Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Tak Akan Murah Hati


__ADS_3

Wajah pemimpin perampok langsung berubah muram setelah mendengar jawaban itu. Dia berkata, "Sepertinya kalian tidak ingin bekerjasama."


"Jangan banyak omong kosong atau kau akan mati," ucap pria lain yang berjubah hitam. Ekspresinya tetap datar sejak tadi dan dia tak mengatakan apa-apa lagi seolah bicara dengan perampok hanya membuang-buang waktu.


"Huh, sepertinya Zhang Mingxi sudah tidak sabar," goda pria berjubah putih sambil tertawa-tawa.


"Kalian berdua sudah gila! Aku akan menunjukkan pada kalian kekuatan perampok yang sebenarnya!" teriak pemimpin perampok itu dengan marah.


Tak! Tak! Tak!


Saat mereka sedang berdebat, mereka dapat mendengar dengan jelas suara kaki kuda yang semakin mendekat. Ketika mereka melihat ke arah sumber suara, ternyata yang mendekat ke arah mereka adalah seorang wanita bergaun putih yang menunggang kuda.


Wajah pemimpin perampok sumringah dan air liurnya hampir menetes melihat seorang wanita. Ia berkata, "Bagus. Ada satu orang lagi!"


Mereka melihat wanita berkuda itu sudah tepat berada di depan mereka. Gaunnya ikut melayang-layang saat kudanya bergerak.


Walau kondisi saat ini gelap, tapi mereka masih dapat melihat wajah cantik dan anggun wanita itu. Fitur wajahnya begitu memukau.

__ADS_1


Shen Qinchang melihat Lin Feili dengan keheranan. Tak ada tatapan takut dari wanita itu, bahkan ia terlihat tak tertarik melihat mereka. Biasanya, jika seorang wanita berada di situasi seperti ini, mereka pasti akan langsung kabur, tapi yang satu ini malah menghampiri mereka.


Dia sangat percaya diri atau bodoh?


"Dia bukan orang kami," ucap Shen Qinchang.


Pemimpin perampok menyeringai dingin, "Kau pikir bisa menipuku? Jangan anggap aku bodoh!"


Mereka bertiga sama-sama menunggangi kuda dan wanita itu datang sendiri. Tentu saja mereka tak akan percaya saat Shen Qinchang mengatakan hal itu.


"Ayo serang mereka!" teriak pemimpin perampok, memerintahkan para bawahannya.


Lin Feili bisa menebak. Itu pasti Zhao Xiaoyao dan anak buahnya.


Sebenarnya, Lin Feili tak menyangka Zhao Xiaoyao sangat gigih mengejarnya. Padahal, Lin Feili sudah sangat jauh dari perbatasan kota.


Karena sudah seperti ini dan ada dua perampok di depan dan di belakangnya, ia akan menghadapi yang mudah dulu.

__ADS_1


Shen Qinchang dan Zhang Mingxi juga segera menyadari suara itu.


"Aku tak menyangka para perampok gunung ini tahu bagaimana untuk melakukan serangan mengepung," ucap Shen Qinchang menyeringai.


Namun ternyata, pemimpin perampok juga terkejut. Ia merasa semua bawahannya sudah ada di sini semua. Lalu, bagaimana bisa ada banyak orang lagi yang muncul?


Sial! Apakah itu perampok lain?


"Siapapun kalian, aku tidak peduli! Kami hanya akan menyerang lebih dulu dan mendapatkan banyak harta. Serang!" teriak pemimpin perampok sekali lagi.


Ia tak memedulikan perampok lain yang datang dan segera memimpin para bawahannya untuk menyerang Lin Feili dan kedua pria itu.


Sementara itu, Zhao Xiaoyao yang juga melihat Lin Feili langsung berteriak, "Bunuh wanita itu!"


Lin Feili menyipitkan matanya. Terakhir kali bertemu, ia melepaskan Zhao Xiaoyao, tapi ternyata langkahnya salah dan sekarang Zhao Xiaoyao kembali membuat masalah dengannya.


Kali ini, ia tak akan murah hati lagi.

__ADS_1


Namun, belum sempat para bawahan Zhao Xiaoyao mendekati Lin Feili, mereka sudah diserang oleh bawahan pemimpin perampok.


Saat ini, para perampok menatap Zhao Xiaoyao dengan tak senang.


__ADS_2