MENCINTAIMU

MENCINTAIMU
BAB 75 - MENCINTAIMU


__ADS_3

"Sayang, aku pergi ke kantor. Kamu baik-baik di rumah ya." Pamit Andra. Kini ia akan kembali ke kantor lagi. Lala sudah tidak muntah-muntah lagi.


Lala mengangguk pelan. Ia tersenyum melihat Andra menunduk, mensejajarkan posisinya dengan perutnya yang mulai membuncit.


"Anak Papa. Jangan nakal ya, kasihan nanti Mama capek." Ucap Andra mengelus perut Lala lalu mengecupnya. Menyalurkan segala kasih sayangnya.


"Iya, papa." Jawab Lala dengan bahagia. Andra makin dan makin bertambah saja perhatian dan kasih sayangnya.


"Oh iya, Mas. Besok jadwal kita ke dokter." Lala mengingatkan. Ia ingin melihat anak mereka. Sudah sebesar apa dalam kandungannya.


"Besok ya? Hmm... Baiklah!" Andra tampak berpikir lalu mengangguk. Ia akan libur besok dan menemani istri tercinta ke dokter kandungan.


Sampai kantor, Andra akan memulai pekerjaannya. Sejenak menatap bingkai foto. Ada fotonya dengan Lala terpajang di sana.


'Selalu seperti ini! Aku merindukan kalian...' Andra membuang nafasnya yang terasa berat.


Semenjak Lala sudah tidak mual saat pagi, ia kembali dengan rutinitasnya. Pagi pergi ke kantor dan pulang saat sore menjelang. Sepanjang waktu itu, ia merasakan rindu yang begitu mendalam.


Kini bukan hanya Lala yang dirindukannya. Tapi juga anak dalam kandungan sang istri. Sebenarnya ia ingin di rumah saja bersama istri dan anaknya. Tapi, Lala malah memaksanya untuk ke kantor juga.


"Baiklah! Aku harus selesaikan, agar segera pulang dan bertemu dengan kalian!" Andra jadi menatap sendu bingkai foto tersebut. Mengelus foto Lala dan perutnya.


Setelah berkali-kali menarik nafas, barulah Andra mulai menyelesaikan tanggung jawabnya yang menumpuk. Berharap waktu cepat berlalu. Sore cepat menjelang dan ia bisa pulang.


Sore itu, Andra langsung turun dari mobil dan berlari masuk.


"Lala... Lala!" panggil Andra. Kerinduannya begitu menggebu.


"Lala di dapur, Mas!" teriak Lala membalas panggilan sang suami.

__ADS_1


Andra langsung berlari ke dapur. Ia pun langsung memeluk sang istri. Memeluknya dengan begitu erat. Seakan mereka telah lama tidak bertemu.


"Mas Andra..." Ucap Lala. Andra pulang-pulang langsung memeluknya lagi. Mana ada nenek lagi di sini. Ia kan malu.


Nenek tersenyum melihat sikap Andra. Cucu menantunya kini sudah berubah total. Sangat mencintai cucunya.


"Mas, ayo minum dulu tehnya." Tawar Lala.


Andra merelai pelukannya dan duduk. Lalu meminum teh yang dibuatkan sang istri.


Teh hangat dengan senyuman hangat. Membuat hati Andra jadi menghangat.


"Terima kasih, sayang."


"Mas, mau makan?" tanya Lala kemudian.


Lala menyajikan makanan untuk suami tercintanya. Senyum tak lepas dari wajah cantiknya.


Malam menjelang. Andra dan Lala berada di kamar. Andra mengelus-ngelus perut Lala, sambil sesekali mengkecupinya.


Ada rasa yang sulit dijabarkan saat mengelus perut Lala. Rasanya sudah pasti bahagia dan Andra bisa berjam-jam mengelus perut Lala. Ia mengelus seolah mengelus kepala anaknya secara langsung.


Lala sangat bahagia, Andra menyayangi buah cinta mereka.


"Sayang, anak kita laki-laki atau perempuan ya?" tanyanya pada Lala. Ia penasaran ingin tahu. Meski tak masalah mau jenis kelamin apa, tapi mau tahu yang pasti juga.


"Lala terserah saja sih, Mas. Besok kita akan tanya sama dokter." Ucap Lala.


Mereka besok akan mengecek kandungan sekaligus usg. Untuk melihat perkembangan sekaligus mengetahui jenis kelamin bayi mereka.

__ADS_1


"Sayang, Papa tidak sabar menunggu besok untuk melihat anak papa." Adu Andra pada bayi dalam perut Lala. Menunggu besok terlalu lama.


"Mas, sabar ya." Lala mengelus wajah tampan sang suami tampannya.


Andra mengangguk. "Sayang, terima kasih. Aku berjanji akan selalu mencintaimu dan anak kita. Aku akan membahagiakan kalian." Janji Andra menatap Lala sangat dalam. Ia sangat mencintai wanita itu.


Lala yang dulu hanya bocah edan yang menyebalkan baginya. Kini berubah menjadi wanita yang sangat dicintainya. Wanita yang ingin selalu ia lindungi dan membuatnya bahagia. Ya, waktu telah merubah semuanya. Termasuk perasaannya.


"Terima kasih, Mas Andra. Mau menikah dan menerima Lala." balas Lala menatap dalam mata Andra. Ia sangat mencintai Andra. Perasaannya tidak pernah berubah dan makin bertambah dalam.


"Kita akan selalu bersama selamanya." Tegas Andra sambil tersenyum manis.


Lala mengangguk kepala.


"Aku mencintaimu, Lala..."


"Lala mencintaimu, Mas Andra..."


Keduanya pun seperti teletabis..


Berpelukan...


\=\=\=TAMAT\=\=\=


Terima kasih buat semua pembaca setia.


Mohon maaf atas kekurangan di novel iniπŸ™πŸ™πŸ™


Salam sayang dari Andra dan Lala πŸ₯°πŸ˜ŠπŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2