Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Bukan Sesuatu yang Istimewa


__ADS_3

Keahlian dan kemampuan Lin Feili terus menyebar di Kekaisaran Aglea. Sekarang, Lin Feili adalah idola para generasi muda. Para anak muda menjadikan Lin Feili kiblat kultivasi. Mereka tak henti-hentinya berbicara dan mengangumi Lin Feili.


Sedangkan di kediaman Li Xiaolong, keadaan sangat kacau. Keluarga Li tak pernah berpikir jika Li Mei akan kalah dari Lin Feili. Bahkan, Li Mei sampai kalah telak.


Mereka tak berani keluar karena takut menjadi bahan olok-olok masyarakat. Mereka hanya bisa sembunyi di dalam tempurung, meratapi nasib.


Keadaan Keluarga Li sangat berbanding terbalik dengan Lin Feili. Walaupun ia menjadi topik hangat di seluruh kekaisaran, tetap saja rutinitasnya tidak berubah. Baginya, mengalahkan Li Mei bukan sesuatu yang istimewa.


Saat ini, ia menyuruh si hitam dan si emas untuk menjaga Chiang karena Lin Feili akan berkultivasi seperti biasa.


Sebentar lagi, Lin Feili akan masuk ke Akademi Bintang Jatuh. Pasti banyak orang-orang kuat di sana. Lin Feili harus segera menerobos agar ia tak disepelekan nanti.


*


Malam perlahan tiba. Kegelapan dan kesunyian telah menyelimuti Kekaisaran Aglea. Lin Feili sudah berkultivasi sampai malam.


Di tengah kultivasi, tiba-tiba ia membuka mata dan menatap tajam ke arah atap. Ada seseorang yang bersembunyi di sana!


Bersamaan dengan itu, si emas tiba-tiba berbisik, "Tuan, ada seseorang yang datang dan dia bukan orang yang baik."


Lin Feili mengangguk pelan. Sudah selarut ini, siapa lagi yang akan datang jika bukan seorang pembunuh. Mungkin Li Xiaolong sudah bergerak dan mengirim pembunuh bayaran.

__ADS_1


"Ayo kita cek," ucap Lin Feili dengan suara dingin. Apakah itu perbuatan Li Xiaolong? Cepat sekali tindakannya. Selain itu, jika pembunuh itu memang kiriman Li Xiaolong, artinya ia benar-benar tidak takut mati.


Si hitam dan si emas melompat ke bahu Lin Feili, mengikutinya keluar kamar untuk mengecek pembunuh di luar.


"Aku sudah tahu sejak pertama kau datang. Tak perlu bersembunyi lagi. Keluar!" seru Lin Feili melihat ke arah atap. Suaranya keras dan tak bergetar sama sekali. Bisa dinilai jika ia tak gugup ataupun takut.


Bai You yang ada di atas atap sedikit merinding mendengar suara Lin Feili. Wanita itu benar-benar tidak sederhana. Ia tak takut menghadapi pembunuh di tengah malam.


Awalnya, Bai You agak ragu saat mengetahui jika orang yang harus dia bunuh adalah Putri Wu. Namun, melihat hadiah yang begitu besar, ia tak mampu untuk menolaknya.


Jika ia sudah berhasil membunuh Lin Feili, ia akan pergi dari Kekaisaran Aglea.


Lin Feili memeriksa kekuatan pria itu dan mengetahui jika kultivasinya sudah berada di tahap akhir.


"Siapa yang mengirimmu?" tanya Lin Feili, tak melembutkan nada bicaranya sedikitpun. Malahan, ia sedikit membocorkan auranya.


Bai You menjawab dengan nada meremehkan, "Tugasku hanya untuk membunuhmu. Tentang siapa yang mengirimku, takutnya kau tidak akan pernah tahu seumur hidup ini."


Setelah mengatakan itu, Bai You menyerang lebih dulu.


Saat ini, ia berada di istana pangeran yang dijaga sangat ketat. Jadi, ia harus sesegera mungkin menyelesaikan tugasnya. Jika tidak, akan sulit kabur dari penjaga jika dia ketahuan.

__ADS_1


Bum!


Lin Feili segera melayangkan pedangnya, tapi masih bisa dihadang oleh pedang Bai You.


Bum!


Bum!


Bum!


Benturan terus terjadi. Bai You sedikit terkejut dibuatnya. Jelas-jelas ia tahu kalau kultivasi Lin Feili hanya berada di tahap awal, tapi bagaimana ia bisa bertahan menyerangnya?


Tentu saja perasaannya bukan manipulasi. Energi di dalam tubuh Lin Feili tak bisa bohong. Kekuatan Lin Feili lebih lemah darinya. Namun, dari ayunan pedang dan serangannya, Bai You bisa merasakan jika wanita di depannya sangat berpengalaman. Karena itu, walau kekuatannya lebih lemah, Lin Feili tetap bisa menyerang karena berpengalaman.


Namun, bagaimana bisa seorang wanita 16 tahun memiliki pengalaman yang begitu banyak? Bai You kewalahan dan tak menduga hal ini akan terjadi.


Karena suara-suara itu, para penjaga mulai berdatangan dan mengelilingi mereka berdua. Kepala pelayan yang paling histeris.


"Putri Wu!" teriaknya. Ia melotot kaget melihat ada orang yang mencoba membunuh seorang putri di dalam istana.


Jika pangeran mereka tahu hal ini terjadi pada istrinya, pasti mereka tak akan mendapat ampun. Mereka akan dikubur hidup-hidup.

__ADS_1


__ADS_2