MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 32 - TELUR CEPLOK


__ADS_3

"Pagi, Mas Andra. Silahkan sarapannya. Lala yang buat ini loh!" Lala menghidangkan Andra nasi goreng lengkap dengan telur ceplok di atasnya.


Papa yang sedang sarapan, senyum-senyum melihat putrinya itu. Lala sedang berusaha, apa Andra akan tersentuh.


"Kamu yang buat ini?" tanya Andra tidak yakin. Lala membuat nasi goreng. Tidak mungkin.


Lala malah cengir. "Nasi gorengnya nenek yang masak. Lala buat telur ceploknya saja."


Lala tersenyum menunjuk telur ceploknya. Kini ia sudah mahir memasak itu.


"Lala, Papa tambah telurnya lagi boleh?" tanya Papa. Ia senang Lala sudah ada kemajuan. Putrinya kini sudah bisa memasak, walaupun hanya telur ceplok. Tapi jadilah.


"Boleh, Pa. Lala masak banyak ini!" Lala meletakkan di piring papanya. Ia memang sengaja membuat telur ceplok yang banyak.


"Gimana rasanya, Pa?" tanya Lala penasaran.


Ayaz mengangkat kedua jempolnya. Hanya telur ceplok saja, tapi bisa membuat perasaannya sangat senang. Mungkin karena putri kesayangannya yang membuatkannya


Andra hanya diam melihat interaksi papa dan anak itu. Mertuanya begitu bahagia memakan telur buatan Lala. Tah di mana letak bahagianya.


Pria itu pun segera melahap sarapannya. Nasi gorengnya enak dan rasa telur ceploknya biasa saja. Tiada yang istimewa. Bahkan terasa hambar.


"Mas, tambah lagi!" Lala menambahkan kembali telurnya di piring Andra.


"Ti-tidak usah." Tolak Andra, tapi percuma Lala tetap memberikannya.


"Mas, Lala izin ya. Hari ini mau di sini saja. Lala mau belajar masak sama nenek." Lala meminta izin suaminya. Ia harus menjadi istri yang patuh.


Andra tercengang sesaat, lalu menormalkan wajahnya. Papa dan neneknya Lala melihatnya.


"Lala mau belajar masak. Lala mau minta diajari sama nenek, membuat ayam kriuk." Jelas Lala kembali pada Andra.


"Oh!" Andra hanya mengangguk. Ayam kriuk makanan kesukaannya. Lala mau membuat itu, apa bisa?


\=\=\=\=\=\=


"Oh, begitu ya Nek!" Lala memperhatikan cara nenek membuat ayam kriuk. Ia begitu fokus melihat step by step ayam tersebut hingga terbalut tepung. Lalu menggorengnya.


Lala mengangguk mengerti. Ia sekarang tahu bagaimana caranya.


Kini Lala mencoba melakukan sendiri membuat ayam kriuk. Setelah melumuri ayam dengan tepung, lalu di masukkan ke penggorengan.

__ADS_1


"Wah..." Lala berbinar. Ia bisa melakukan seperti apa yang dilakukan nenek tadi.


"Nanti baliknya pelan-pelan saja." Saran nenek.


"Siap, nek." Ucap Lala patuh.


Beberapa saat kemudian, Lala taj sabar mengangkat ayamnya.


"Nek, ini sudah masak belum?" tanya Lala dengan suara memelas.


"Belum. Sebentar lagi. Nanti daging ayamnya tidak masak." Ucap nenek memberitahu.


Lala mengangguk. Ia pun melihat ayam dalam wajan dan melihat ayam yang telah dibuat nenek.


"Nek, Lala angkat ya?" tanya Lala ketika warna ayamnya sama dengan punya nenek.


Nenek mengangguk dan senyum melihat Lala yang begitu berusaha.


"Ok, nek jadi." Lala tersenyum setelah meletakkan di dalam piring. Ayam kriuknya agak kecoklatan dari punya nenek. Mungkin minyaknya terlalu panas. Atau ia yang kelamaan mengangkatnya dari minyak.


