Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
133


__ADS_3

sampainya di meja makan,


di sana sudah ada caca yang duduk lebih dulu,


ayo eko duduk... ucap ratna mempersilahkan duduk,


makasih bu... ucap eko


ratna dan bagas pun duduk, begitu pun dengan eko yang sudah duduk bersama keluarga caca,


ayo makan, tunggu apa lagi, ayo eko.... ucap bagas


iya yah, makasih... ucap eko


di sana bibi jum pun mulai melayani majikannya serta eko,


makasih... ucap eko pada bibi jum


sama-sama den... ucap bibi jum,


mereka pun mulai makan bersama,


ratna melihat eko yang baru mencicipi masakannya dan bibi jum pun bertanya,


bagaimana eko apa masakannya enak dan cocok denganmu.... ucap ratna


em, enak bu... ucap eko


kalau begitu makan yang banyak ya dan sering-sering ke sini untuk makan bersama... ucap ratna


baik bu... ucap eko


ayo ayo tambah, yang banyak makannya... ucap ratna


makasih bu... ucap eko


enggak usah sungkan eko, kita kan susah menjadi keluarga... ucap bagas


betul itu, anggap aja rumah sendiri... ucap ratna


iya bu... ucap eko


caca yang tanpa kaya, terus makan hanya memperhatikan eko serta kedua orang tuanya yang begitu baik dan perhatian pada eko,


mereka pun melanjutkan makanannya yang belum selesai,


caca dan danu masih dengan suasana canggung,


mereka diam dari awal di meja makan hingga mereka makan bersama,


danu kini makan di kamar seorang diri,


tanpa adanya danu, karena danu belum mau menunjukkan dirinya pada eko,


danu yang memang setuju dengan eko namun di sisi lain masih ada kecemasan yang danu rasa kan karena baru kali ini caca berniat menjalani hubungan yang serius,


maka danu pun berencana untuk melihat apa kah eko serius dengan caca atau tidak,


beberapa menit kemudian,


ratna, bagas, caca dan eko telah selesai makan siang,


bibi jum pun langsung merapihkan meja makan dengan di bantu ratna,


eko, ayah tinggal dulu ya ada kerjaan yang harus di kerjakan kamu ngobrol saja dengan caca... ucap bagas


iya yah... ucap eko


caca temenin eko mengobrol, kamu dari tadi diam saja... ucap bagas


iya yah... ucap caca


bagas pun pergi meninggalkan meja makan,


caca pun meninggalkan meja dan melangkah menuju taman belakang, dengan diikuti eko,


bini jum yang melihat sikap caca yang hanya diam saja merasa bingung, bibi jum pun bertanya pada majikan nya yang berada di dapur juga bersamanya,


nyonya, ada apa dengan non caca ko diam saja dari tadi... ucap bibi jum pada ratna


tidak tau bibi, caca memang agak aneh... ucap ratna


mendengar perkataan majikan nya bibi jum pun tak bertanya lagi dan melanjutkan pekerjaannya,


caca dan eko yang sudah berada di taman belakang pun duduk di kursi ayunan sambil menikmati tanaman hijau dan kolam renang,


sayang kamu kenapa? apa kurang sehat... ucap eko membuka suara lebih dulu,


tidak, caca baik-baik saja... ucap caca


tapi kenapa dari tadi kamu diam... ucap eko

__ADS_1


aku hanya bingung mau bicara apa dan merasa canggung dengan situasi ini... ucap caca


memangnya ada yang salah dengan ucapan kakak tadi... ucap eko


tidak ada yang salah, caca juga mendengar semua pembicaraan kakak dengan orang tua caca yang kakak bilang akan menjalani hubungan yang serius dengan caca, caca senang mendengarnya jika kakak mau serius dengan caca, namun apa kah kakak yakin dengan semua itu, lagi pula kakak belum lama mengenal caca... ucap caca


jadi kamu masih ragu dengan kakak? kalau kakak sudah yakin dengan apa yang kakak katakan, kakak serius dengan kamu sayang dan kakak ingin bersama kamu, kakak enggak bisa kehilangan kamu, apa lagi melihat kamu bersama laki-laki waktu itu yang begitu dekat,jujur kakak cemburu, marah, kecewa... ucap eko mengeluarkan ketakutan dalam hatinya,


caca begitu kaget mendengar ucapan eko yang ternyata eko cemburu dengan danu kakaknya,


jadi karena itu kakak memutuskan untuk serius dengan caca... ucap caca


iya... ucap eko


makasih kakak... ucap


untuk apa berterimakasih, malah kakak yang makasih sama caca sudah mau terima kakak menjadi pasangan kamu... ucap eko


caca menghargai ketulusan kakak... ucap caca


kalau gitu kamu pacar atau calon istri kakak nih... goda eko sambil tersenyum,


apa sih kakak nih... ucap caca tersenyum malu,


memangnya kenapa... ucap eko tersenyum


malu tau... ucap caca tersenyum


kenapa harus malu, kenyatannya caca memang calon istri kakak dan kakak sudah memilih caca... ucap eko


