
Bruak
Bruk
Tang
Tak
Tok
Klenteng
Andra yang sedang tidur di sofa terbangun karena mendengar suara berisik di dapur. Suara yang seperti kapal pecah dan seperti peperangan juga.
Tadi malam, ia memilih tidur di sofa saat Lala terlelap. Jika langsung menuju sofa, wanita itu akan terus mengikutinya.
'Apa yang dia lakukan sih?!' ronta Andra menutup kepalanya dengan bantal. Ia masih sangat ngantuk, tapi Lala sudah membuat keributan saja.
Rasa kantuk membuat Andra melanjutkan tidurnya. Tapi...
Sementara Lala tampak sibuk di dapur. Ia berencana akan membuatkan Andra sarapan. Ia yang tidak pernah memasak, belajar dari berbagai sumber dan video tutorial juga. Tampaknya sangat gampang memasak, ternyata...
"Kenapa susah sekali sih?!" Lala jadi kesal. Ia akan membuat telur mata sapi, tapi saat memasukkan telur ke dalam teplon, malah cangkangnya ikut masuk juga. Seperti enggan berpisah saja.
"Aduh!!!" Lala memegangi tangannya yang kena ujung teplon saat akan mengambil cangkang tersebut.
Lala menahan tangisannya, sambil menghisap jarinya. Memasak sangat sekali. Padahal ia ingin membuat sarapan untuk Andra. Untuk suami tercintanya.
Tak lama, Andra yang sudah bangun dan membersihkan diri. Melihat Lala yang begitu ribut di dapur. Tah apa yang sedang dibuat wanita itu.
"Astaga, Lala!!!" pekik Andra yang jadi kesal. Dapurnya sangat berantakan. Cangkang-cangkang telur sudah bertaburan. Bahkan telur gosong juga berceceran.
Lala bukan sekali melakukan eksperimen itu, tapi berkali-kali. Tah berapa telur yang mubajir terbuang.
"Selamat pagi, suami Lala yang tampan!" sapa Lala lalu menghampiri Andra. Ia meninggalkan telur yang masih dimasaknya itu.
Senangnya Lala melihat Andra pagi-pagi sudah mandi. Pasti wangi dan rambut yang setengah basah itu, tampak sangat seksi sekali.
"Mau apa?" tanya Andra menahan kening Lala dengan telunjuknya.
"Mau cium. Morning kiss loh, Om." Jawab Lala santai, seolah mereka pasangan yang sangat romantis habis. Ia memajukan bibirnya.
Andra mendengus. "Lihat, apa yang sudah kamu lakukan pada dapurku?"
Andra menunjuk dapurnya dan melihat kompor yang sudah berasap.
"Telurnya gosong!" Lala bingung sendiri dan berlari ke kamar mandi.
Andra pun segera mematikan kompor dan...
Byur
"Lala!!!" Andra memelototi Lala. Wanita itu malah menyiram kompor dengan air. Padahal tinggal dicetek saja itu kompornya.
Apa Lala pikir ini kebakaran?!
"Lala cuma mau memandamkan api, Om!" bela Lala sambil menunduk, ia takut melihat wajah tidak senang Andra.
__ADS_1
"Kalau nggak bisa masak itu, tahu dirilah, La! Jangan menyusahkan saja!" Andra sedikit membentak Lala. Ia hanya ingin Lala diam saja.
"Lala mau buat sara-"
"Aku tidak perlu sarapan!!!" kini Andra malah membentak Lala. Ia sangat kesal sekali.
Dibentak seperti itu membuat Lala jadi sedih. Air matanya pun jatuh berlinang. Lala segera berlari ke kamar.
Andra tidak peduli melihat Lala, ia pun terpaksa membersihkan kekacauan yang dibuat Lala di dapur.
\=\=\=\=\=\=
Setelah membereskan dapur Andra ke kamar. Ia melihat Lala yang bergumul dalam selimut.
Pasti wanita itu merajuk dan ngambek. Ia baru ingat jika tadi sudah membentak Lala, padahal seharusnya tidak boleh begitu.
