
*Di tempat lain dirumah Sera*
" Non saya pamit dulu. " Ucap Pak Rahmat
" Hmmm...., sekalian Pak Rahmat panggil Bi Rina kesini, suruh Bi Rina bawa obat demam dan kompres demam dengan air biasa.
" Baik Non. "
" Bagaimana Sis keadaanya. "
" Belum berubah masih sama Sindi siuman. "
" Mana sih Mami lama banget nih. "
" Permisi Non, ini semua barang yang Non minta." ucap Bi Rina
" Ohh iya Bi, makasih Bi."
" Saya permisi Non. "
" Tunggu Bi, tolong bantu Bi obatin teman saya. "( maklum anak orang kaya ngak ada pengalaman mengobati orang sakit)
" Baik Non. "
" Siapa yang mau diobatin Non?." tanya Bi Rina
" Hey Sis minggir jangan ngalangin."
" Ehh iya." jawab Siska terkejut karena sangat khawatir dia tidak melihat ada Sera yang membawa Bi Rina untuk mengobatin Elma
saat Bi Rina ingin mengompres sahabat majikanya ia terkejut
" Elma !!. " Ucap Bi Rina terkejut
" Haa?? Bibi kenal dengan sahabat saya? " tanya Sera yang terkejut
" i.. ya Non dia adalah anaku Non. "
" Benarkah. " Sera dan Siska yang kaget
" Iya Non. "
"Hmm baguslah, Bibi obatin dulu, saya telepon Mami dulu mau tanya sdh dimn sekarang." Ucap Sera yang senang mendengar perkataan Bi Rina
" Baik Non. "
" Sis kamu tunggu sini temenin Bi Rina, saya kedepan dulu."
__ADS_1
" Ok Ser. "
" Halo Mi, kok lama sekali." Ucap Sera yang kesal dengan Maminya
" Iy sayank, sabar ini sudah dekat."
"Ok Mi cepat ya Mi, dah. "
Beberapa menit kemudian
" akhirnya Mami sampe ayoo Mi, ayo Dok cepat. "
" Iya sayank."
" Baik nona. "
ucap mereka berdua
" Bi, Sis dokternya sudah datang."
" I.. ya Non." ucap Rina yang tidak tega ninggalin anaknya untuk keluar kamar karna menganggu pemeriksaan ( Hmm orang kaya mah kalo dokter pribadi mah bukan hanya satu, mereka kalu bawa dokter sama asisten asistenya yang berjumlah lima orang )
" tenang aja Bi dokter Riko hebat kok. " Jawab Sera menenangkan Ibu Elma.
" Iya Non makasih"
" Ehh ngak aku apa apain. " Jawab Sera
" Lalu kenapa wajah Bi Rina sedih. "
" Gini mi temen aku ini anaknya Bi Rina. "
" Haaa, bener Bi!" Ucap Mami Sera
" Iya nyonya. "
" Oooh...." ucap Mami Sera yang mengerti
" Loh Siska udah lama ngak ketemu, sejak Kuliah ngak pernah kerumah tante. "
" Baru 4 bulan ngak kesini tante masa udah lama. " jawab Siska dengan candaanya
" Loh nak Sindi mana kok ngak kesini. "
" Mi." Ucap Sera yang ikut masuk pembicaraan mereka berdua
" Iya sayank, ada apa?. " tanya Mami Sera
__ADS_1
" Sebenarnya yang dirawat itu Sindi mi. "
" Haaaa." Ucap Mami Sera yang terkejut
" kenapa ngak bilang dari tadi sihh sayank. "
" Ya kan Mami ngak nanya siapa namanya yang di rawat."
" Berarti anak Bi Rina."
" Iya mi. "
" Bi Rina sini. " ucap Mami Sera
" Iya nyonya. "
" kami sudah tau apa yang terjadi pada keluarga kalian, kami sering mendengar curhatan Sindi pada saat kalian di buat tidak adil oleh mantan suamimu. "
" Maaf kan anak saya nyonya karena lancang curhat dengan nyonya, saya siap di pecat tapi jangan sakiti anak saya nyonya yang telah berani bergaul dengan nona besar." Ucap Rina dengan wajah memohon
" Kenapa minta maaf Bi kami menerima Sindi karena kebaikan Sindi dan kepolosanya itu, dan kami berteman sudah lama, kami berdua tidak mempermasalhkan status sosial kami, kami berdua menerima Sindi karena dia adalah sahabat kami yang kami sayangi." Ucap Sera
" MAMI Sera dan Siska pun mengangukan kepalanya. " yang menandakan setuju dengan ucapan Sera
" makasih Non, saya bersyukur Nona masih menerima Elma apa adanya dan berterima kasih atas ucapa nona
" Ngak papa kok Bi santai aja. "
" Iya non."
Beberapa saat kemudian dokter Riko datang menemmui mereka berempat
" bagaiman keadaan anak saya dok. " tanya Rina
" Anda Ibu. "
" iya dok. "
" Ooh begini, anak anda hanya mengalami demam, dia harus istirahat total agar cepat sembuh. "
" tapi kenapa dia sampai pingsan dok?. " tanya Sera yang khawatir
" dia bekerja lebih terlalu keras yang melampaui batas kemampuan tubuhnnya. " jawab dokter Riko
"Anak saya tidak bekerja Dok dia hanya kuliah.. " ucap Bi Rina
" Mmm begini Bi sebenarnya Sindi bekerja di restoran keluarga kami.. "
" Haaaa. " Ucap Mami Sera dan Bi Rina yang terkejut
" bagaimana bisa kamu mempekerjakannya nak. " tanya Mai Sera menggunakan nada tinggi
__ADS_1
" bu..kan saya Mi yang paksa, Sindi yang memaksa kerja, dia bilang ingin bantu Ibunya karena kasian melihat Ibunya kerja keras. " Jawab Sera
mereka berduapun paham karen mereka berdua tau sifat Elma yang tidak tega apabila melihat orang yang disayanginya bekerja terlalu keras