Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
148


__ADS_3

setelah kedatangan eko beberapa hari yang lalu ke rumah tiwi, danu yang tau eko yang akan melamar tiwi tentunya danu memulai dengan aksinya dan eko pun mulai kembali sibuk dengan kuliahnya, untuk mempersiapkan persiapan skripsinya yang masih harus eko sempurnakan sebelum sidang skripsi berlangsung, serta acara lamaran yang akan di adakan bersamaan dengan wisuda eko,


selama eko sibuk dengan urusannya yang sudah eko beri tau pada caca serta ratna dan bagas, danu menjadi sering menghabiskan waktu dengan caca dan itu lah kesempatan danu untuk menguji eko,


karena itu caca selalu bersama danu, namun sampai saat ini eko belum tau danu adalah kakak caca,


eko sering melihat caca bersama danu, walau dalam hatinya sakit karena ada rasa cemburu, apa lagi teman-teman eko selalu memberi tau eko tentang informasi apa yang mereka lihat soal caca dan danu,


walau teman-temannya selalu berkata pada eko namun eko terap yakin pada pilihannya,


caca dan teman-temannya pun tentunya juga sedang sibuk belajar mempersiapkan ujian semester yang akan di laksanakan sebentar lagi yang di bantu oleh danu dalam belajar, selagi danu senggang,


hari ini, pagi yang akan berganti siang eko dan teman-temannya sudah berada di kampus untuk menemui dosen pembimbing mereka masing-masing untuk merevisi skripsi mereka sebelum mereka menyerahkan untuk mengikuti sidang skripsi,


namun sebelum menemui dosen pembimbing, eko, fikri, dewa, faldo dan dava lebih dulu melangkah menuju kantin untuk bersantai sejenak sambil menikmati makanan yang ada di sana,


rita, zaza, dika dan andre sedang berada di taman sedang membaca buku sambil menunggu caca dan danu yang sedang berada di kantin,


caca dan danu yang berada di kantin sedang memberi beberapa makanan untuk mereka dan juga untuk teman-teman caca,


caca dan danu yang sedang menunggu sambil bercanda dengan mesra seperti orang pacaran, karena sikap caca yang manja serta danu yang selalu memanjakan tiwi membuat semua orang selalu menganggap mereka pasangan,


kakak sering-sering ya kaya gini temenin caca kuliah ucap caca manja


iya sayang, kakak pasti temenin kamu kalau kakak lagi senggang ucap danu tersenyum sambil membelai kepala caca


janji ucap caca tersenyum sambil menggandeng danu


janji ucap danu tersenyum,


setelah mengobrol, mereka menunggu beberapa menit mereka menunggu akhirnya pesanan mereka telah selesai,


ibu kantin menghampiri caca dan danu dengan membawa bungkusan yang berisi makanan dan danu menerima bungkusan tersebut


makasih bu ucap danu dan caca tersenyum


sama-sama ucap ibu kantin tersenyum, lalu caca dan danu pun meninggalkan kantin dan melangkah menuju taman dimana teman-teman caca menunggu,


saat caca dan danu keluar dari kantin, sedangkan eko dan teman-temannya baru saja ingin memasuki kantin dan tentunya eko dan teman-teman nya melihat caca yang sedang bersama laki-laki,


eko bukan nya itu caca tunangan kamu, sama siapa dia ucap dava pada


iya sama siapa dia ucap fikri


tapi kok kayaknya aku pernah liat laki-laki itu ya tapi di mana? ucap faldo


kamu kenapa cuma bengong aja, bukannya dikejar ucap dava


biar saja, ayo katanya kalian mau makan ucap eko yang dingin lalu melangkah masuk ke dalam kantin,


teman-teman eko pun mengikuti langkah eko yang masuk ke kantin,


padahal dalam hatinya, ada rasa penasaran siapa sebenarnya laki-laki yang bersama caca, karena ini bukan kali pertama eko melihat laki-laki itu apa lagi eko pernah melihat laki-laki itu di rumah caca beberapa hari yang lalu, namun eko lebih memilih tenang dan mencari tau sendiri tanpa gegabah,


sedangkan teman-teman eko sibuk bergumam membicarakan caca dan danu,


aneh banget tuh anak, padahal dia liat tunangannya jalan dengan cowok lain, ini malah cuek kalau aku udah aku samperin terus aku maki-maki ucap faldo kesal


iya sama, kalau aku udah aku hajar sampai babak belur ucap fikri


kamu itu jangan mau di bohongin jadi orang ucap dewa


sudah lah kalian itu jangan membahas lagi soal itu kalian enggak tau apa-apa, aku percaya sama dia mungkin dia saudaranya ucap eko yang langsung duduk,


