
Lin Feili menatapnya dengan tajam. Tak ada lagi senyum memesona di wajahnya. Ia berkata, "Sepertinya hukuman yang ku berikan untukmu belum cukup. Coba kau katakan satu kalimat lagi. Jika kau berani, maka akan ku buat kau menyesal telah lahir ke dunia ini!"
Nada yang mendominasi dan sangat arogan itu bisa didengar semua orang. Aura menakjubkan menguar dari tubuh Lin Feili. Kata-katanya bukan lagi ancaman, tapi skak mat untuk Li Mei.
Ini pertama kalinya orang-orang melihat sisi lain Lin Feili. Mereka merasa tertekan dengan auranya.
Setiap orang berpendapat jika kekuatan Lin Feili tak bisa dibandingkan dengan Li Mei yang sudah berlatih di Akademi Bintang Jatuh selama setahun. Jadi, bagaimana Lin Feili bisa begitu percaya diri?
"Lin Feili, kau pikir kau siapa? Jangan kira karena kau berbakat, maka kau bisa melakukan hal-hal yang menentang hukum. Jika aku ingin membunuhmu, aku bisa melakukannya dengan banyak cara," bantah Li Mei yang mencoba melawan tekanan aura Lin Feili.
Lin Feili tersenyum sinis dan berkata, "Besok, jam 11 siang, kita akan melakukan pertarungan hidup dan mati. Apa kau berani, Li Mei?"
Di Kekaisaran Aglea, sering terjadi konflik antar kultivator. Jika mereka tak bisa lagi berdamai dengan kata-kata, maka mereka akan melakukan pertarungan hidup dan mati.
Namun, hal ini jarang dilakukan. Itu karena tidak peduli siapapun yang mati, maka tidak akan ada yang bertanggungjawab. Harga ini terlalu mahal untuk mereka.
Jadi, saat Lin Feili menantang Li Mei dengan pertarungan hidup dan mati, semua orang pasti tak menyangka.
"Pertarungan hidup dan mati? Apa dia yakin? Pertarungan ini bukanlah lelucon," ucap seseorang.
"Tapi Li Mei telah menyinggung Lin Feili berkali-kali, wajar saja ia ingin bertarung. Namun, aku tak menyangka akan menjadi pertarungan hidup dan mati," timpal yang lainnya.
Sebenarnya, Li Mei juga terkejut karena Lin Feili meminta pertarungan hidup dan mati. Namun, setelah membandingkan kekuatan mereka, ia tahu akan menang.
Tadinya ia ingin membunuh Lin Feili setelah pelelangan berakhir. Namun, sepertinya ia tak perlu repot-repot lagi sekarang.
"Bagus! Aku akan membuatmu memohon ampun!" ucap Li Mei angkuh.
Lin Feili menyeringai, "Besok kau akan mati!"
__ADS_1
Li Mei mendengus karena melihat Lin Feili tidak menyerah. Ia membiarkan Lin Feili sombong hari ini karena besok ia akan membuat Lin Feili kehilangan wajah.
Ye Xuan yang sejak tadi memperhatikan pertikaian mereka juga tak habis pikir. Padahal ini pertemuan pertama mereka, tapi mereka langsung melakukan pertarungan hidup dan mati.
Lin Feili benar-benar sudah jauh berubah dari dirinya yang asli.
Ru Wanjing langsung merasa bersalah. Tadi ia hanya tidak tahan dengan sikap Li Mei dan memilih untuk berdebat. Ia tak berpikir akan menjadi seserius ini.
"Lin Feili, tadi aku hanya kesal sesaat padanya. Kau juga tidak perlu sampai melakukan pertarungan hidup dan mati ini. Jika sampai kau kalah ...," Ru Wanjing benar-benar khawatir.
Lin Feili tersenyum melihat Ru Wanjing yang mencemaskannya. Ucapan Pong Wenbin benar. Walau Ru Wanjing terlihat sedikit pemarah, tapi sebenarnya ia baik. Ia tak pernah berniat buruk sedikitpun pada Lin Feili.
Di hari-hari sebelumnya, ia dan Ru Wanjing tidak pernah sependapat. Ia tak menyangka mereka akan bersatu karena sama-sama membenci Li Mei.
Pong Wenbin pun mencemaskan Lin Feili, "Kau ini gegabah sekali. Li Mei baru saja naik tingkat dan pengalamannya di Akademi Bintang Jatuh sudah lebih banyak."
