
eko dan caca yang sudah meninggalkan kampus,
kini mereka dalam perjalanan menuju tempat tujuan dimana eko akan mengajak caca berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama, namun sebelum ke tempat tujuan eko lebih dulu mengajak caca untuk makan,
lagi pula eko pun ingin lebih memahami tiwi dan merubah sifatnya yang cuek,
namun dalam artian cuek bukan tak peduli dan suka tapi memang eko tak bisa mengutarakan isi hatinya pada caca,
lagi pula dengan sikap caca yang tidak berinisiatif untuk memulai duluan dalam bertindak karena ada perasaan segan membuat hubungan mereka kaku,
namun selama ini caca tidak pernah berpikiran negatif pada eko, karena memang eko yang hanya sibuk dengan kuliah dan usahanya yang harus dia kelola,
kakak kita mau ke mana? ucap caca
em,kakak mau ngajak kamu ke suatu tempat yang bisa bikin kamu rileks, tapi sebelum itu kita makan dulu ya...ucap eko tersenyum
iya kak, kakak ini selalu misterius... ucap caca
memangnya kakak begitu ya? ucap eko
caca pun mengangguk
kakak hanya ingin memberi kejutan saja...ucap eko
ooo, habis kakak selalu bersikap kaku dan cuek, siapa juga yang paham... ucap caca
kalau gitu, mulai sekarang kakak akan merubah sikap kakak... ucap eko tersenyum
caca memandang eko dan ikut tersenyum,
sayang, kenapa memandang kakak seperti itu... ucap eko bingung
tidak, caca hanya sedang melihat kakak yang sedang tersenyum, caca suka, kakak lebih ganteng kelihatannya... ucap caca
kalau gitu kakak akan selalu tersenyum... ucap eko
jangan... ucap eko membantah
loh, kenapa? bukannya tadi kamu bilang kamu suka liat kakak senyum... ucap eko
iya, tapi bukan untuk orang lain, hanya untuk caca, kalau orang-orang liat kakak tersenyum bisa-bisa naksir lagi...ucap caca
eko tertawa mendengar ucapan caca,
kamu ini, bisa saja... ucap eko tersenyum sambil memegang kepala caca,
caca pun ikut tersenyum,
eko pun kembali fokus mengemudi ke tempat makan baru lah eko akan mengajak caca ke tempat yang di maksud oleh eko,
danu yang berada di rumah, kini sudah berada di dalam kamarnya,
masih dengan kesibukannya menggambar,
karena sekarang ini danu sudah bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan sesuai dengan keahlian danu,
danu di perusahaan tersebut menjabat sebagai desainer perancang bangunan,
di sana danu lah yang membuat gambar untuk di bangunan yang akan di bangun sesuai dengan permintaan pelanggan,.
maka dari itu sekarang danu sedang sibuk-sibuk nya dengan pekerjaannya,
bibi jum yang sedari tadi sibuk di dapur, sudah siap memasak menyiapkan makan siang untuk danu yang berada di rumah,
setelah bibi jum selesai menata makanan di atas meja dan menyiapkan keperluan yang lainnya, bibi jum pun meninggalkan ruang makan menuju kamar danu, memberi tau bahwa makan siang telah siap
bibi jum sudah berada di depan pintu kamar danu, langsung mengetuk pintu kamar danu
tok
tok
tok
suara pintu di ketuk,
danu yang sedang berada di meja kerjanya yang berada di hadapan laptop langsung menghentikan pekerjaannya dan membuka pintu,
saat pintu kamar danu terbuka, bibi jum langsung berkata
den, bibi sudah menyiapkan makan siang di meja... ucap bibi jum
iya bibi... ucap danu
kalau gitu bibi permisi den... ucap bibi jum
iya bibi... ucap danu
bibi jum pun meninggalkan kamar danu kembali ke belakang untuk mengerjakan pekerjaan lainnya,
sedangkan danu menutup pintu kamarnya dan kembali duduk di meja kerjanya untuk merapihkan kertas yang berantakan di meja dan menutup laptopnya,
lalu danu pun keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk makan siang,
sampai nya di ruang makan danu pun langsung duduk,
ada rasa sepi yang danu rasa karena tidak adanya caca yang biasa menemaninya,
danu pun mulai memakan makanan yang sudah di sediakan bibi jum untuknya dengan lesu tak bertenaga,
saat makan danu pun teringat pada caca, danu pun melihat jam yang ada di tangannya,
danu mengingat ini sudah lebih dari jam pulang kuliah caca namun kenapa caca belum juga pulang sampai saat ini, kemana caca pergi,