teman-teman nya eko pun ikut duduk bersama dengan eko,


kamu tuh jadi orang terlalu cuek ucap dava


aku hanya enggak mau terlalu membatasi dia, lagi pula enggak semudah itu orang lain bisa mengambil yang sudah menjadi milikku ucap eko


iya bukan berarti kamu diam melihat tunangan kamu jalan dengan laki-laki lain seperti tadi ucap faldo


sudah sudah jangan di bahas lagi lebih baik kita makan ucap dewa


iya betul itu kalian mau makan apa? ucap eko


seperti biasa aja ucap teman-teman yang lainnya


ok, aku pesan dulu ucap eko yang langsung berdiri dari duduknya untuk memesan makanan


aku ikut ucap dewa yang langsung menyusul eko


tinggal lah faldo, fikri, dan dava yang menunggu di meja


faldo tadi kamu bilang, kamu pernah liat laki-laki yang sama tunangan eko ucap dava


iya aku pernah liat, tapi udah lama juga sih waktu itu aku liat di kantin juga, tapi mereka enggak berdua waktu itu ada teman-teman caca juga ucap faldo


terus-terus ucap dava

__ADS_1


caca sama laki-laki itu deket banget, caca pun bersikap manja dan begitu pun dengan laki-laki itu yang memanjakan caca ucap faldo


wah, enggak beres nih kayaknya kita perlu menyelidiki mereka dan kita kasih tau eko sebelum semuanya terlambat ucap fikri


setuju tuh, nanti kita ikutin aja mereka gimana ucap faldo


sepakat ucap dava


sepakat ucap fikri dan faldo


caca dan danu yang sudah bersama dika, andre, rita dan zaza saat ini mereka sedang asik belajar bersama danu yang mengajari mereka sambil menikmati makanan yang tadi di beli oleh caca dan juga danu,


ada yang serius, ada yang bercanda, ada yang bingung ada juga yang tidur, ada pula yang usil, danu yang melihat hanya menggelengkan kepalanya yang sesekali menegur caca dan teman-temannya


mereka pun akan di ajar oleh danu hingga tiba waktu nya mereka ujian,


eko dan dewa yang telah selesai memesan kini sudah kembali kemeja dimana fikri, faldo dan dava yang sedang menunggu,


sedang ngobrol apa kalian ucap dewa yang langsung duduk


begitu pun dengan eko yang juga langsung duduk,


hah enggak ada ucap faldo, dava dan fikri bersama


mencurigakan ucap dewa


namun faldo, fikri dan dava cuma bungkam berusaha tenang agar eko dan dewa tidak curiga dengan rencana mereka yang menjadi mata-mata untuk mencari jawaban siapa laki-_laki yang bersama caca dan mereka ada hubungan apa, karena caca dan laki-laki selalu terlihat bersama,


caca dan teman-temannya masih asik belajar, danu melihat jam di tangannya,


waktu sudah menunjukkan waktunya caca dan teman-temannya masuk ke dalam kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya,


sudah waktunya kalian masuk ke dalam kelas ucap danu


hah ucap caca yang langsung melihat jam


oh iya, ayo kita ke kelas ucap caca yang merapihkan buku


iya ayo ucap teman-teman caca


begitu pun dengan dika, andre, zaza dan rita yang merapihkan buku,


makasih ya kak untuk hari ini ucap andre, dika, zaza dan rita


iya, jangan lupa kalian masih harus belajar sampai ujian tiba ucap danu


kalau gitu caca sama teman-teman ke kelas dulu ya kak ucap caca


iya sayang, yang bener ya kuliah nya kakak tunggu di sini ucap danu


iya kak, caca pergi dulu ucap caca melangkah diikuti oleh teman-teman caca


sedangkan danu tetap duduk di taman seorang diri sambil membaca buku setelah kepergian caca dan teman-temannya, karena menunggu caca hingga selesai kuliah,


eko yang masih berada di kantin bersama teman-temannya baru saja selesai makan, mereka pun bersantai sejenak sebelum bertemu dengan dosen pembimbing,


eko yang telah selesai makan langsung mengeluarkan laptop dan menyalakannya,


kamu mau ngapain ucap dewa yang melihat eko menyalakan laptop


mau menyelesaikan konsep untuk acara lamaran ucap eko yang tetap fokus ke layar laptop


kamu serius mau nikah sama caca ucap dava


iya kenapa? ucap eko


heran sama kamu, buta atau kena pelet sih sama si caca itu ucap faldo


kamu kok ngomong nya gitu sih ucap dewa


habis heran, udah jelas-jelas sering ngeliat tunangannya dengan cowok itu malah sekarang mau nikah ucap fikri


kalian itu bukan nya nenangin eko malah bikin panas ucap dewa


kalian tenang aja soal itu enggak perlu ikut campur, yang pasti aku percaya sama dia ucap eko yang sudah memandang teman-temannya


