MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 20 - MALAM PERTAMA


__ADS_3

Lala keluar dari kamar mandi. Ia telah selesai membersihkan diri. Tubuhnya sudah tidak lengket lagi. Ia kini sudah fresh dan siap untuk melewati malam pertama dengan suami dadakannya itu.


Lala melihat Andra yang masih terbaring di tempat tidur. Sepertinya pria itu begitu kecapekan. Tapi mana boleh malam pertama ini dilewatkan begitu saja.


Langkah kaki Lala berjalan menghampiri Andra. Ia pun duduk di tepi tempat tidur.


"Tampannya suamiku ini!" gumam Lala yang kagum pada pahatan ciptaan Tuhan itu.


Andra itu sangat tampan, bahkan berkali-kali lipat ketampanannya. Ia beruntung memiliki Andra dan sangat bersyukur pastinya. Penantian selama ini tidak sia-sia.


Meski Andra berpacaran dengan wanita lain. Tapi nikahnya dengan Lala juga.


Tangan Lala terukur akan menyentuh wajah Andra, tapi kegugupan membuatnya mengurungkan niat itu. Lala kembali menarik tangannya.


"Om Andra!" bisik Lala dengan nada manja.


Melihat Andra yang masih diam. Lala memberanikan diri akan menyentuh wajah Andra.


Dengan tangan yang bemetaran Lala mentoel pelan pipi suaminya.


'Astaga!' perasaan Lala berdebar hebat. Baru mentoel pipinya Andra saja, ia sudah sebahagia ini. Bagaimana lagi jika ia mentoel-toel yang lainnya?


Andra pun membuka matanya, karena merasa terusik. Dan...


"Astaga!!!" Andra yang baru bangun kaget dan repleks mendorong wajah Lala yang terlalu dekat dengannya.


"Aduh, Om Andra!" Lala memegangi wajahnya yang didorong Andra.


"Kamu ngap-" Andra yang bangkit menjeda ucapannya. Ia melihat Lala, lalu membuang pandangannya segera.


"Kenapa kamu tidak pakai baju, Lala?" Andra menghembuskan nafas kasar. Lala saat ini hanya terlilit handuk di da-da. Bikin silap saja.


"Memang harus pakai baju ya, Om?" malah Lala bertanya balik. Pertanyaan apa itu?


"Pakai bajumu!" pinta Andra yang masih membuang wajahnya.


"Om, ini malam pertama kita loh. Kita akan melakukan hmm hmm itu. Jadi ngapain pakai baju, nantikan dilepas juga!" ucap Lala dengan lancar tanpa ada malu atau bagaimana.


"Astaga!" Andra mengusap wajahnya. Lala itu wanita, tapi bisa berucap seperti itu.


"Sudah sana Om mandi!" Lala akan menyentuh lengan suaminya, tapi Andra segera mendorong Lala ke lemari.


"Kamu pakai bajumu sekarang!" setelah mengatakan itu Andra berjalan ke kamar mandi. Pria itu amat sangat kesal.

__ADS_1


Lala membuka lemari pakaian dan mulutnya langsung menganga melihat isinya.


'Oh, Om Andra mau melihatku pakai baju seperti ini toh. Om Andra terlalu banyak berbasa basi!' Lala tersenyum genit. Ia mengambil satu pakaian itu dan memakainya.


Sementara Andra di dalam kamar mandi, melihat dirinya dalam pantulan cermin. Ia sudah selesai mandi dan kini hanya terlilit handuk di pinggang.


Tadi saat masuk kamar mandi, ia lupa mengambil pakaiannya. Bagaimana ia keluar dengan hanya memakai handuk seperti ini.


Andra berkali-kali menghembuskan nafas dengan kasar. Lala agak agresif, jika ia keluar seperti ini. Entahlah, pria itu tidak bisa memikirkan bagaimana Lala menatapnya.


'Apa dia sudah memakai baju ya?' batin Andra ragu. Jika Lala masih memakai handuk dan dia keluar dengan masih terlilit handuk juga.


Andra menggelengkan kepala. Ia tidak bisa memikirkan kelanjutannya.


Andra memeluk tubuhnya, ia mulai merasa kedinginan. Ia harus keluar dan mengambil pakaian. Jika menunggu sampai pagi, ia bisa beku di kamar mandi.


Pria itu berencana setelah keluar dari kamar mandi, ia berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya. Lalu kembali masuk ke kamar mandi. Ia tidak akan melihat Lala.