Lala tetap tersenyum. Ayamnya tidak gosong.


"Nenek, terima kasih." Lala memeluk neneknya karena telah mengajarinya memasak.


Nenek mengangguk. Ia melihati Lala yang sudah menjauh. Lalu melihat ke arah kompor.


"Astaga!" Nenek menggeleng. Lala tidak mematikan kompor, ia pun segera mematikannya. Wajannya sambil mengepuk asap.


Sementara Lala berjalan menuju rumah Andra. Ia dengan riang membawa sepiring ayam kriuk buatannya. Rasa tak sabar menunjukkan pada Andra kemajuan dirinya.


"Mas Andra!" ucap Lala bahagia melihat Andra duduk sambil menonton tv. Ia pun bergegas berlari ke sana. Tapi...


klentang...


Suara pecahan piring terdengar dan ayam kriuk itu pun berterbangan.


"Ayamku!!!" pekik Lala melihat ayam kriuk buatannya jatuh berhamburan. Lala sudah mencoba bangkit untuk menyelamatkan, tapi ia kalah cepat. Semuanya sudah hancur berantakan.


"Astaga, Lala!!! Apa yang kamu lakukan?" Andra sangat kaget sekali.


"Mas Andra, ayam Lala!" Lala sedih menunjukkan ayam kriuk yang sudah hancur.

__ADS_1


"Lala membuatkan untukmu. Tapi kenapa jadi begini?" Lala jadi menangis menyesali dirinya yang tidak hati-hati. Ia terlalu ceroboh sekali.


"Biar Lala bersihkan!" Lala dengan tangannya akan membersihkan serpihan kaca dan Andra segera menahan tangan Lala.


"Pakai sapu. Jangan bodoh!" ucap Andra. Bagaimana Lala mau memegang serpihan kaca itu dengan tangannya. Tangan Lala bisa berdarah dan nanti jadi menyusahkannya.


'Mas Andra perhatian sama Lala!' Lala baper dengan perhatian suaminya.


"Biar Lala ambil sapu." Lala akan pergi mengambil sapu, tapi ditahan Andra juga.


"Tidak usah, biar pekerja rumah yang bersihkan!" ucap Andra. Lala tidak akan bisa membersihkan itu.


"Mas, aku buatkan lagi ayam kriuknya ya." Ucap Lala mengikuti Andra yang berjalan ke dapur.


"Nggak usah!" tolaknya.


"Nggak apa kok! Lala sudah hafal dan tahu cara buatnya." Jelas Lala. Ia sudah merekam semua dalam memori otaknya.


"Tidak usah." Andra tidak yakin Lala bisa membuatnya. Paling tadi resep neneknya. Neneknya yang buat dan Lala mengatas namakan neneknya.


"Kalau nggak mau ayam kriuk. Aku buatkan telur ceplok ya, Mas." Ucap Lala menawarkan.


Andra mengerutkan dahi. Tadi pagi sudah sarapan nasi goreng dengan dua telur ceplok. Dan siangnya mau makan telur lagi. Bisa bisulan dia.


"Nggak usah. Mama sudah masak." Ucap Andra kembali.


"Mas Andra, mau makan apa. Biar besok Lala buatkan." Ucap Lala. Ia akan meminta bantuan nenek atau Mama Leni untuk memberikan resep dan setelah itu ia akan membuat sendiri.


"Sayur kangkung, ayam goreng dan sambal terasi." Ucap Andra sambil tersenyum tipis. Lala pasti akan kewalahan.


"Siap!" Lala akan menyanggupi.


Andra mendengus, cepat sekali Lala mengatakan siap. Seharusnya berpikir terlebih dahulu.


"Ingat jangan menyusahkan Mamaku dan nenek. Mereka sudah tua. Kamu belajar sendiri!" Andra mengingatkan.


"Ok!" Lala mengangguk. Ia bisa melihat video tutorial di ponselnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2