tenang eko aku yakin caca enggak gitu ucap dewa


eko hanya diam dan kembali fokus pada laptop


terserah jangan sampai kamu menyesal ucap faldo


eko tetap diam,


kini caca dan teman-temannya sudah berada di kelas begitu pun dengan mahasiswa lainnya, mereka sedang menunggu dosen masuk ke dalam ruangan,


tak lama kemudian dosen pun muncul,


siang anak-anak ucap dosen masuk ke dalam ruangan

__ADS_1


siang pak ucap semua mahasiswa yang berada di ruangan,


baik langsung kita mulai saja material yang akan bapak jelaskan pada hari ini ucap dosen yang langsung menjelaskan di depan kelas, ruangan menjadi tenang hanya suara dosen yang terdengar, semua mahasiswa pun sudah fokus memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan begitu pun dengan caca yang juga telah fokus sambil mencatat di buku poin-poin penting yang dosen jelaskan di depan untuk panduannya saat ujian,


danu masih duduk tenang di taman sambil membaca buku,


sepasang mata yang melintas tak melepaskan pandangan mereka yang telah memandang danu penuh dengan kekaguman namun danu hanya cuek,


walau ada beberapa mahasiswa yang mencoba menyapa dirinya danu diam fokus pada bukunya yang sedang iya baca,


saat itu juga, eko dan teman-temannya pun telah melangkah menuju gedung fakultas informatika untuk menemui dosen pembimbing,


tanpa sengaja eko melihat danu yang sedang duduk sendiri,


pandangan eko tak lepas melihat danu namun eko terus melangkah tanpa menghampiri danu,


teman-teman eko pun sadar akan ke berada danu karena eko yang terus memandang ke sebelah kiri taman namun terus melangkah mengikuti eko, hingga mereka pun sampai di gedung fakultas mereka, mereka pun langsung menemui dosen pembimbing mereka masing-masing,


dua jam pun berlalu,


kelas caca pun telah selesai,


dosen sudah berhenti menerangkan di depan kelas,


baik anak-anak kelas kita hari ini telah selesai dan sebentar lagi kita akan melaksanakan ujian semester, bapak harap kalian sudah siap dan semoga lancar, sampai jumpa di kelas selanjutnya ucap dosen


baik pak ucap semua mahasiswa


dosen pun meninggalkan ruangan, di susul oleh mahasiswa lainnya yang juga keluar dari ruangan untuk pulang karena kuliah telah usai,


ayo kita pulang ucap dika


iya sebentar ucap caca yang sedang merapihkan alat tulis dan bukunya ke dalam tas


kalian langsung pulang ucap rita bertanya pada dika dan andre


iya, memangnya kalian mau ke mana ucap dika


enggak ada rencana sih ucap rita


aku ngikut aja ucap andre


aku juga ucap zaza


ya sudah ayo kita ke taman aja dulu, kakak danu pasti nunggu ucap caca


boleh tuh ucap dika


ayo ucap rita


mereka pun meninggalkan ruangan melangkah menuju taman di mana danu menunggu mereka


sedangkan eko yang berada di koridor sedang melihat-lihat skripsinya yang masih ada perbaikan sambil menunggu teman-temannya yang masih bimbingan bersama dosen pembimbing masing-masing,


caca dan teman-temannya telah tiba di taman,


kakak ucap caca mengagetkan


sudah selesai sayang kuliahnya ucap danu dengan santai sambil menutup buku yang iya baca


sudah kak ucap caca


mau kemana lagi sekarang? ucap danu bertanya


memangnya kakak mau ngajak ke mana? ucap caca


terserah kamu mau kemana sayang, kakak temenin ucap danu


teman-teman aku juga ikut ya ucap caca


iya dong kalau rame kan asik ucap danu


kalian mau kan ikut kita jalan ucap caca pada teman-temannya


kita sih ayo aja ucap dika


kalau gitu kita pergi sekarang ya biar kalian juga pulangnya enggak kemalaman ucap danu


ayo ayo ayo ucap teman-teman caca bahagia


danu pun meninggalkan taman melangkah menuju parkiran dengan diikuti caca dan teman-teman caca,


saat danu dan caca yang bersama teman-temannya sudah berada di parkiran lalu langsung naik ke dalam mobil danu dan meninggalkan kampus, saat itu juga ternyata eko dan teman-temannya pun juga berada di parkiran dan melihat caca yang naik ke dalam mobil danu,


eko itu tunangan kamu mau ke mana tuh sama cowok itu lagi ucap faldo


sudah enggak usah di bahas, ayo pulang, lagi pula dia enggak pergi berdua kan ucap eko dingin melangkah meninggalkan kampus namun dalam hatinya ada rasa cemburu,


faldo dan yang lainnya pun menyusul eko dan pulang meninggalkan kampus,

__ADS_1


__ADS_2