MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 39 - 3 BULAN


__ADS_3

Malam itu Ayaz membawa Lala menemui keluarga Andra. Ia ingin menyelesaikan permasalahan sang putri.


Lala duduk di samping papanya sambil memeluk lengannya dengan erat. Di depannya juga ada Andra dan kedua orang tua suaminya itu.


"Kedatangan saya kemari-"


"Lala ingin bercerai dari Mas Andra!" ucap Lala dengan tegas dan yakin menyela perkataan papanya.


"Lala, kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Mama Leni yang terkejut mendengar ucapan Lala. Mendadak ingin bercerai dari Andra.


"Mas Andra mengatakan sedang mencari waktu yang tepat untuk berpisah dengan Lala. Jadi Lala pikir bercerai akan lebih baik, agar Mas Andra tidak merasa terbebani." Jelas Lala menahan sesak di dadanya. Selama ini sudah berusaha menjadi istri yang layak, tapi Andra tetap ingin berpisah darinya.


"Andra!!!" Dani menaikkan intonasi suaranya. Ia tidak menyangka putranya mengatakan hal seperti itu.


"Kita semua tahu, Andra terpaksa menikah dengan Lala. Jadi menurut saya, lebih baik mereka bercerai saja. Saya tidak mau putri saya terus bersedih karena Andra." Ayaz mendukung keinginan putrinya. Dengan bercerai dari Andra, Lala bisa melanjutkan kehidupannya. Putrinya berhak bahagia meski tanpa Andra.


"Tapi Pak Ayaz, Andra dan Lala masih dalam tahap-"

__ADS_1


"Lala sudah berusaha bertahan dengan pernikahan ini. Tapi Andra tetap ingin berpisah juga. Jadi biarkan saja mereka berpisah, Pak Dani!" Tegas Ayaz kembali.


Andra hanya diam saja mendengar perdebatan papa dan mertuanya. Ia melihat ke arah Mamanya yang berwajah sedih. Seolah kecewa dengan dirinya.


"Andra, kamu mau berpisah dari Lala?" tanya Mama menatap sendu ke arah Andra. Ia tidak ingin adanya perpisahan.


"Ma, maafkan aku!" Andra menundukkan kepalanya. Ia juga tidak bisa mempertahankan pernikahan mereka itu. Ia tidak bisa mencintai Lala.


Dani mengusap wajahnya dengan kasar, mendengar perkataan putranya itu.


Kedua orang tua Andra tidak ingin Andra berpisah dengan Lala. Mungkin Andra dan Lala hanya butuh waktu saja.


Wajah Lala jadi sendu ditanya tentang cinta. Sampai saat ini, ia sangat mencintai Andra. Meskipun perasaanya tidak terbalas, ia selalu mencintai pria itu.


"Lala sangat mencintai Mas Andra, Ma. Tapi, Mas Andra nggak pernah cinta sama Lala." Ucap Lala dengan nada bergetar. Cintanya selalu bertepuk sebelah tangan.


"Pak Ayaz, sepertinya kita harus memberikan waktu pada mereka." Ucap Dani masih nerusaha mempertahankan pernikahan putranya.

__ADS_1


Ayaz menarik nafas sambil menggelengkan kepala. Putrinya masih saja mencintai Andra. Lala dibutakan oleh cintanya yang menurut Ayaz lebih ke obsesi.


"Baiklah, saya akan memberikan waktu selama 3 bulan. Tapi selama itu, Lala akan tinggal di rumah saya. Jika Andra menganggap Lala istrinya, ia bisa mendatanginya. Dan jika tidak, maka biarkan saja mereka berpisah." Ucap Ayaz. Ia tidak mau Lala berada di rumah Andra. Biarkan saja Andra yang datang menemui Lala di rumahnya.


Ayaz tidak mau Lala yang mengejar-ngejar suaminya itu. Ia ingin melihat bagaimana keinginan Andra sebenarnya.


Walaupun Ayaz tahu, Andra masih bertahan dengan pernikahannya. Karena Mamanya. Tidak mau membuat Mamanya itubersedih.


"Papa!" Lala menatap sendu melihat papanya. Ia merasa sedih dipisahkan dengan Andra. Padahal tadi niatnya berpisah sudah sangat yakin. Tapi kini ia jadi labil.


"Sudahlah, Lala. Dengan begitu kamu akan tahu, pernikahan kalian perlu dipertahankan atau tidak!" tegas Ayaz meyakinkdn putrinya.


Lala mengangguk setuju. Ia akan melihat bagaimana sikap Andra 3 bulan ke depan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2