MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 35 - PERHATIAN LALA


__ADS_3

Krek...


Bugh...


Krek...


Bugh...


Lala merasa bingung. Dari tadi mendengar suara pintu buka tutup.


Lala pun bangun dan melihat ke arah kamar mandi. Lalu tak lama Andra keluar sambil memegangi perutnya.


"Mas Andra, kenapa?" tanya Lala khawatir. Ia menghampiri Andra yang tampak pucat.


"Aku tidak apa." Andra akan menepis tangan Lala.


Tapi Lala tidak peduli, ia membantu memapah suaminya ke tempat tidur.


"Mas, Lala akan telepon dokter."


"Tidak usah. Aku hanya sakit perut." Jawab Andra sinis.


"Hmm... Lala ambilkan obat."


Lala berlari keluar dan tak lama masuk kembali membawa kotak obat.


Andra melihat Lala yang tampak sibuk mencari obat.


"Mas, ini minumlah." Lala memberikan sebutir obat pada Andra.


"Obat apa ini?" tanya Andra melihat dengan benar. Lala itu ceroboh, bisa saja tah obat apa yang diberikan padanya. Nyawanya bisa terancam.


"Obat skait perut, Mas." Jawab Lala menunjukkan bungkusan obat.


Andra merampas dan melihatnya. Ternyata benar, Lala memberikan obat yang benar.


"Mas Andra sakit perut, mana mungkin Lala beri obat demam." Lala sedikit mengerti obat-obatan yang banyak dijual di pasaran.


"Ya, sudah. Diminumlah obatnya."


Andra diam dan masih melihati Lala.


"Mas Andra jangan lihati Lala gitu. Lala tahu kok, kalau Mas Andra terharu sama perhatian Lala."


Andra menghela nafas panjang. Lala terlalu kepedean.

__ADS_1


"Aku minum obat tanpa air?" tanya Andra.


"Astaga!!!" Lala melupakan hal itu. Ia pun segera berlari ke dapur.


Dan tak perlu waktu lama Lala kembali membawa gelas berisi air putih. Ia juga membawa toples gula.


"Kenapa bawa itu?" tanya Andra menunjuk toples.


"Lala biasa kalau sudah minum obat, langsung makan gula." Kebiasaan Lala seperti itu. Ia tidak tahan pahit.


"Sini airnya!" Pinta Andra.


Begitu Lala memberikan. Andra pun meminum obatnya. Tak perlu makan-makan gula segala.


"Mas, istirahatlah." Lala meraih gelas dan meletakkan di atas meja nakas. Ia pun membantu menyelimuti suaminya.


"Mas, mau Lala nina bobokan?"


"Tidak perlu." Tolak Andra cepat. Ia bukan anak kecil. Lala pun jadi nyengir.


"Mas Andra istirahat. Dan cepat sembuh." Lala mendaratkan kecupan di pipi Andra dan segera kabur keluar kamar.


'Dasar bocah!' Andra menutup matanya. Ia mulai mengantuk.


Sementara Lala ke dapur. Ia meminta bantuan Mama untuk membuatkan bubur.


"Lala..." Mama terharu. Lala begitu perhatian pada putranya yang sedanh sakit.


Mama pun mengajari Lala cara membuat bubur. Dan tak lama bubur telah jadi.


Lala berjalan masuk ke kamar sambil membawa buburya. Ia melihat Andra yang sedang memegang ponsel.


Andra sudah bangun dan tampak sehat.


"Mas ini bubur. Makanlah dulu." Lala memberikan mangkuk berisi bubur.


"Mama yang buat buburnya. Tadi aku cuma lihat saja." Jelas Lala membaca keraguan di wajah Andra.


Karena bukan Lala yang buat, Andra pun menerima dan melahapnya.


Benar, ternyata buatan Mamanya.


"Mana mungkin kamu bisa buat bubur seenak ini." Ucap Andra sambil mulutnya terus melahap.


"Maaf ya, Mas. Lala akan lebih berusaha lagi." Banyak yang harus Lala pelajari untuk menjadi istri yang layak.

__ADS_1


Andra melihat Lala dengan wajah aneh. Lalu melahap kembali buburnya.


"Mas, makannya pelan-pelan dong." Lala mengelap sudut mulut suaminya dengan jarinya. Ada bubur yang menempel.


Andra terpaku sejenak atas perlakuan Lala. Ana tidak pernah melakukan hal seperti ini padanya. Padahal ia pernah sengaja makan berselemak, untuk mencari perhatian kekasihnya. Tapi Ana hanya acuh saja.


"Aku bisa sendiri." Andra menepis tangan Lala, ia bisa membersihkan mulutnya tanpa bantuan Lala.


Lala mendengus kesal. Ia kan mencoba perhatian saja.


Setelah selesai makan, Lala mengambil mangkuk dan mengembalikannya ke dapur. Ia berlarian.


Dan tak lama Lala kembali berlari masuk kamar. Tapi...


Bruk...


Lala malah terjatuh di lantai. Ia tidak hati-hati.


'Astaga!' Andra melihat Lala terjatuh langsung bangkit.


"Kenapa sih lari-larian seperti bocah?" Andra membantu Lala untuk bangun. Lala bisa berlari-larian seperti itu di dalam rumah.


"Lala takut nanti Mas Andra perlu sesuatu. Suamiku kan lagi sakit." Ucap Lala sangat khawatir.


Deg


Andra melihat wajah Lala yang begitu mengkhawatirkannya. Membuatnya merasa sedikit aneh.


"Siapa yang perlu kamu?!" Andra melepaskan tangan Lala setelah membantu berdiri.


"Mana tahu!" ucap Lala pelan.


Andra kembali ke tempat tidur. Ia akan kembali berbaring.


"Aku mau tidur. Awas kamu kalau berisik!" Andra mengingatkan. Ia tidak mau diganggu saat tidur.


Lala mengangguk patuh.


"Mas Andra, istirahatlah... biar cepat sembuh. Lala nggak mau lihat suami Lala sakit lagi." Ucap Lala dengan nada manja.


Andra jadi tersenyum samar mendengar nada bicara Lala.


'Sok imut!'


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2