Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Penutupan Sementara Rumah Sakit Dokter Dewata


__ADS_3

Wei Yue menghela napas kasar. Jawaban Lin Feili begitu aneh baginya.


"Suasana hatiku cukup baik hari ini dan aku tidak ingin menanggapimu. Namun, aku ingin memberimu satu nasehat. Nona Wei, kau tidak boleh bicara terlalu bangga. Apa kau tidak ingat? Saat itu, aku juga merupakan calon Putri Mahkota."


Lin Feili meninggalkan Toko Linen tanpa kata lagi. Menyaksikan sosok rampingnya pergi, Wei Yue masih membeku. Ia tahu dengan jelas makna tersirat ucapan Lin Feili.


Dulu, Lin Feili adalah calon Putri Mahkota, tapi pertunangannya sudah batal sekarang. Lin Feili mencoba mengingatkannya, jika sebelum dia benar-benar menjadi Putri Mahkota, apapun masih bisa terjadi.


Di luar Toko Linen, Lin Feili melihat Wu Yanshi berdiri tak jauh dari sana. Wu Yanshi tersenyum dan bertanya, "Apakah sudah selesai?"


Lin Feili mengangguk pelan. Tindakan Wei Yue ini memang harus diberi pelajaran. Lin Feili mengatakan itu bukan untuk mengingatkannya, tapi agar Wei Yue tahu batasannya.


Lin Feili bukanlah orang yang begitu besar hati.


"Kenapa kau sangat baik hari ini? Gaun ini cukup mahal," ucap Lin Feili mengangkat alisnya.


Saat ia memilih gaun itu, ia tahu dengan jelas betapa mahal harganya. Namun, saat Lin Feili meminta 100 koin emas darinya, ia tak mampu memberikannya.


Wu Yanshi tersenyum menatapnya, "Uang seorang pria harus disimpan untuk istrinya. Karena hari itu kamu tidak setuju untuk menjadi istriku, maka aku tidak memberikan koin emas. Namun, sekarang kamu adalah istriku. Semua keperluanmu adalah tanggung jawab suamimu."


Lin Feili tersenyum samar. Walau ia tahu pria itu hanya membual, tapi masih cukup menyenangkan untuk didengar.


Kemudian, Wu Yanshi mengeluarkan kartu koin hitam dan memberikannya pada Lin Feili, "Mulai sekarang, gunakan saja uang di kartu ini."


Di dunia ini, tempat orang-orang menyimpan uang adalah di Pasar Keuangan. Lin Feili pernah membaca ini sekilas dari novel.


Uang-uang yang selama ini didapatkan Lin Feili dari Rumah Sakit Dokter Dewata, ia simpan di Pasar Keuangan. Namun, ia hanya memiliki Kartu Perak (Silver Card).


Sedangkan Wu Yanshi memiliki Kartu Hitam (Black Card)?

__ADS_1


Kartu penyimpanan uang di Pasar Keuangan dibagi menjadi 4 tingkatan, yaitu Abu-abu, Perak, Emas, dan Hitam.


Berdasarkan novel, Lin Feili tahu jika di seluruh kekaisaran ini tidak ada yang memiliki kartu hitam. Namun, ternyata Wu Yanshi memilikinya dan tidak ada informasi tersebut dalam novel.


Seberapa kaya Wu Yanshi sebenarnya?


"Uangku sendiri saja sudah cukup. Kau bisa menyimpan kartu itu sendiri," ucap Lin Feili menolaknya.


"Ambil ini. Saat ini lebih baik kamu fokus pada kultivasimu. Menurutku, mungkin sebaiknya kamu menutup Rumah Sakit Dokter Dewata agar bisa sepenuhnya fokus pada kultivasi," ucap Wu Yanshi memberi saran.


"Kenapa?" tanya Lin Feili.


"Istriku, sekarang kamu adalah Putri Wu. Jika kamu selalu menunjukkan wajah di depan umum saat merawat pasien, tentunya itu tidak akan menyenangkan untuk didengar," jelas Wu Yanshi sambil tersenyum.


"Kau peduli dengan hal itu?" tanya Lin Feili acuh tak acuh.