"Hei... aku mau pesan makanan? Kamu mau pesan apa?" tanya Andra setelah meraih ponselnya.
Tak ada sahutan, Andra memanggil kembali.
Karena tetap tidak ada sahutan, ia pun membuka selimut Lala. Andra melihat wajah terlelap yang sangat sembab.
Pasti Lala menangis, karena ia sudah membentaknya tadi.
Ponsel Andra pun berdering ada telepon dari Mamanya. Andra pun mengangkatnya.
Tak lama...
"Aku nggak mau!" Lala membuang wajahnya. Andra mengajaknya ke rumahnya, karena Mama memaksa mereka untuk datang.
Sudah berapa hari Lala berpisah dari mereka?
Wajah Lala jadi sendu, ia sangat merindukan mereka. Tapi, ia merasa malu menemui mereka dengan wajah sembab seperti ini.
Wajahnya bisa membuat papa Ayaz menghajar suaminya itu, karena membuatnya menangis.
Kalaupun tidak dihajar, mungkin papanya akan terus bertanya kenapa dan mengapa.
"Lala! Ayo, cepat!" paksa Andra tidak sabaran.
Lala menggelengkan kepala.
Andra tetap memaksa.
Hingga akhirnya Lala merentangkan tangannya. Ia akan menurut, tapi...
"Mau apa?" tanya Andra mengerutkan dahinya.
"Peluk, Om!" pinta Lala pelan dan berharap. "Peluk aku. Baru aku mau ke rumah Mama."
"Tidak!" Andra ogah memeluk Lala.
"Om, aku ini juga sedang sedih. Dihibur sambil dipeluk dong!" bujuk Lala agar Andra membujuknya begitu.
"Ya, sudah. Aku tidur lagi!" Lala membaringkan tubuhnya. Ia akan tidur saja kembali.
"Astaga!!!" Andra tidak habis pikir melihat Lala.
__ADS_1
"Om Andra!!!" pekik Lala kaget. Andra mengendongnya ala karung beras. Dan membawa menuju kamar mandi.
"Cepat mandi!" ucap Andra menurunkan Lala di depan kamar mandi.
"Mandi bareng yuk, Om!" goda Lala sambil menaikkan kaosnya. Membuat kaca mata gantung itu hampir terlihat.
Andra yang kesal mendorong Lala, hingga masuk ke kamar mandi.
"Huft..." Andra bernafas lega setelah mendorong Lala masuk ke kamar mandi.
Suara ponsel Lala berdering. Ia pun melihat papanya Lala yang menelepon.
Andra bingung mau menjawab atau tidak. Dan lebih memilih tidak menjawab saja.
Om Ayaz menelepon Lala, pasti karena ingin berbicara dengan anakya itu.
Panggilan itu berakhir. Mata Andra melihat wallpaper di ponsel Lala.
"Astaga!!!" Andra benar-benar tidak habis pikir. Lala diam-diam mengambil fotonya dan menjadikan wallpaper ponsel.
Bukan foto pernikahan mereka, tapi foto Andra yang sedang tidur. Tidur dengan mulut menganga.
Andra tidak bisa membiarkan Lala menyimpan fotonya yang seperti itu. Jika orang lain tahu, itu akan jadi aibnya.
Galeri dibuka Andra. Dan lagi pria itu mendengus kesal. Bukan cuma 1 foto saat tidur. Tapi sangat banyak. Bahkan semuanya menganga.
'Memalukan!!!' Andra pun menghapus foto-foto tersebut.
Lalu Andra melihat screenshot yang diambil Lala.
Resep membuat telur mata sapi
Resep menyambal ikan
Resep menggoreng ayam kriuk
Resep membuat udang tumis bakar
Resep membuat sop daging
Dan banyak lagi resep-resep lainnya.
Andra terdiam sesaat. Resep-resep itu makanan favoritnya semua.
Pria itu tersenyum sinis, apa Lala bisa membuat itu?
Bahkan untuk menggoreng telur saja, Lala belum tamat.
Tunggu, Andra tampak berpikir...
'Apa dia berencana mau menghancurkan dapur lagi?!'
.
.
.
__ADS_1