MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 4


__ADS_3

" " Haaai kak " " para mahasiswi menyapa


"Haaaaaii"...... mereka idola kampus menjawab kecuali Farhan dan Sean (Ya kalian tau sendiri kan sifat mereka berdua)


 


" Kakak ingin kemana ". celetuk salah satu mahasiswi yang sedang berkumpul


"Kami berlima ingin.... ....". jawab Rian namun di potong oleh sahabatnya Sean


" Bukan urusan kalian kami ingin kemana itu bukan urusan kalian jangan mengganggu kami " jawab Sean sinis


" ke 4 sahabatnya terkejut meliat Sean bicara sangat sinis"


" Woooi brooo habis kesambet apa luuu". tanya Rehan yang merasa heran


" Yaa niihh biasanya cuuuek banget kaloo masalah beginian ". celetuk Mahres


 


" hmmmmm". jawab Sean cuek \( **sebenarnya Sean melihat Elma dari jauh dan ingin menghampirinya**\)


 


" maaf kan temen kakak ya ngak biasanya dia gini, maaf ya" . kata Rian


" nga papa kok kak ".. celetuk gadis yang tadi ngomong


" Sean langsung meninggalkan mereka berempat dan ingin menemui Elma namun Sean telat Elma sudah berada di mobil Sera"


" Sialll ". gumam Sean


" wooi tungguin napa " teriak Mahres


" sahabat Sean merasa heran dengan tingkah Sean "


" woiii lu ngapain sih daritadi kok keliatan aneh gituu? " tanya


" iyanih, sudah ganggu kesenangan kami para lelaki tampan, sekarang malah nyelonong pergi aja.." balas Rehan


" ngak papa". jawab Sean dengan santai


" An lu ngak papa kan (singkatan Sean) " tanya Farhan ( Farhan adalah sahabat dari SMP Sean)


" hmmmm". jawab Sean


" udah ah, yuuk kita pergi ke tempat nongkrong kita ". celetuk Rian


 


" hmm ". jawab Sean


" beberapa menit yang lalu di tempat lain di kampus "


" Ser lu lama amat siiih dasar. " tanya Siska


" Emang siapa yang ajak kamu siih. " jawab Sera dengan jawaban meledek


" tega kamu yaaa. " tanya Siska dengan mulut cemberut


" udah udah ayok. " jawab Elma sambil masuk kedalam mobil


" iya maaf nyonya muda. " jawab Sera dengan tertawa kecil

__ADS_1


" Elma hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu dengan wajah lesu. "


" mereka bertiga pun berangkat ke mall menggunakan mobil Sera"


" Sind kamu beneran ingin ke mall ngak sih ." tanya Siska


" hmmm. " jawab Elma


" terus napa wajah kamu terlihat lesu. " tanya Siska


" ngak papa kok. " jawab Elma


" Sind jujur dong kamikan Sahabatmu, coba ceritain ap masalhmu. " tanya Siska


" iya sind aku jadi merasa tidak enak maksa kamu tadi. " celetuk Sera


" hmmm, maaf ya sepertinya aku ngak enak badan. " jawab Elma


" ngak papa kok Sind kami malah senang kamu mau jujur. " Jawab Sera


" Jadi gimana nih sekarang. " Tanya Siska yang kasian melihat temannya sakit


" Gini aja kita kerumahku aja yukk. " Saran Sera


" Bagaimana Sind kamu mau ngak. " Tanya Siska


" Hmmm, aku hubungi Ibu ku dulu ya. " Jawab Elma


" Oke, kamu Sis bagaimana mau ikut ngak. " tanya Sera


" Ikut dong, masa temen sakit kubiarin gitu aja. " Jawab Siska


" okelah ada yang bisa di jailin ni ckckckc. " Jawab Sera sambil tertawa


" hmm bdw Sind kamu cuman ngak enak badankan. " tanya Siska yg khawatir


" hmmm. " jawab Elma singkat


" tapi kok wajahmu pucat sekali. " Tanya Siska


" Ngak papa ko'. "jawab Elma


" ngap papa apanya kamu demam Sind. " Jawab Siska yang memegang dahi Elma


" Ser cepat dikit Ser, Sindi demam. " Ucap Siska yang khawatir


" iy.. iyaa." Jawab Sera yg khawatir sambil melajukan mobilnya dengan cepat


merekapun sampai dirumah Sera yang mewah


" Sind kita sudah sampai Sind bangun Sind. " Ucap Siska


"Ser... Sindi pingsan. " Ucap Siska yang cemas


" Apaaaa." jawab Sera yang terkejut


" Bagaimana ni Ser. " tanya Siska yang cemas melihat sahabatnya


" tenang dulu aku panggilin Pak Rahmat untuk bantu bawa Sindi ke kamarku


" oke cepetan. "


" Iya. "

__ADS_1


" Pak Rahmat kesini cepetan. " Ucap Sera dengan berteriak


" Ada apa ya non. " tanya Pak Rahmat (Pak Rahmat adalah tukang kebun keluarganya


" ngak usah banyak nanya cepat bantuin bawa teman aku ke kamar.. " jawab Sera


" ba..baik non. "


" Sis tolong jaga Sindi sebentar aku mau hubungi dokter pribadi keluargaku. "


" oke cepetan. "


" Iya cepat sana jagain Sindi."


" Oke. "


" Halo Mami. "


" Iya sayank ada apa nelphon Mami ngak biasanya. "


" Anu Mi tolong bawa dokter Riko ke rumah Mi ."


" Emang siapa yang sakit nak. "


" temen aku Mi , udahh cepetan Mi. "


" Iya, Mami pulang sekarang. "


" Iya Mi cepetan. "


" iya sayank. "


" Pah Mami pulang dulu yah. " ucap Kaisya( Mami Sera)


" Loh kok pulang si Mi?, kan baru sampai kesini. " tanya Abraham (suami Kaisya)


" Putri kita Pi suruh pulang, untuk bawa dokter Riko kerumah. " Jawab Kaisya


" Haaa Sera sakit ya Mi?." tanya Abraham yang khawatir


" Ngak pi, sahabatnya yang sakit. "


" Ooooh."


" Yaudah Pi Mami pulang dulu ya. "


" Tunggu Mi."


" Ada apa pi. "


" Ciuman perpisahaanya mana. " goda abraham


" Iih Papi udah tua masih genit ih. "


" Biarin kan genitnya sama istri.. "


" Udah ah Mami pergi ya. "


" Yah Mami. " Ucap Abraham dengan wajah penuh harap yang membuat istrinya gemas melihatny


" Nanti malam aja ya Pi entar Mami kasi doble." jawab Kaisya yang langsung pergi meninggalkan kantor suaminya ( Sebenarnya ucapanya tadi hanya ceplas ceplos tanpa dia pikir, dia mikir agar cepat pergi dari suaminya dengan cepat namun suaminya menanggapinya dengan serius dan terkesan begitu senang dan buas )


" Yes nanti malam begadang sampai pagi ni." ucap Abraham yang langsung mengerjakan tugas kantornya agar cepat pulang

__ADS_1


__ADS_2