Tentu saja ia sangat percaya diri dengan kemampuan bertarungnya.
Baik kultivasi ataupun pengalaman bertarung, tidak ada yang bisa menandingi Lin Feili. Bahkan sebenarnya, Lin Feili juga tak menghitung Li Mei. Namun karena keluarga Li Mei sangat merepotkan, Lin Feili mau tidak mau harus melakukan ini. Jika tidak, Li Mei sudah mati sejak tadi.
Melihat betapa santainya Lin Feili, Pong Wenbin dan Ru Wanjing merasa menyesal. Jika tahu akan berakhir seperti ini, mereka tak akan membawa Lin Feili ke pelelangan.
Sekarang, Ru Wanjing tak tertarik lagi dengan tameng kulit ular itu dan Li Mei juga tidak peduli. Akhirnya, Ru Wanjing berhasil memenangkan tameng kulit ular dengan harga murah.
"Li Mei, kau harus berhati-hati saat berhadapan dengan Lin Feili besok," ucap Wang Tao memberi peringatan.
Li Mei mendengus sombong dan menjawab, "Huh, hanya Lin Feili saja tidak perlu terlalu takut. Jika aku sudah mengeluarkan kekuatan asliku, disaat itu dia baru mengerti."
Namun, Wang Tao menggeleng, "Aku berpikir Lin Feili tak sesederhana itu. Jika tidak, kau pasti tidak akan sampai seperti ini dibuatnya."
__ADS_1
Li Mei naik darah karena ucapan Wang Tao, "Bagaimana mungkin ia pantas menjadi lawanku?"
Wang Tao hanya bisa menghela napas pasrah. Ia tetap berharap Li Mei harus hati-hati saat berhadapan dengan Lin Feili. Walaupun Lin Feili yang meminta pertarungan, tapi sebenarnya ia bukanlah orang yang mudah terprovokasi.
Jika ia berani mengajukan pertarungan hidup dan mati, berarti ia percaya diri dengan kekuatannya.
"Jangan bahas masalah ini lagi. Apa kau berpikir aku tidak tahu kekuatanku sendiri?" ucap Li Mei dengan kesal.
Wang Tao pun tak bisa berkata-kata lagi karena Li Mei sudah marah. Mungkin Li Mei punya rencananya sendiri untuk menghadapi Lin Feili.
Pelelangan berlanjut.
Barang demi barang ditawarkan. Semakin ke akhir, harga barang akan semakin mahal. Tak perlu lagi dikatakan sudah menyentuh angka berapa harga barang sekarang. Situasi pun semakin menegangkan.
Namun, suasana tidak seheboh tadi. Sekarang semua orang masih memikirkan pertarungan hidup dan mati antara Lin Feili dan Li Mei.
Ketika barang terakhir berhasil dijual, orang-orang bersiap pergi. Namun, pengumuman dari Zhen Fu menghentikan mereka.
"Tepat sebelum pelelangan dimulai, kami menerima barang terakhir. Barang ini akan menjadi puncak acara lelang. Kami yakin kalian semua akan tertarik," teriak Zhen Fu dengan senyum percaya diri. Ketika ia sendiri mengetahui barang itu, ia yakin ini akan menjadi lelang terbaik mereka.
Mendengar pengumuman Zhen Fu, orang-orang berhenti bergerak dan kembali duduk. Jika master lelang mengatakan ini adalah acara puncak, maka nilai barang itu pasti tidak rendah.
"Aku penasaran barang macam apa yang masih bisa ditambahkan di menit terakhir sebelum lelang dimulai," ucap seseorang.
"Pasti bukan barang biasa. Walau bukan pertama kalinya ada barang terakhir yang menjadi acara puncak, tapi ini pertama kalinya ada barang yang masih diterima tepat sebelum lelang dimulai," imbuh yang lainnya. Mereka berdiskusi dengan antusias.
Ru Wanjing yang juga penasaran berkata, "Kira-kira barang apa yang bisa diterima tepat sebelum acara lelang dimulai?"
Saat mengatakan ini, Ru Wanjing dan Pong Wenbin tersadar. Mereka langsung melihat ke arah Lin Feili. Tadi Lin Feili membawa barang untuk dijual, tapi mereka tidak tahu barang apa itu. Apakah barang yang dimaksud Zhen Fu adalah barang Lin Feili?
__ADS_1