
setelah membalas pesan caca, eko menjadi lebih bersemangat karena akan bertemu dengan caca, eko pun ingin segera menyelesaikan tugas kuliahnya,
eko bangun dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi,
caca yang sudah selesai bersih-bersih dan rapih langsung keluar dari kamarnya menuju ruang makan,
begitu pun dengan danu yang tak lama kemudian juga telah keluar dari kamarnya menuju meja makan,
danu dan caca pun datang ke ruang makan dengan bersamaan,
mereka pun duduk di meja makan,
bibi jum pun melayani mereka dengan telaten dan sabar,
setelah selesai melayani danu dan caca,
bibi jum pun kembali melakukan pekerjaannya,
caca dan danu pun makan bersama di meja makan dengan tenang...
sayang gimana sudah mengirim pesan ke pacar kamu... ucap danu membuka suara
susah... ucap caca dengan mulut yang berisi makanan
terus gimana?ucap danu
dia masih sibuk, tapi kita janjian ketemu pas weekend, dia mau ke rumah... ucap caca
bagus itu... ucap danu
iya... ucap caca
mereka pun melanjutkan kembali makannya yang belum mereka habiskan,
beberapa menit kemudian danu dan caca telah selesai makan,
danu langsung meninggalkan meja makan, begitu pun dengan caca
bibi jum pun segera merapihkan meja dan membersihkan piring kotor,
danu dan caca langsung masuk ke dalam kamarnya,
danu duduk santai di kamarnya sambil membuka laptop miliknya,
sedangkan caca memilih membaca buku novel di kursi santainya,
eko yang berada di rumahnya pun sudah siap bersih-bersih,
sebelum mengerjakan lagi tugasnya, eko pun memilih untuk mengisi perutnya terlebih dahulu karena merasa lapar,
kini eko lebih bersemangat dari sebelumnya,
setelah selesai makan, eko pun kembali mengerjakan tugasnya yang tinggal sedikit lagi,
eko ingin cepat menyelesaikan tugasnya biar bisa bertemu caca,
tanpa terasa hari sudah berganti sore,
danu pun sudah berjam-jam berada di depan laptop nya,
danu pun menyudahi bergelut dengan laptop dan menutup laptop nya,
danu pun berdiri dari duduknya dan meregangkan otot yang terasa kaku, sambil menikmati pemandangan sore hari yang begitu indah,
beberapa menit kemudian danu pun memutuskan untuk mandi agar badannya terasa segar,
sedangkan caca yang berada di kursi santainya masih terlelap bersama mimpinya dengan buku novel yang masih ia pegang sedari tadi,
bagas dan ratna yang baru saja tiba di rumah langsung di bukakan pintu oleh bibi jum yang sudah sibuk di halaman rumah,
setelah pintu terbuka, mobil ratna dan bagas pun memasuki halaman rumah,
setelah mobil majikannya masuk, bibi jum menutup kembali pagar dan menguncinya dan bibi jum pun langsung menghampiri majikannya dan menyapanya,
sore tuan nyonya... ucap bibi jum pada ratna dan bagas yang sudah turun dari mobil,
sore bibi... ucap ratna
anak-anak ada di rumah.... ucap ratna
ada nyonya... ucap bibi jum
kalau gitu saya masuk dulu, bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi... ucap ratna
nyonya dan tuan mau saya buatkan minuman atau makanan... ucap bibi bertanya,
tidak usah bibi... ucap bagas
baik kalau begitu saya permisi nyonya tuan mau melanjutkan pekerjaan saya... ucap bibi jum
iya bibi... ucap ratna
ratna dan bagas pun masuk ke dalam rumah dan bibi jum melanjutkan kembali menyapunya,
mang ujang pun melakukan pekerjaan lain,
saat bagas dan ratna masuk ke dalam rumah,
suasana rumah sepi,
tumben sepi pada ke mana? ucap ratna
mungkin di kamar bu... ucap bagas
bisa jadi... ucap ratna
__ADS_1
ya sudah yuk ke kamar... ucap bagas
iya, ibu mau mandi badan enggak enak lengket... ucap ratna
mereka pun masuk ke dalam kamar untuk mandi,
danu yang sudah keluar dari kamar mandi telah selesai mandi,
danu pun duduk kembali di meja yang biasa ia gunakan untuk bekerja,