saat danu ingin menelpon caca danu teringat dengan apa yang bagas dan ratna katakan padanya,
maka danu pun mengurungkan niatnya, danu meletakkan ponselnya kembali dan melanjutkan makannya,
caca dan eko telah sampai di salah satu tempat makan,
eko pun memarkirkan mobilnya,
ayo sayang kita turun, kita makan dulu... ucap eko
iya kak... ucap caca
mereka pun turun dan masuk ke dalam tempat makan tersebut,
saat mereka yang baru saja duduk, pelayan pun langsung menghampiri mereka dengan membawa menu,
permisi, silahkan mau pesan apa? tanya pelayan memberikan buku menu
eko dan caca pun melihat menu yang di berikan
kamu mau pesan apa sayang... ucap eko
em, apa ya, bingung... ucap caca berpikir
eko dan pelayan pun menunggu caca,
tak lama eko memesan makanan,
mbak saya pesan ini sama ini, minumnya ini... ucap eko
sayang mau pesan apa? ucap eko bertanya lagi
mbak saya pesan ini deh sama minumnya ini... ucap caca
baik, ada tambahan lain... ucap pelayan bertanya
tidak itu saja... ucap caca
baik, di tunggu sebentar ya... ucap pelayan langsung meninggalkan meja
sayang nanti kita mampir ke supermarket dulu ya beli makanan kecil... ucap eko
memangnya mau ke mana sih kak, kok beli makanan segala...ucap caca
ikut saja, pasti kamu suka... ucap eko
__ADS_1
caca pun diam tak bertanya lagi,
tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang,
permisi... ucap pelayan mengantarkan makanan yang mereka pesan lalu meletakkan di atas meja
makasih... ucap caca dan eko
lalu pelayan itu pun pergi meninggalkan meja mereka,
ayo di makan, baru nanti kakak ajak kamu ke tempat yang kakak maksud... ucap eko
caca pun mulai memakan makanannya menuruti perkataan eko,
mereka pun menikmati makan tersebut,
hingga akhirnya mereka pun selesai makan,
ayo sayang... ucap eko mengajak caca pergi dari tempat makan itu
caca pun berdiri dari duduknya dan keluar bersama eko dan masuk ke dalam mobil,
eko pun menjalankan mobilnya ke tempat yang dituju,
sampailah mereka di tempat yang di maksud oleh eko,
ayo sayang turun kita sudah sampai... ucap eko
ini di mana... ucap caca
sudah ikut saja, pasti kamu suka... ucap eko
caca pun turun dari mobil, begitu pun dengan eko yang juga ikut turun,
ayo sayang... ucap eko menggandeng tangan caca dan membawanya ke tempat yang di maksud,
caca pun mengikuti langkah eko kemana ia akan membawa caca,
sampai nya di tempat yang di maksud oleh eko, itu adalah pantai, pantai yang terbilang sepi,bukannya sepi tanpa pengunjung namun memang belum banyak yang tau tempat itu,
ini tempat yang kakak maksud... ucap caca
iya sayang, bagaimana? ucap eko
caca suka... ucap caca
kita bersantai di sini ya... ucap eko
caca pun mengangguk,
ayo kita ke sana... ucap eko menunjuk tempat yang berada di bawah pohon,
mereka pun melangkah menuju tempat tersebut yang dimaksud oleh eko,
mereka pun menikmati suasana di sana sambil menikmati makanan yang tadi mereka bawa,
dengan kebiasaan eko yang hobi dengan memotret, maka eko pun sering sekali memotret caca dan mengeditnya,
entah sudah berapa banyak foto caca yang sudah eko simpan,
danu yang sudah selesai makan kini kembali ke kamarnya,
danu pun membaringkan badannya di atas tempat tidur sambil memandang langit-langit kamarnya,
bibi jum pun langsung merapihkan meja makan dan mencuci piring kotor yang tadi di gunakan danu,
setelah selesai bibi jum pun meninggalkan dapur dan kembali ke ruangan belakang,
caca dan eko masih berada di pantai, caca sedang bermain air di pantai dengan di temani eko, sambil berjalan menyusuri pantai,
saat sedang asik, eko pun mengajak caca untuk pulang, karena hari yang sudah mau sore
sayang, ayo kita pulang... ucap eko
bentar lagi ya kak... ucap caca
kita pulang sekarang sayang, nanti ayah dan ibu khawatir sama kamu... ucap eko
kakak tau sayang, cuma kakak enggak mau kamu kecapean, kamu butuh istirahat, lagi pula kita sudah lama berada di sini, kita pun bisa ke sini lagi, kakak juga sudah janji selalu nemenin kamu, jadi sekarang kita pulang ya... ucap eko
