
" " Haaai kak " " para mahasiswi menyapa
"Haaaaaii"...... mereka idola kampus menjawab kecuali Farhan dan Sean (Ya kalian tau sendiri kan sifat mereka berdua)
" Kakak ingin kemana ". celetuk salah satu mahasiswi yang sedang berkumpul
"Kami berlima ingin.... ....". jawab Rian namun di potong oleh sahabatnya Sean
" Bukan urusan kalian kami ingin kemana itu bukan urusan kalian jangan mengganggu kami " jawab Sean sinis
" ke 4 sahabatnya terkejut meliat Sean bicara sangat sinis"
" Woooi brooo habis kesambet apa luuu". tanya Rehan yang merasa heran
" Yaa niihh biasanya cuuuek banget kaloo masalah beginian ". celetuk Mahres
" hmmmmm". jawab Sean cuek \( **sebenarnya Sean melihat Elma dari jauh dan ingin menghampirinya**\)
" maaf kan temen kakak ya ngak biasanya dia gini, maaf ya" . kata Rian
" nga papa kok kak ".. celetuk gadis yang tadi ngomong
" Sean langsung meninggalkan mereka berempat dan ingin menemui Elma namun Sean telat Elma sudah berada di mobil Sera"
" Sialll ". gumam Sean
" wooi tungguin napa " teriak Mahres
" sahabat Sean merasa heran dengan tingkah Sean "
" woiii lu ngapain sih daritadi kok keliatan aneh gituu? " tanya
" iyanih, sudah ganggu kesenangan kami para lelaki tampan, sekarang malah nyelonong pergi aja.." balas Rehan
" ngak papa". jawab Sean dengan santai
" An lu ngak papa kan (singkatan Sean) " tanya Farhan ( Farhan adalah sahabat dari SMP Sean)
" hmmmm". jawab Sean
" udah ah, yuuk kita pergi ke tempat nongkrong kita ". celetuk Rian
" hmm ". jawab Sean
" beberapa menit yang lalu di tempat lain di kampus "
" Ser lu lama amat siiih dasar. " tanya Siska
" Emang siapa yang ajak kamu siih. " jawab Sera dengan jawaban meledek
" tega kamu yaaa. " tanya Siska dengan mulut cemberut
" udah udah ayok. " jawab Elma sambil masuk kedalam mobil
" iya maaf nyonya muda. " jawab Sera dengan tertawa kecil
__ADS_1
" Elma hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu dengan wajah lesu. "
" mereka bertiga pun berangkat ke mall menggunakan mobil Sera"
" Sind kamu beneran ingin ke mall ngak sih ." tanya Siska
" hmmm. " jawab Elma
" terus napa wajah kamu terlihat lesu. " tanya Siska
" ngak papa kok. " jawab Elma
" Sind jujur dong kamikan Sahabatmu, coba ceritain ap masalhmu. " tanya Siska
" iya sind aku jadi merasa tidak enak maksa kamu tadi. " celetuk Sera
" hmmm, maaf ya sepertinya aku ngak enak badan. " jawab Elma
" ngak papa kok Sind kami malah senang kamu mau jujur. " Jawab Sera
" Jadi gimana nih sekarang. " Tanya Siska yang kasian melihat temannya sakit
" Gini aja kita kerumahku aja yukk. " Saran Sera
" Bagaimana Sind kamu mau ngak. " Tanya Siska
" Hmmm, aku hubungi Ibu ku dulu ya. " Jawab Elma
" Oke, kamu Sis bagaimana mau ikut ngak. " tanya Sera
" Ikut dong, masa temen sakit kubiarin gitu aja. " Jawab Siska
" okelah ada yang bisa di jailin ni ckckckc. " Jawab Sera sambil tertawa
" hmm bdw Sind kamu cuman ngak enak badankan. " tanya Siska yg khawatir
" hmmm. " jawab Elma singkat
" tapi kok wajahmu pucat sekali. " Tanya Siska
" Ngak papa ko'. "jawab Elma
" ngap papa apanya kamu demam Sind. " Jawab Siska yang memegang dahi Elma
" Ser cepat dikit Ser, Sindi demam. " Ucap Siska yang khawatir
" iy.. iyaa." Jawab Sera yg khawatir sambil melajukan mobilnya dengan cepat
merekapun sampai dirumah Sera yang mewah
" Sind kita sudah sampai Sind bangun Sind. " Ucap Siska
"Ser... Sindi pingsan. " Ucap Siska yang cemas
" Apaaaa." jawab Sera yang terkejut
" Bagaimana ni Ser. " tanya Siska yang cemas melihat sahabatnya
" tenang dulu aku panggilin Pak Rahmat untuk bantu bawa Sindi ke kamarku
" oke cepetan. "
" Iya. "
__ADS_1
" Pak Rahmat kesini cepetan. " Ucap Sera dengan berteriak
" Ada apa ya non. " tanya Pak Rahmat (Pak Rahmat adalah tukang kebun keluarganya
" ngak usah banyak nanya cepat bantuin bawa teman aku ke kamar.. " jawab Sera
" ba..baik non. "
" Sis tolong jaga Sindi sebentar aku mau hubungi dokter pribadi keluargaku. "
" oke cepetan. "
" Iya cepat sana jagain Sindi."
" Oke. "
" Halo Mami. "
" Iya sayank ada apa nelphon Mami ngak biasanya. "
" Anu Mi tolong bawa dokter Riko ke rumah Mi ."
" Emang siapa yang sakit nak. "
" temen aku Mi , udahh cepetan Mi. "
" Iya, Mami pulang sekarang. "
" Iya Mi cepetan. "
" iya sayank. "
" Pah Mami pulang dulu yah. " ucap Kaisya( Mami Sera)
" Loh kok pulang si Mi?, kan baru sampai kesini. " tanya Abraham (suami Kaisya)
" Putri kita Pi suruh pulang, untuk bawa dokter Riko kerumah. " Jawab Kaisya
" Haaa Sera sakit ya Mi?." tanya Abraham yang khawatir
" Ngak pi, sahabatnya yang sakit. "
" Ooooh."
" Yaudah Pi Mami pulang dulu ya. "
" Tunggu Mi."
" Ada apa pi. "
" Ciuman perpisahaanya mana. " goda abraham
" Iih Papi udah tua masih genit ih. "
" Biarin kan genitnya sama istri.. "
" Udah ah Mami pergi ya. "
" Yah Mami. " Ucap Abraham dengan wajah penuh harap yang membuat istrinya gemas melihatny
" Nanti malam aja ya Pi entar Mami kasi doble." jawab Kaisya yang langsung pergi meninggalkan kantor suaminya ( Sebenarnya ucapanya tadi hanya ceplas ceplos tanpa dia pikir, dia mikir agar cepat pergi dari suaminya dengan cepat namun suaminya menanggapinya dengan serius dan terkesan begitu senang dan buas )
" Yes nanti malam begadang sampai pagi ni." ucap Abraham yang langsung mengerjakan tugas kantornya agar cepat pulang
__ADS_1