di sana danu mengambil sebuah buku dan ia membacanya,
biasanya danu di sibukkan oleh pekerjaan, namun saat ini danu tidak memiliki kesibukan apa-apa,
padahal danu sudah mencoba menawarkan jasanya ke beberapa perusahaan properti namun belum ada tanggapan,
danu pun harus bersabar dengan kondisi ini, memang tidak mudah mendapatkan proyek untuk danu tangani,
caca yang baru saja terbangun dari tidurnya,
masih berada di tempat tidur, bukannya turun dari tempat tidur malah memeluk boneka dan memejamkan mata kembali, padahal hari sudah sore,
ratna dan bagas yang sudah selesai mandi, sudah keluar dari kamarnya,
bagas yang langsung menuju ruang tv dan menonton acara tv,
sedangkan ratna langsung menuju dapur dan ternyata saya ratna sampai di dapur, di sana sudah ada bibi jum yang sudah sibuk menyiapkan bahan masakan untuk hidangan makan malam,
nyonya... ucap bibi jum
sudah mulai memasak bibi... ucap ratna
baru menyiapkan bahan-bahannya nyonya ini saya lagi membersihkan sayuran dan mau memotongnya... ucap bibi jum
biar saya bantu... ucap ratna mengambil lauk pauk dan membersihkannya,
tiap hari ratna memang selalu membantu bibi jum di dapur untuk menyiapkan hidangan yang akan mereka makan, ratna pun tidak pernah membiarkan bibi jum mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, ratna pasti akan selalu membantu bibi jum mengerjakannya,
karena ratna tidak pernah menganggap bibi jum sebagai pembantu namun keluarga karena bibi jum sudah lama bekerja dengan keluarga wijaya,
caca pun yang tertidur kembali, kini sudah bangun dan turun dari tempat tidurnya,
caca pun masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya sore pun sudah berganti malam,
danu yang masih berada di kamar sudah berhenti membaca, danu pun meletakkan bukunya di atas meja dan keluar dari kamarnya,
bibi jum dan ratna yang berada di dapur sudah siap memasak hidangan makan malamnya,
dan bibi jum pun telah menata semua masakan yang telah di masak di atas meja makan,
danu yang keluar dari kamar telah melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum karena merasa haus,
sampainya di dapur, danu melihat ratna dan bibi jum telah siap memasak dan bibi jum pun telah menghidangkannya di atas meja,
wah makan malam sudah siap... ucap danu yang mengambil air minum dari dalam kulkas,
danu pun langsung melangkah menuju ruang makan dan duduk,
enak nih, wangi... ucap danu
danu kamu tolong panggilkan adik kamu ya di kamar... ucap ratna yang sudah berada di rumah makan,
iya bu... ucap danu
danu pun meninggalkan meja dan melangkah menuju kamar caca,
begitu pun dengan ratna yang juga meninggalkan meja makan memanggil bagas di ruang tv,
sampainya ratna di ruang tv, langsung mengajak bagas untuk makan,
ayah ayo kita makan, makan malam sudah siap... ucap ratna
iya bu... ucap bagas langsung meninggalkan ruang tv bersama ratna menuju ruang makan,
danu yang baru saja sampai di depan kamar caca langsung mengetuk pintu kamar caca,
tok
tok
tok
caca yang baru saja keluar dari kamar mandi pun mendengar ketukan pintu langsung membuka pintu kamarnya,
sayang ayo makan, ayah dan ibu sudah menunggu di meja makan... ucap danu
iya kak... ucap caca di depan pintu yang masih membawa handuk,
caca pun meletakkan handuk, lalu keluar dari kamarnya dan melangkah menuju ruang makan bersama danu,
sampainya di meja makan ratna dan bagas sudah di layani bibi jum,
ratna yang melihat ke datangan caca dan danu pun langsung mengajak makan,
ayo, sini sini kita makan sama-sama... ucap ratna
danu dan caca pun langsung duduk di meja makan,
caca dan danu pun di layani bibi jum,
setelah bibi jum selesai melayani bagas, ratna, caca dan danu, bibi jum pun kembali ke dapur,
