
"Lala!!!" Riri memeluk sang teman. Rasanya sudah lama sekali tidak melihat temannya itu.
"Aku akan kembali bekerja." Ucap Lala dengan senyum tipis.
"Aku tidak akan kesepian lagi dong!" Riri memeluk temannya itu. Ia sudah mendengar bagaimana Andra memperlakukan Lala. Temannya itu pasti makan hati.
"Ri, nanti pulang kerja kita jalan-jalan yuk!" ajak Lala. Ia sudah lama tidak pergi shoping.
Riri mengangguk setuju. Ia akan siap menemani Lala.
"Lala, apa kabar?" tanya Romeo yang melihat Lala. Ia baru datang.
"Baik. Kau apa kabar?" tanya Lala bersikap biasa. Romeo masih temannya juga.
"Aku juga baik." Jawab Romeo sambil mengangguk. Ia senang kembali melihat Lala.
"Nanti sore kami mau jalan-jalan. Meong, kau mau ikut?" tanya Lala. Ia akan mengajak temannya itu, biar ramai.
Romeo melihat ke arah Sisi, bingung diajak Lala.
"Mau ikut nggak?" tanya Lala kembali. Romeo terlalu banyak berpikir.
"Baiklah, aku akan ikut kalau kalian memaksa!" ucap Romeo sambil nyengir.
Selama jam kerja, Romeo sering melirik Lala yang berada di depannya. Ia mengulum senyuman.
'Astaga!!! Sadarlah, Lala itu istri orang!' Romeo meruntuki dirinya yang memuja istri orang.
'Tapi dia makin cantik!' batin Romeo kembali. Lala makin dilihat makin cantik bahkan sangat cantik.
\=\=\=\=\=\=
Sore menjelang, Andra sampai di rumah. Ia menuju dapur dan mengambil air dalam kulkas.
Saat menenggak minuman, matanya melirik ke arah meja makan. Biasanya di sana tersedia secangkir teh lengkap dengan cemilannya.
"Suamiku... Silahkan diminum tehnya..."
Andra menggelengkan kepala menghalau bayangan Lala yang tiba-tiba muncul.
'Dasar hantu!' batin Andra kesal. Ia pun segera pergi dari dapur.
__ADS_1
Sampai kamar, Andra langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia akan tidur sebentar, tubuhnya sangat kelelahan.
"Mas Andra, bangun. Mandi dulu..."
"Lala, jangan ganggu. Aku ngantuk."
"Mandi dulu, baru tidur lagi."
"Lala!!!" Andra pun bangun dan melihat sekitar. Tidak ada Lala di sana. Tapi ia tadi bicara dengan Lala.
Tiba-tiba saja bulu kuduk Andra merinding. Pria itu pun pergi ke kamar mandi, ia harus segera membersihkan diri.
Malam menjelang, Andra makan malam bersama keluarganya.
Andra melihat Mamanya yang mengambilkan makanan untuk papanya. Mamanya begitu perhatian sekali dengan Papanya.
Pria itu kembali mengingat Lala. Wanita itu juga selalu mengambilkan makanan untuknya, tapi selalu ia tolak. Memilih mengambil makanan sendiri.
Andra pun mengambil makanannya dan kedua orang tuanya hanya saling melirik saja. Putranya tampak biasa saja, padahal istrinya sedang tidak bersamanya.
Setelah selesai makan, Andra kembali ke kamar. Ia melihat ponselnya.
LalAndra
Karena penasaran, Andra membuka akun tersebut. Ia melihat foto dirinya yang menjadi profil.
Andra meyakini jika itu akun si Lala. Pria itu mendengus kesal, terlalu banyak fotonya di sana.
Foto pernikahan mereka terpampang di sana.
"Suaminya Lala." Andra membaca satu caption pada sebuah fotonya yang sedang tidur.
Bisanya Lala memposting fotonya yang seperti itu.
'Dasar, bocah!' Andra menutup media sosialnya dan melempar ponselnya.
Andra berjalan ke balkon. Ia ingin menikmati udara malam.
'Apa dia sudah tidur?' Andra melihat ke arah rumah sebelah. Seharian ini ia tidak melihat Lala.
Mata Andra terfokus pada mobil yang berhenti di depan rumah Lala. Ia melihat Lala, Riri dan Romeo turun dari mobil.
__ADS_1
Romeo membuka bagasi mobil dan mengambil beberapa paper bag dan memberikan pada Lala.
"Kalian nggak mampir?" tanya Lala.
"Mampir, La. Om Ayaz adakan." Ucap Riri dengan semangat sekali.
"Nggak usah, La. Sudah malam, titip salam saja. Ayo, Riri." Romeo menarik Riri dan membawa masuk ke mobilnya.
"Kami pulang ya." Ucap Romeo. Ia menepuk kepala Lala pelan.
Hal itu membuat Lala mendelik.
"Ada nyamuk." Alasan Romeo. Padahal ia memang sengaja ingin memegang kepala Lala.
"Kami pulang ya." Romeo pun pamit.
"Lala, kami pulang." Riri melambaikan tangan pada Lala dan Lala membalasnya.
Setelah mobil temannya itu pergi, Lala melihat ke rumah Andra. Dan ia melihat ada Andra di balkon rumah. Pria itu melihat ke arah Lala.
Lala melambaikan tangannya, tapi Andra malah membuang wajahnya.
Lala menghembuskan nafas, ia pun memilih berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Andra kembali melihat Lala yang sudah berjalan masuk. Ia melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
'Sudah jam segini, baru ingat pulang!' Andra menggelengkan kepala. Semenjak tidak bersamanya, Lala makin bebas saja.
Sementara Lala masuk ke kamar dan meletakkan paper bagnya di meka nakas. Ia pum membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Lala mengusap air matanya. Setelah pulang kerja, ia pergi bersama Riri dan Romeo berjalan-jalan sekalian shoping. Ia sangat senang, tapi sekarang hatinya kembali sedih.
Andra sedikitpun tidak peduli padanya. Pria itu tetap di rumahnya saja. Tidak mau menyusulnya.
'Mas Andra, Lala kangen...'
.
.
.
__ADS_1