MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 24 - MENYALAKAN KOMPOR


__ADS_3

"Om, sini. Bobok di samping Lala!" Lala menepuk tempat tidurnya yang sangat empuk. Ia ingin membantu Andra, tapi pasti Andra akan marah lagi.


Pria itu tidak senang kalau ia menyentuh isi kopernya.


Andra mendengus, ia memasukkan pakaiannya dari koper ke dalam lemari. Lala bukannya berinisiatif membantunya. Lala juga sekarang bukannya membereskan kopernya, malah tidur berbaring.


Apa dia harus membereskan koper wanita itu?


Andra juga terpaksa sekamar dengan Lala. Wanita itu terus merengek padanya. Lala itu keras kepalanya minta ampun.


"Sayang..." panggil Lala dengan nada manja.


"Astaga!!!" dumel Andra merasa geli mendengar panggilan itu.


"Om, mau ke mana?" tanya Lala melihat Andra akan keluar dari kamar.


Andra yang diam saja, membuat Lala bangkit dan mengejar suaminya.


Pria itu berjalan menuju dapur. Perutnya mulai keroncongan.


"Om mau makan ya?" tanya Lala melihat Andra mengambil mi instan.


"Om Andra... biar aku saja yang masak!" Lala meraih mi instan itu. Ia akan memasakkan untuk suaminya.


"Tidak usah!" Andra tahu, Lala tidak pernah ke dapur. Lala selalu disajikan bukan menyajikan.


"Aku sekarang istrimu. Jadi aku akan belajar jadi istri yang layak." Lala menarik Andra untuk duduk di kursi meja makan saja.


"Om, duduk manis saja di sini!"


Lala menghembuskan nafasnya. Ia melihat cara memasak mi instan terlebih dahulu. Lalu...


'Apa yang dia lakukan?' pikir Andra melihat Lala diam saja di depan kompor.


'Bagaimana menyalakan kompornya ya?' Lala bingung sendiri. Ia takut menekan-nekan asal saja. Takutnya salah tekan, bisa meledak pula.


Lala pernah mendengar kabar gas meledak. Ia takut saja, karena ketidak tahuannya jadi membahayakan.


"Sudahlah, pesan saja! Tidak ada pun yang kamu bisa!" Andra menggeleng. Lala nggak bisa diharapkan. Bagaimana mau jadi istri?


"Om, gimana nyalai kompornya?" tanya Lala akan masalahnya.


Andra tidak habis pikir, bahkan untuk menyalakan kompor saja Lala tidak tahu. Bagaimana mau memasak?

__ADS_1


"Katanya kamu mau jadi istri yang layak. Menghidupkan kompor saja tidak bisa!" dumel Andra sambil beranjak ke kamar. Ia akan mengambil ponselnya untuk memesan makanan.


Lala diam. Walaupun Andra mengucapkan dengan pelan, tapi Lala dapat mendengarnya.


Tak lama, makanan pesanan Andra datang. Pria itu makan di meja makan.


"Makanlah!" Andra menyodorkan nasi kotak. Ia memesankan juga untuk Lala.


Lala pun duduk untuk melahap makanan itu.


"Ana pintar memasak!" ucap Andra memberitahu.


"Aku juga bisa!" Lala tidak mau kalah.


Andra malah tersenyum sinis. Lala nggak sadar diri. Lala itu tidak bisa apapun.


\=\=\=\=\=\=


Lala saat ini berada di dapur. Ia melihat ponselnya. Tutorial cara menghidupkan kompor.


"Oh begitu!" Lala tersenyum sambil mencoba.


Sambil menarik nafas, Lala menekan kompor tersebut.


Tak


Lalu Lala mencoba menyalakan kembali kompor. Tak lama mematikannya pula.


Lala melakukannya sampai berapa kali.


"Aku bisa!!!" Lala bersorak gembira. Ia berhasil menyalakan kompor. Ada kemajuan.


'Astaga!!!' Andra mengelus dada melihat kelakuan Lala di dapur, yang belajar menyalakan kompor.


"Om Andra, lihat! Aku bisa menyalakan kompor!" Lala melihat Andra, ia pun menunjukkan kemampuan barunya.


"Lala belajar dari video internet, Om. Om Andra mau makan mi?" tanya Lala. Ia akan mencoba memasak mi instan.


"Nanti Lala lihat tutorial masak mi!" Lala berucap dengan bahagia.


Andra mengusap wajahnya. Untuk hal seperti itu saja, Lala melihat internet.


"Aku mau pergi!" ucap Andra memberitahu.

__ADS_1


Lala berlari menghampiri Andra.


"Aku ikut!" ucap Lala. Ia tidak tahu Andra mau ke mana. Yang penting ikut saja dulu.


"Aku ada urusan!" tegas Andra.


"Aku ikut, Om!" Lala tetap memaksa.


"Lala!!!" pekik Andra.


"Ayo, Om." Lala tidak peduli, ia memeluk lengan Andra.


"Lala!!!" Andra menepis tangan Lala.


"Om mau ke mana, sih?" tanya Lala penasaran.


"Bukan urusanmu!"


"Ya sudah, itu akan jadi urusanku sekarang. Aku akan ikut melihat Om mau pergi ke mana." Ucap Lala santao.


"Lala, jangan menyusahkanku!"


"Tinggal bilang saja Om mau ke mana? Gitu saja kok repot!"


"Aku mau bertemu Ana." Andra terpaksa menjawab.


"Mau apa?" tanya Lala tidak senang.


"Apa aku harus mengatakan padamu alasannya?" tanya Andra. Lala terlalu ikut campur urusannya.


Lala mengangguk. "Kita suami istri sekarang, Om. Jadi harus saling terbuka. Jangan ada dusta di antara kita!"


Andra kesal, Lala mau tahu saja. Pria itu pun kembali berjalan ke kamar.


"Om, nggak jadi pergi?" tanya Lala melihat Andra berlalu. Ia senang Andra tidak jadi menemui Ana.


'Besok saja aku temui Ana!' batin Andra


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2