baiklah baiklah, sudah jangan menggoda lagi... ucap caca


ok ok... ucap eko


suasana pun mencair mereka pun mengobrol dengan penuh tawa canda,


danu yang melihat caca bisa sebahagia itu, tertawa lepas membuat danu merasa tenang dan berharap situasi seperti ini akan selalu ada tak merubah apa pun,


ratna yang melihat danu sedang memperhatikan caca dan eko pun langsung menghampiri danu,


merasa tidak tenang.... ucap ratna yang sudah berada di samping danu


semoga saja caca bisa terus tertawa seperti itu bu... ucap danu tetap memperhatikan caca dan eko


semoga saja eko adalah orang yang berbeda dan bisa selalu ada di samping caca menemani caca, karena ibu sedikit khawatir soal penyakit caca... ucap ratna


danu juga begitu bu, takut eko tiba-tiba meninggalkan caca di saat dia tau kalau caca sakit... ucap danu


berdoa saja semoga tidak... ucap ratna


iya bu... ucap danu


sengaja, danu belum mau eko tau soal danu... ucap danu


maksud kamu apa... ucap ratna bingung


eko pernah liat danu di kampus, waktu danu nemenin caca kuliah dan eko cemburu dengan danu... ucap danu


terus apa hubungannya dengan sekarang danu.... ucap ratna belum paham


danu cuma mau liat seberapa seriusnya eko dengan caca dengan perantara danu... ucap danu


jadi kamu mau pura-pura jadi orang ke tiga gitu... ucap ratna


iya, apa eko tetap mempertahankan caca atau malah membiarkan caca bersama danu... ucap danu


kamu ini yah ada-ada aja sih... ucap ratna


danu cuma enggak mau melihat caca sedih lagi bu, sudah cukup dia menderita dengan penyakitnya... ucap danu


ibu paham dengan apa yang kamu rasain danu, tapi ibu minta jangan terlalu kejam pada eko.... ucap ratna


iya bu... ucap danu


yasudah ibu mau ke kamar dulu... ucap ratna


iya bu... ucap danu


ratna pun meninggalkan danu seorang diri yang masih melihat caca dan eko,


tak lama kemudian danu pun masuk kembali ke dalam kamarnya untuk istirahat,


membiarkan caca dan eko yang sedang asik mengobrol,


setelah cukup lama eko dan caca berada di halaman belakang,


eko pun berpamitan pulang,


caca, kakak pulang dulu ya.... ucap eko


kakak sudah mau pulang... ucap caca

__ADS_1


iya sayang, kakak di sini sudah cukup lama dan kamu juga pasti capek... ucap eko


iya kak... kalau gitu caca mau manggil ayah dan ibu dulu... ucap caca


iya... ucap eko


caca dan eko meninggalkan halaman belakang dan masuk ke dalam rumah,


caca menuju kamar ratna dan bagas,


sedangkan eko menunggu di ruang tamu,


sampainya caca di depan kamar orang tuanya, caca pun langsung mengetuk pintu kamar,


tok


tok


tok


ayah ibu... ucap caca memanggil


ratna yang sedang duduk santai mendengar caca memanggil langsung membuka pintu,


ada apa sayang... ucap ratna di depan pintu yang sudah di buka,


kak eko mau pamit pulang bu... ucap caca


ooo... sudah mau pulang... ucap ratna


iya... ucap caca


sebentar ibu panggil ayah dulu... ucap ratna


ratna pun langsung masuk dan memanggil bagas,


sayang eko mau berpamitan pulang... ucap ratna


iya bu... ucap bagas menghentikan pekerjaannya dan menemui eko,


ratna dan bagas pun keluar dari kamar,


ayo sayang... ucap ratna mengajak caca menemui eko bersama bagas


ratna, caca dan bagas pun menuju ke ruang tamu,


bagas, ratna dan caca sampainya di ruang tamu,


eko langsung berdiri dari duduknya,


ayah ibu eko pamit pulang dulu... ucap eko


sudah mau pulang... ucap bagas


iya yah lain waktu eko main lagi ke sini... ucap eko


kalau begitu hati-hati di jalan... ucap bagas


sering-sering main ke rumah ya... ucap ratna


iya, makasih atas jamuan nya, eko pamit ayah ibu... ucap eko


iya... ucap ratna dan eko


caca kakak pulang dulu ya... ucap eko


iya kak... ucap caca


eko pun keluar dari rumah caca dengan di antar caca ke depan rumah,


bagas dan ratna pun masuk kembali ke dalam kamar,


nanti kakak telepon ya... ucap eko yang sudah berada di luar rumah caca


iya kak... ucap caca


bay sayang... ucap eko tersenyum


bay kak... ucap caca tersenyum


eko pun masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah caca,


setelah kepergian eko, caca pun masuk kembali ke dalam rumah,


mang ujang pun mengunci pintu pagar,


caca yang sudah berada di kamarnya langsung membaringkan badannya,


caca memandang langit-langit kamarnya dengan tersenyum,


karena caca merasa senang karena perasaan eko yang begitu besar pada caca,

__ADS_1


kini caca berlahan mulai yakin untuk membuka hatinya untuk eko,


hingga tanpa sadar caca pun terlelap dan terbawa mimpi


__ADS_2