bagas, ratna, caca dan danu pun makan malam dengan tenang suasana hangat berkumpul bersama serta canda tawa di setiap obrolan mereka,
bibi jum pun yang telah kembali ke dapur, sedang membersihkan dan merapihkan dapur,
__ADS_1
setelah selesai merapihkan dapur bibi jum pun makan bersama mang ujang di dapur,
beberapa menit kemudian mang ujang dan bibi jum yang sudah selesai makan pun langsung melakukan pekerjaan lainnya,
setelah semuanya beres, tinggal menunggu majikannya selesai makan,
setelah menunggu beberapa menit akhirnya majikannya telah selesai makan,
caca lebih dulu berpamitan untuk kembali ke kamarnya,
ayah, ibu, kak danu caca ke kamar duluan... ucap caca
iya sayang... ucap ratna
selamat istirahat ya sayang... ucap bagas
kamu baik-baik aja kan sayang... ucap danu
caca enggak kenapa-kenapa kok kak... ucap caca
caca pun meninggalkan meja makan dan masuk ke dalam kamarnya,
ratna, bagas dan danu hanya melihat kepergian caca,
bibi jum pun mulai merapihkan meja,
ada apa dengan anak itu... ucap bagas
ibu juga enggak tau yah... ucap ratna
selalu bikin orang bingung dengan tingkahnya... ucap bagas
sudah lah yah, enggak usah terlalu di pikirin caca kan selalu begitu... ucap ratna
semoga enggak ada apa-apa... ucap bagas
iya.. ucap ratna,
mendengar obrolan ratna dan bagas danu pun merasa penasaran dengan sikap caca, akhirnya danu pun berpamitan pada ratna dan bagas lalu meninggalkan meja menyusul caca yang sudah lebih dulu masuk ke kamarnya,
ayah ibu, danu duluan... ucap danu
iya nak... ucap ratna
danu pun meninggalkan meja makan menyusul caca,
setelah kepergian danu, ratna pun mengajak bagas meninggalkan meja makan,
ayo yah... ucap ratna
iya bu... ucap bagas
bagas dan ratna pun masuk ke dalam kamarnya,
namun mereka tidak langsung beristirahat,
tapi mereka melakukan pekerjaan mereka masing-masing,
danu yang berada di depan pintu kamar caca langsung membuka pintu dan masuk,
sayang kakak masuk ya... ucap danu di depan pintu yang sudah ia buka,
iya kak masuk aja... ucap caca yang berada di kursi santainya di depan jendela sedang memandang langit malam penuh bintang,
danu pun masuk ke dalam kamar caca, melangkah ke tempat di mana caca berada,
kamu sedang apa sayang... ucap danu melihat adiknya yang sedang memandang langit
sedang melihat bintang kak, pemandangan malam ini indah sekali... ucap caca
danu pun melihat ke arah langit yang memang penuh dengan bintang dan duduk di sebelah caca,
mereka pun memandangi bintang malam bersama,
setelah memandangi bintang cukup lama,
danu pun berkata,
sayang kamu lagi kenapa, ada yang lagi kamu pikirin ya, coba cerita sama kakak, atau ada hubungannya sama pacar kamu... ucap danu
iya kak, tadi caca ngirim pesan ke dia... ucap caca
terus, dia jawab apa... apa dia ngajak ketemuan.... ucap danu
iya kak, cuma caca bingung... ucap caca
bingung kenapa? bukannya malah bagus dong kalau dia malah ngajak ketemu... ucap danu
dia mau datang ke rumah kak... ucap caca
jadi dia mau ngobrol sama kamu di rumah dan dia mau ketemu ayah ibu, gitu maksudnya... ucap danu
iya kak... ucap caca
itu berarti dia mau serius sama kamu, harusnya kamu senang... ucap caca
iya seh kak, cuma apa ayah dan ibu akan setuju... ucap caca
jadi itu yang lagi kamu takut tin sekarang ini... ucap danu
iya kak.. ucap caca
sayang, jawabannya hanya ada di hati kamu, ayah ibu dan kakak hanya bisa mendukung kamu sayang dan melihat kamu bahagia, coba tanya sama hati kamu sendiri, perasan kamu ke dia itu gimana,... ucap danu
caca pun diam dan berpikir atas apa yang di ucapkan kakaknya barusan soal perasaannya pada eko,
__ADS_1
mereka pun kembali menikmati malam