caca pun menganggu,
ayo... ucap eko mengajak caca pulang
mereka pun melangkah menuju mobil dan meninggalkan pantai,
sepanjang jalan mereka pulang, caca hanya diam,
eko tau caca masih merasa kesal, namun eko memilih membiarkan caca untuk lebih tenang, maka dari itu eko memilih diam dan tetap fokus mengemudi,
tak lama kemudian, caca dan eko pun telah sampai di rumah caca,
caca pun turun dari mobil, begitu pun dengan eko,
caca yang diam sepanjang jalan mereka pulang, akhirnya membuka suara
kakak, caca minta maaf ya... ucap caca
minta maaf untuk apa sayang... ucap eko
tadi caca kesel sama kakak... ucap caca
enggak apa sayang kakak paham kok, sekarang kamu masuk ya istirahat... ucap eko
kakak enggak mau masuk... ucap caca
kalau ada kakak nanti kamu enggak istirahat, lain waktu aja ya... ucap eko
caca pun mengangguk,
kalau gitu caca masuk dulu ya kak... ucap caca
iya sayang... ucap eko
danu yang mengetahui kepulangan caca pun keluar dari kamarnya dan melangkah menuju depan rumah,
caca pun melangkah masuk ke dalam rumahnya,
eko yang berada di depan pagar masih melihat caca yang melangkah,
saat caca sampai di teras rumahnya, danu pun membuka pintu dan keluar dari dalam rumah,
saat eko ingin melangkah menuju mobilnya untuk pulang, namun langkah eko terhenti, karena eko melihat danu,
eko pun langsung melebarkan matanya dan merasa kesal, eko terus memperhatikan caca dan danu,
raut muka caca pun berubah menjadi bahagia, eko melihat caca memeluk danu, mereka mengobrol sebentar di teras rumahnya lalu masuk,
setelah mereka masuk,
eko pun masuk ke dalam mobilnya dan langsung meninggalkan rumah caca,
eko yang sudah meninggalkan rumah caca terus berpikir apa yang telah dia lihat dengan mata kepalanya sendiri,
sialan, siapa laki-laki itu, kenapa bisa di rumah caca, sebenarnya mereka ada hubungan apa... ucap eko dengan kesal
eko penasaran dengan laki-laki itu, laki-laki yang pernah dia lihat di kampus,
aku harus cari tau siapa laki-laki itu sebenarnya... ucap eko
padahal eko sudah melupakan masalah gosip yang dia dengar, namun dengan kejadian hari ini, eko pun berniat untuk menyelidiki siapa laki-laki itu,
dengan kesal eko pun melajukan mobilnya menuju rumahnya,
sayang kamu kenapa baru pulang, habis dari mana sama eko... ucap danu melangkah masuk ke dalam rumah bersama caca
caca habis jalan-jalan ke pantai... ucap caca
pantai? kenapa enggak ngasih kabar ke kakak, kakak khawatir sama kamu takut ada apa-apa... ucap danu
__ADS_1
maaf ya kak, lain kali caca bilang deh... ucap caca
ya sudah, sekarang kamu ganti baju sana terus istirahat... ucap danu
iya kak... ucap caca
caca pun masuk ke dalam kamarnya meninggalkan danu
setelah kepergian caca, danu pun melangkah menuju ruang tv untuk menonton tv,
sampainya di ruang tv, danu pun langsung duduk dan menyalakan tv, menonton salah satu acara tv,
caca yang sudah berada di kamarnya, langsung meletakkan tasnya di atas meja belajar dan caca pun langsung membaringkan badannya di atas tempat tidurnya karena merasa lelah,
caca pun beristirahat sebentar sebelum caca mandi dan beristirahat,
hari sudah mulai sore,
bibi jum sudah berada di halaman rumah sedang menyapu,
sedangkan danu sudah berada di dalam kamarnya sedang mandi,
dan caca saat ini sedang tidur dengan masih berpakaian sama seperti saat caca pulang,
danu yang telah selesai mandi, keluar dari dalam kamarnya melangkah menuju kamar caca, danu ingin melihat keadaan caca,
saat danu sampai di depan pintu kamar caca, danu pun langsung membuka pintu kamar caca dan masuk,
saat danu berada di dalam kamar caca, danu melihat caca yang sedang tertidur dengan pakaian yang masih sama dengan yang danu lihat tadi saat caca pulang,
danu pun mendekat pada caca dan duduk di tempat tidur caca, untuk membangunkan caca karena hari sudah sore,
saat danu sudah berada di dekat caca, danu pun mengelus kepala caca dengan lembut, agar caca terbangun,
caca yang merasakan ada yang mengelusnya, langsung membuka mata dan melihat siapa yang sedang mengelusnya,
