
Keesokan harinya.
Pagi ini terlihat cerah. Tak ada awan yang menutupi langit sedikitpun. Saat Lin Feili keluar kamar, Wu Yanshi telah meninggalkan Kediaman Feili.
Ia merasa sedikit kecewa, tapi ia kembali tersenyum cerah saat teringat hari ini adalah hari baginya untuk menunjukkan kemampuannya.
Seharusnya, sampah tak berguna ini telah lama terbuang.
Lin Feili berjalan menuju kereta kuda yang telah dipersiapkan sejak kemarin. Sekarang ia akan berangkat ke acara panahan kekaisaran.
Sedangkan Ma Zheng hanya mengikuti Lin Feili dari belakang sesuai perintah pangerannya. Ia bertugas memastikan keselamatan Lin Feili. Selain daripada itu, ia tak perlu menunjukkan diri.
*
Gunung Hong.
Acara panahan kekaisaran diadakan di Gunung Hong. Gunung itu terletak di bagian timur dari Kota Kekaisaran Aglea. Wilayah itu sangat luas dan terpencil. Acara panahan kekaisaran selalu dilakukan di sana.
Saat Lin Feili tiba di Gunung Hong, ia melihat hamparan tenda sudah didirikan. Begitu banyaknya tenda sehingga hampir menutupi seluruh daratan kosong di sekitaran Gunung Hong.
Di setiap sisi, berbaris bendera-bendera kekaisaran yang menari-nari bebas mengikuti tiupan angin.
__ADS_1
Para pengawal kekaisaran berpatroli dan menjaga ketat kamp-kamp kekaisaran. Sedangkan para pelayan wanita sibuk mempersiapkan makanan dan hal-hal lain yang diperlukan untuk acara ini.
Saat Putri Wu tiba, semua mata tertuju padanya.
Kemarin, berita tentang Wei Chu yang dipermalukan sudah menyebar di istana dan hampir diketahui semua orang. Walau Wei Chu berusaha keras untuk menutupi hal itu, tapi tetap saja sudah banyak orang yang tahu.
Sejak Wei Yue menjadi calon putri mahkota, seluruh perhatian tertuju padanya. Biasanya ia adalah wanita sombong yang suka pamer ke manapun.
Ketika mereka tidak lagi melihatnya dan mengetahui bahwa ia berdiam diri di kediamannya, banyak orang merasa curiga.
Namun, dengan kekuatannya, Wei Chu mampu menyembunyikan bahkan setetes air tidak dapat bocor keluar kediaman. Rahasia mereka benar-benar terjaga.
Sedangkan Lin Xue masih selalu memperhatikan pergerakan Wei Yue. Bagaimana pun, ia telah merebut posisinya menjadi putri mahkota.
Ketika Lin Xue melihat Wei Chu dan Wei Yue datang ke Istana Wu, Lin Xue buru-buru mengikuti mereka. Ia ingin tahu alasan mereka datang ke sana.
Namun, belum sempat ia tahu, ia melihat Wei Chu menyerat Wei Yue keluar dari Istana Wu. Ada sedikit noda darah yang tertinggal di lintasan jalan mereka.
Hal ini membuktikan jika Wei Yue terluka.
Walau tadi ia belum tahu alasan mereka datang ke sini, melihat Wei Yue yang terluka saja sudah menjelaskan alasannya.
__ADS_1
Wei Yue dan Lin Feili adalah target Lin Xue. Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Lin Xue segera menyebarkan berita ini.
Calon Putri Mahkota dipukuli di Istana Wu oleh Putri Wu, mantan Putri Mahkota.
Tentu saja hal ini menggemparkan kekaisaran.
"Aku dengar Wei Yue sudah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk acara ini, tapi sampai sekarang ia belum datang. Sepertinya ia terluka sangat parah di Istana Wu," ucap seseorang bergosip.
"Baik Pangeran Wu maupun Putri Wu, mereka berdua benar-benar berubah drastis setelah menikah. Mereka tidak bisa lagi diganggu," imbuh orang lainnya.
"Lihat, lihat, Tuan Wei sudah datang. Sepertinya akan ada pertunjukan bagus hari ini. Ah, aku sudah tidak sabar melihatnya," orang lainnya menunjuk ke arah Wei Chu.
Semua mata tertuju ke depan, berharap pertunjukan bagus yang mereka harapkan akan dimulai. Lin Xue yang merasa paling semangatnya untuk melihat ini, karena ia adalah dalang dibalik berita itu.
Ia benar-benar ingin membalas dendam pada Lin Feili.
Sedangkan Lin Feili baru saja turun dari kereta kudanya. Ladang berburu luas muncul di depannya, dibatasi pagar-pagar emas yang cerah. Pemandangan yang sangat indah dan elegan.
Persis seperti di novel yang pernah ia baca.
Berdasarkan yang ia ingat dari novel, acara panahan ini berlangsung selama 3 hari. Mereka akan menginap di tenda-tenda yang sudah di siapkan.
__ADS_1
Acara ini siap dimulai. Semua orang sudah berkumpul di lapangan. Namun, mereka semua menatap ke arah Lin Feili.