MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 44 - SEOLAH MIMPI


__ADS_3

"Mama ngapain?" tanya Papa melihat sang istri mengintip dari balik gorden.


"Itu, Pa. Lagi lihat Andra. Dia tuh jalan ke rumahnya Lala." Bisik Mama sambil menunjuk keluar.


Papa pun melihatnya. Putranya datang ke rumah tetangga sebelah.


"Mudah-mudahan Andra sama Lala bisa bersama." Harap Mama.


"Ya, kita doakan saja." Papa menyetujui ucapan sang istri.


Sementara Andra berjalan menuju rumah Lala. Ia mengetuk pintu rumah.


"Andra." Ucap nenek kaget melihat Andra datang ke rumah mereka.


"Apa kabar, nek?" sapa Andra sambil menyalami wanita tua itu.


"Nenek baik. Ayo masuk." Ajak nenek mempersilahkan cucu menantunya itu masuk.


"Saya mau menemui Lala. Lala mana, nek?" tanya Andra. Ia ingin menemui wanita itu.


"Lala tadi ke kamarnya-"


"Kalau begitu saya akan ke kamar Lala." Andra menyela ucapan nenek. Ia menundukkan kepala sejenak dan berlalu pergi.


Nenek jadi bingung. Tapi Andra sepertinya ingin menyelesaikan masalah dengan Lala. Karena mereka sudah menikah, nenek akan membiarkan kedua sejoli itu bicara berdua.


Andra menghembuskan nafas sejenak sebelum memasuki kamar Lala. Ia pun menekan handle pintu. Kamar Lala tidak terkunci.


Pria itu masuk dan melihat Lala yang sudah berbaring. Lala begitu terlelap. Sepertinya sangat mengantuk sekali.


Andra menghampiri dan duduk di pinggir tempat tidur. Ia memperhatikan wanita yang mendengkur pelan itu.


"Lala... kamu sudah sarapan?" tanya Andra.

__ADS_1


Lala menjawab hanya dengan dengkuran. Ia sudah terlelap dan tidak tahu Andra berada di kamarnya.


'Kalau dilihat-lihat dia sangat cantik. Lebih cantik dari Ana.' Andra jadi membandingkan fisik kedua wanita itu.


Andra segera menggeleng, ia tidak boleh membandingkan orang.


Andra naik ke tempat tidur, ia berbaring di samping Lala. Lalu perlahan tangannya membawa tubuh Lala ke dalam pelukannya.


'Aku juga punya istri!' batin Andra. Ana sudah memilih Ferdi. Untuk apa lagi dia mengharapkan wanita itu.


Andra melonggarkan pelukannya, ia melihat Lala yang masih tidur, sama sekali tidak terusik.


'Pasti ia sangat mengantuk. Tadi malam begadang!'


Lala pasti tidak tidur tadi malam karena merawatnya sakit.


"Mas Andra..." Lala dengan setengah sadar melihat Andra di sampingnya.


"Pasti aku sedang bermimpi. Suamiku ada di sisiku." Lala tersenyum sendu.


"Mimpi apa Lala semalam ya. Hingga bisa mimpi bersama Mas Andra!" Lala mencubiti pipi Andra.


'Aku kan sedang mimpi!' Lala tersenyum penuh arti. Ia akan mengambil kesempatan.


Lala pun menyosor bibir Andra. Matanya sayup-sayup tertutup lalu terbuka dan tertutup lagi.


"Bibir Mas Andra sangat lembut. Kenapa seperti berciuman beneran ya?" tanya Lala yang masih setengah sadar.


Andra terdiam saat Lala menciumnya.


'Astaga, Lala!' batin Andra.


Lala kembali menciumnya lagi. Wanita itu melu-mat bibir atas dan bawahnya dengan mata yang terpejam. Sepertinya Lala menikmatinya karena berpikir sedang mimpi.

__ADS_1


'Si-al!' batin Andra merasakan gairah yang timbul. Ciuman Lala membuatnya bereaksi dan ditambah tangan Lala mengelus-elus lehernya.


Andra pun tanpa berpikir lagi menekan kepala Lala, ia pun memperdalam ciumannya. Memaksa lidahnya masuk dan menari bersama lidah Lala. Ia mengikuti nalurinya.


'Kenapa Mas Andra sangat kasar?' Lala pun membalas ciuman itu, karena sedang mimpi ia akan menikmatinya. Kapan lagi mimpi seperti itu dengan suami yang tidak bisa digapainya.


Bibir Andra terus menjelajah bibir Lala, ciuman mereka saling bersambut. Andra pun kini mengukung tubuh Lala. Menatap wanita yang terpejam dengan bibir bengkak yang basah.


'Dia istriku!' batin Andra yang mulai terbakar gairah. Ia tidak akan berdosa jika menggauli istrinya.


Bibir Andra mulai turun. Ia menciumi leher Lala. Membuat wanita itu sedikit menggeliat.


Tok... Tok.. Tok...


Andra sadar dan bangkit dari tempat tidur. Ia mengusap wajahnya dan meruntuki diri, yang malah melakukan tindakan asusila pada orang yang sedang tidur.


"Lala, Andra... Ayo makan siang!" ucap nenek sambil mengetuk pintu kamar.


"I-iya, nek." Jawab Andra segera.


Mendengar suara berisik, Lala pun bangun dan membuka mata. Ia langsung bangun saat melihat Andra berdiri di samping tempat tidurnya.


"Mas Andra?" tanya Lala menenangkan dirinya. Ia mengingat mimpi berciuman dengan Andra.


"Kamu tidur itu kayak mayat. Dari tadi dibanguni nggak bangun-bangun!" ucap Andra mencari alasan. Ia akan menganggap ciuman mereka tadi memang mimpinya Lala.


"Namanya Lala ngantuk. Mas Andra, ada perlu apa kemari?" tanya Lala dengan wajah serius. Ia berada di kamarnya dan bukan kamar Andra. Berarti memang Andra yang datang ke kamarnya.


"I-itu..." Andra berpikir mencari alasan. "Itu nenek menyuruh untuk makan siang. Bangunlah, sudah waktunya makan siang!" ucap Andra lalu segera keluar dari kamar Lala.


Lala merasa aneh dan bertanya-tanya. Andra ke kamarnya hanya untuk membantu nenek membangunkannya, untuk makan siang.


Sementara begitu keluar dari kamar Lala. Andra menghela nafas panjang.

__ADS_1


'Andra!!! Apa yang sudah kau lakukan?!!!'


'


__ADS_2