MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 47 - KENCAN?


__ADS_3

Selama bekerja, Lala bolak balik melihat waktu. Ia senyum-senyum sendiri. Andra akan menjemputnya. Membayangkannya saja sudah membuat hatinya meleleh.


"Kenapa senyum-senyum terus, La?" tanya Riri penasaran.


"Ada deh." Lala akan merahasiakannya.


"Kasih tahu dong!" Riri jadi penasaran.


"Mas Andra mau menjemputku hari ini." Bisik Lala pelan.


"Wah... Om Andra mau menjemputmu?" Riri malah mengulang dengan kuat. Padahal Lala berbisik mengatakannya.


"Astaga!!! Riri!!!" Lala jadi kesal. Rekan-rekannya jadi melihat ke arahnya.


"Maaf, La. Ceplos!" Riri menutup mulutnya.


Sementara Romeo terdiam mendengar hal itu. Ada rasa tidak suka, Andra mau menjemput Lala. Tapi mau bagaimana, Lala sudah menikah dengan Andra.


"Ri... Aku ke toilet dulu ya." Ucap Lala setelah melihat jam tangannya. Sebentar lagi jam kantor akan berakhir.


"Lala-Lala. Dasar Bucin!" geleng Riri melihat Lala sudah berlari pergi.


Riri senang, sepertinya hubungan Lala dengan Om-nya itu mulai dekat. Tapi ia melirik Romeo yang dari tadi diam saja.


"Rom." Panggil Riri.


"Hmm." Jawab Romeo sekenanya.


"Lupakan perasaanmu itu! Lala sudah menikah." Riri mengingatkan.


Romeo diam saja dan melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.


'Romeo!' batin Andra yang berdiri di dekat meja mereka. Ia mendengar pembicaraan Riri pada Romeo.


'Dia menyukai Lala?!' Andra mengangguk paham. Wajar saja, tidak ada pertemanan di antara pria dan wanita.


"Om... Om Andra." Riri sangat kaget melihat Andra di belakangnya.


"Riri... apa kabar?" tanya Andra berbasa basi.


"Ba-baik, Om." Jawab Riri gugup.


"Om Andra kok di sini?" tanya Riri kembali.


"Oh, tadi ada bahas kerja sama sama papanya Lala. Jadi sekalian mau jemput Lala pulang." Jelas Andra sambil melirik Romeo yang tampak sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Oh, iya." Riri mengangguk cepat. "Lala, sedang di toilet, Om."


Andra mengangguk dan matanya melihat ke arah depan.


Deg... Ser...


Hati Andra berdesir melihat Lala.


Lala terlihat sangat cantik. Rambutnya digerai membuatnya tampak mempesona.


"Mas Andra, sudah sampai?" tanya Lala yang langsung membuyarkan lamunan Andra.


"Iya, tadi aku ada kerja sama dengan papa." Ucap Andra.


Lala mengangguk mengerti. Ia melihat waktu yang sudah menunjukkan jam kerja sudah berakhir.


"Ayo, pulang!" ajak Andra.


Lala membereskan barangnya. Lalu mengambil tasnya.


"Riri, Meong, aku duluan ya." Pamit Lala pada temannya.


"Hati-hati ya." Riri melambaikan tangannya. Sementara Romeo hanya mengangguk tanpa melihat.


'Meong?' Andra jadi penasaran siapa yang dipanggil Lala begitu.


"Iya, Mas." Jawab Lala cepat.


"Mau jalan sebentar?"


"Bo-boleh, Mas." Jawab Lala. Lalu memiringkan wajahnya yang menahan senyuman.


'Apa ini kencan?!' Lala jadi berpikiran seperti itu.


Mereka sampai di mobilnya Andra. Lala melihat Andra yang masuk ke dalam mobil, hingga Lala masuk sendiri. Ia berpikir Andra akan membukakan pintu mobilnya.


'Seharusnya tadi aku bukai pintu dulu.' Batin Andra setelah mereka duduk.


Selama di perjalanan, mereka saling diam. Andra fokus pada jalanan. Dan Lala tidak bertanya mereka mau ke mana.


Andra membawa Lala ke sebuah bioskop. Ia ingin menonton film.


'Wah... Ini kencan!' Lala sangat bahagia.


"Tunggu sebentar aku beli tiket." Ucap Andra dan berlalu pergi.

__ADS_1


Lala mengembangkan senyum setelah Andra berlalu. Dari tadi di depan Andra, ia hanya mengulum senyum saja.


'Mau menonton film apa?' Lala jadi bertanya-tanya. Andra memesan tiket film apa? pria itu tidak ada bertanya padanya.


"Ayo!" Ajak Andra seraya memberikan cemilan yang dibawanya.


Lala pun mengikuti pria itu. Mereka pun duduk sesuai tiket.


'Astaga!!!' Lala menutup matanya. Ternyata film horor yang ditonton.


Lala mencoba memberanikan diri menonton. Tapi saat bagian menyeramkan, ia ikut berteriak bersama pengunjung lain.


Andra merasa lucu, begitu saja Lala sudah takut. Ia pun membawa kepala Lala menyandar padanya.


"Kalau takut, tidurlah." Ucap Andra dengan suara berbisik.


Tak lama, film telah selesai. Dan Andra melihat Lala tertidur pulas. Wanita itu benar-benar menurut padanya.


"Lala, ayo bangun." Andra menggoyangkan tubuh Lala.


"Maaf, Mas. Lala ketiduran." Lala merasa tidak enak.


"Tadi seharusnya kita pulang saja." Ucap Andra seraya bangkit dan berjalan pergi.


Melihat itu Lala pun bangkit dan berjalan mengejar. Karena baru bangun, Lala berjalan dengan sempoyongan dan terjatuh.


"Aduh..." Ucap Lala saat terduduk di lantai.


Andra menoleh dan kembali mendekat.


"Ayo." Andra membantu Lala berdiri. Dan merangkulnya berjalan keluar ruangan bioskop itu.


Selama berjalan, mata Lala terus memandangi suaminya itu. Hatinya terus berdebar kencang. Andra terlalu dekat dengannya, hingga hatinya berpacu.


"Mas Andra..." Panggil Lala saat mereka sudah sampai di parkiran mobil.


"Apa?" tanya Andra melihat Lala yang begitu berbinar menatapnya.


"Bolehkah... Lala mencintaimu, Mas?"


Deg... Deg... Ser...


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2