kakak... ucap caca yang memejamkan matanya kembali dan memeluk pinggang danu
ayo sayang bangun mandi, sudah sore... ucap danu
em, bentar lagi... ucap caca manja
ayah ibu bentar lagi pulang, nanti mereka lihat kamu masih berpakaian yang tadi pagi kamu pakai... ucap danu
iya deh, caca bangun... ucap caca merubah posisinya menjadi duduk namun matanya masih ia pejamkan
nah gitu dong... ucap danu
mandi ya, jangan tidur lagi... ucap danu
danu pun keluar dari kamar caca dan duduk di teras rumah menikmati suasana sore,
bibi jum yang sudah selesai dengan pekerjaannya,
melihat danu yang sedang duduk santai, bibi jum pun menghampiri danu dan menyapanya,
den danu, mau saya buatkan makanan atau minuman... ucap bibi jum
boleh bibi... ucap danu
baik, kalau begitu saya buatkan dulu, permisi... ucap bibi jum
iya bibi... ucap danu
bibi jum pun meninggalkan danu melangkah menuju dapur untuk membuatkan danu makanan dan minuman,
beberapa menit kemudian bibi jum pun telah selesai membuatkan makanan untuk danu,
bibi jum pun langsung mengantarkan makanan pada danu,
ini den makanan sama minumannya... ucap bibi jum pada danu dan meletakkan makanan dan minuman di atas meja
makasih bibi... ucap danu
kalau gitu bibi permisi ke belakang den... ucap bibi jum
iya bibi... ucap danu
bibi jum pun kembali ke dapur
setelah kepergian bibi jum, danu pun menikmati makanan yang di buat oleh bibi jum
caca yang berada di kamarnya sudah selesai mandi,
caca pun keluar dari kamarnya, melangkah menuju teras rumah,
saat caca sampai di teras rumah caca melihat danu yang sedang duduk,
caca pun menghampiri danu dan duduk bersama danu,
kakak... ucap caca yang langsung duduk
sudah mandinya... ucap danu
sudah... ucap caca
wah enak nih, minta ya... ucap caca mengambil satu makanan di atas piring
danu hanya melihat caca tanpa berkata apa-apa,
sayang bagaimana eko sekarang... ucap danu
maksud kakak bagaimana? ucap caca
ya, perlakuan dia ke kamu bagaimana... ucap danu
baik... ucap caca singkat
dia enggak ada bikin sedih kamu atau nyakitin kamu kan... ucap danu
kakak ini sebenarnya kenapa sih... ucap caca bingung dengan sikap danu
enggak, kakak hanya takut eko nyakitin kamu, atau memperlakukan kamu enggak baik... ucap danu
tenang aja kakak ku sayang, kakak eko selalu baik sama caca, berusaha bikin caca senang,
memang sikapnya agak cuek dan kaku, enggak kaya kakak, kak eko itu enggak bisa berkata manis dan membujuk dengan manja namun dia punya caranya sendiri, itu yang caca liat... ucap caca
jadi kamu nyaman... ucap danu
agak kurang nyaman sih, soalnya caca biasa sama kakak yang selalu bisa bikin caca nyaman dengan cara kakak sekarang harus menghadapi sikap kak eko yang cuek, tapi caca mencoba buat ngertiin kak eko, kak eko pasti bisa berubah... ucap caca
jadi kamu sudah yakin dengan eko... ucap danu
iya... ucap caca
danu yang mendengar perkataan caca, danu pun berpikir untuk berbicara pada eko dan merestui hubungan mereka, seperti yang di katakan bagas dan ratna, danu harus bisa mempercayai eko yang akan menjaga caca kedepannya di saat danu mulai sibuk,
mereka pun menikmati kembali suasana sore
hari sudah berganti malam,
bibi jum dan ratna sudah sibuk di dapur, memasak untuk makan malam,
sedang akan bagas, caca dan danu sedang menonton tv,
beberapa menit kemudian, makan malam pun telah siap dan telah di hidangkan di meja makan,
ratna pun meninggalkan dapur memanggil suami serta anak-anaknya untuk makan,
sayang, ayo kita makan, makan malam sudah siap... ucap ratna yang berada di ruang tv
ayo kita makan... ucap bagas berdiri dari duduknya
danu dan caca pun ikut berdiri dan mereka pun melangkah menuju ruang makan,
sampainya di ruang makan mereka pun langsung duduk,
bibi jum pun langsung melayani bagas, ratna, caca dan danu
__ADS_1
setelah selesai bibi jum pun kembali ke dapur untuk makan juga bersama mang ujang,
bagas, ratna, caca dan danu telah menikmati makan malam yang terhidang dengan suasana canda tawa dan kehangatan sebuah keluarga