"Baiklah, lupakan. Sebentar lagi acara panahan kekaisaran tiba. Jika kamu mendapatkan peringkat tertinggi dalam kompetisi itu, itu akan sangat menguntungkan untukmu," ucap Wu Yanshi tujuan yang sebenarnya.


Sepertinya Wu Yanshi juga berpikir bahwa kemungkinan besar dia adalah putri Ming Jinchen. Jika ia ingin berhadapan dengan seluruh Keluarga Ming, tak ada waktu lagi untuk menjalankan bisnis Rumah Sakit Dokter Dewata.


Jadi, Lin Feili menutup rumah sakit untuk sementara, tetapi dia meninggalkan pil roh untuk dijual. Lalu, dia kembali ke istana untuk berkultivasi dengan tenang.


Setengah bulan lagi acara panahan kekaisaran akan dimulai. Lin Feili harus meningkatkan kekuatannya segera mungkin.


*


Keesokan harinya.


Lin Feili berjalan masuk ke kamar Wu Yanshi dan bertanya, "Wu Yanshi, apa kau tahu tempat yang bagus untuk berkultivasi di wilayah kekaisaran? Seperti air terjun atau semacamnya?"

__ADS_1


Setelah memikirkannya kemarin, ia yakin kekuatannya akan meningkat jika terus tinggal di rumah. Namun, fisiknya akan lemah.


Di kehidupan nyata, Lin Feili telah merendam tubuhnya dengan segala macam obat dan herbal yang membuat fisiknya sangat kuat. Namun, di dunia ini berbeda.


Tokoh Lin Feili memiliki tubuh yang lemah dan kekurangan gizi. Jika Lin Feili memaksa untuk terus meningkatkan kekuatannya, tubuhnya tak mampu menerima.


Jadi, Lin Feili memutuskan untuk berkultivasi di luar istana. Sekalian ia ingin melatih kemampuan bertarungnya selagi usianya masih muda.


"Ada gunung kecil tidak jauh di luar kota kekaisaran. Di dalamnya ada air terjun," jawab Wu Yanshi.


Ia mengerti tujuan Lin Feili. Namun, Lin Feili benar-benar membuatnya terkesan. Biasanya, para kultivator muda sama sekali tidak peduli dengan kekuatan fisik mereka. Mereka hanya fokus untuk meningkatkan energi kultivasi.


Hanya ada beberapa yang tahu tentang betapa pentingnya meningkatkan fisik saat pelatihan kultivasi.


Mendengar jawaban Wu Yanshi, mata Lin Feili langsung berbinar, "Benarkah? Bisakah kau memberitahuku detail tempatnya?"


"Kamu ingin pergi sendirian? Di sana terlalu banyak binatang buas. Berlatih sendirian di sana terlalu berbahaya," ucap Wu Yanshi khawatir.


"Jangan khawatir. Aku tahu batasanku," jawab Lin Feili tersenyum.


Di kehidupan nyata, ia sering pergi berkultivasi sendirian. Ia sangat yakin dengan pengalamannya ketika menghadapi bahaya. Bahkan jika ia tak memiliki kekuatan sama sekali sekarang, ia percaya diri bisa kembali dengan selamat.


"Aku akan menemanimu. Kita pergi bersama," ucap Wu Yanshi tenang, tapi nada suaranya mengungkapkan keteguhan keputusannya. Ia tak akan berubah pikiran.


"Aku pergi ke sana untuk berkutivasi. Jika kau ikut denganku, bagaimana aku bisa merasakan bahaya?" ucap Lin Feili protes.


"Percaya padaku. Selagi itu tidak mengancam nyawamu, aku tidak akan bertindak. Kamu adalah istri yang paling aku cintai. Bagaimana aku bisa diam saja jika ada bahaya?" ucap Wu Yanshi terus menggoda Lin Feili.


Lin Feili memutar matanya.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Lin Feili, Wu Yanshi melanjutkan, "Aku sudah mengirim beberapa orang untuk bersiap untuk membawa kita pergi jalan-jalan. Ini juga akan membuktikan perasaan cinta kita sebagai suami dan istri."


"Wu Yanshi!" Lin Feili benar-benar tak mengerti jalan pikirannya.


__ADS_2