Mau wanita itu sudah pakai baju atau masih terlilit handuk. Terserahlah, ia tidak akan melihat Lala.


Andra menghembuskan nafasnya terlebih dahulu sebelum keluar. Ia berharap Lala sudah tidur atau tidak tahu ia keluar dari kamar mandi.


Dengan pelan-pelan Andra membuka pintu kamar mandi, agar tidak terdengar suara pintu terbuka.


"Hai, suamiku!" sapa Lala dengan wajah full senyum. Ia sudah menunggu Andra di depan kamar mandi.


"Astaga, Lala!!!" Andra sangat kaget dan lagi ia membuang pandangannya.


"Kamu kenapa pakai baju begitu?" Andra tidak habis pikir. Lala memakai baju berongga, yang menyesatkan. Membuat lekuk tubuh Lala tercetak jelas.


"Aku sudah pakai baju loh, Om!" Lala sudah menuruti pinta suaminya. Apa lagi yang salah?


"Tapi bukan baju seperti itu!" tunjuk Andra tanpa melihat. Nafas Andra jadi naik turun. Lala benar-benar cobaan baginya.


Meski ia sudah sah menikah dengan Lala, Andra sama sekali tidak ingin menyentuhnya. Tapi, jika Lala makin menggodanya terus. Ia bisa goyah juga.


"Bagaimana, Om? aku seksih kan?" tanya Lala dengan suara yang sengaja ia serak-serakkan.


"Astaga!!!" Andra masih mengucap. Ia pun mengedarkan pandangan ke mana pun. Asal jangan ke arah Lala.


Andra tak mau berlama-lama seperti ini. Ia berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya. Tapi...


Tangan Lala malah memeluk tubuhnya dari belakang.

__ADS_1


"Lala, lepas!" pinta Andra dengan nafas bergemuruh. Tangan mungil itu mengelus-elus perutnya. Membuat sesuatu terasa mulai panas.


"Apanya yang mau dilepas, Om?" tanya Lala sambil tersenyum geli. Ia sengaja berjinjit meniup leher Andra.


Lala sangat sengaja biar pria itu menggeliat kegelian. Lalu Andra jadi tergoda.


"Tangan kamu, Lala!" perjelas Andra sambil mengusap lehernya yang jadi merinding.


Bukannya melepaskan, Lala malah semakin mengeratkan pelukannya. Bahkan sekarang sengaja menempelkan kedua asetnya di punggung itu.


"Astaga, Lala!!!" Andra kembali mengucap saat merasakan sesuatu yang kenyal di punggungnya.


"Om Andra!!!" panggil Lala yang merasa tubuhnya sudah panas dingin. Ia sudah menyentuh tubuh berte-lanjang da-da itu.


"Om Andra sangat seksih!" ucap Lala kembali. Andra membuatnya mulai menggila.


"Lala, hentikan!" Andra menaikkan suaranya. Lala makin lama makin menjadi saja. Bocah ini tah sudah belajar dari mana, menggodanya seperti ini.


Lala terus saja memancing gairahnya. Andra itu pria dewasa, ia bisa saja melakukan hal seperti itu mengikuti hawa n@fsunya. Ia bisa melakukan hal seperti itu tanpa memakai perasaan sedikit pun.


"Lala, lepaskan!" Andra harus segera berpikir jernih. Jika ia menggauli Lala, ia akan terjebak selamanya dengan wanita itu. Ia tidak mencintai Lala.


Andra mencoba melepaskan tangan Lala yang makin erat memeluknya. Karena ia seorang pria, dengan sedikit tenaga tangan Lala jadi terlepas juga.


"Om Andra... aku ini istrimu!" ucap Lala kesal melihat Andra menolaknya. Pria itu malah mengambil pakaian dan akan kembali ke kamar mandi.


Lala kembali menahan Andra. Ia kembali memeluk tubuh Andra dari belakang.


"Lala, lepaskan aku!" Andra sangat kesal. Ia pun menepis tangan Lala. Membuat tangan Lala tidak sengaja memegang handuk yang terlilit di pinggang Andra.


Dan...


Lala menutup mulutnya saat melihat sesuatu. Sesuatu yang bersembunyi dibalik handuk yang membuat otaknya jadi berkelana.


"Lala... tutup matamu!" Andra benar-benar kesal segera menaikkan handuknya.


"Astaga!!! Sosis gantung..."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2