucap caca tersenyum
eko pun masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah caca,
setelah kepergian eko, caca pun masuk kembali ke dalam rumah,
mang ujang pun mengunci pintu pagar,
caca yang sudah berada di kamarnya langsung membaringkan badannya,
caca memandang langit-langit kamarnya dengan tersenyum,
karena caca merasa senang karena perasaan eko yang begitu besar pada caca,
__ADS_1
kini caca berlahan mulai yakin untuk membuka hatinya untuk eko,
hingga tanpa sadar caca pun terlelap dan terbawa mimpi