
Hari ini matahari bersinar terang, cahayanya berwarna keemasan.
Saat Lin Feili keluar dari kamarnya, ia menyadari bahwa Kediaman Mawar sudah banyak berubah. Para pelayan berkeliling ke sana kemari di sekitar kebun mawar. Bahkan ia hampir mengira berada di tempat yang salah.
Lin Feili berjalan ke gerbang Kediaman Mawar.
"Selamat, Nona Lin."
"Selamat, Nona Lin."
Melihat Lin Feili berjalan keluar, para pelayan wanita dan pria langsung membungkuk dan memberi selamat padanya.
Lin Feili mengerutkan keningnya bingung. Ia tak tahu apa yang terjadi dengan pelayan-pelayan itu.
Kediaman Mawar yang biasanya tentram dan damai pun sekarang dihiasi lentera merah yang membuat kediaman itu berubah cerah dan meriah.
Di depan gerbang, kereta gerobak terus-menerus menurunkan barang. Melihat itu, Lin Feili langsung ingat.
Hadiah pertunangan!
Tiba-tiba, Wu Yanshi muncul di depannya, "Calon istriku, apakah kamu puas dengan hadiah pertunangan dari calon suamimu?"
Melihat tumpukan hadiah itu, Lin Feili melengkungkan bibirnya, "Tentu, tapi ...."
Hadiah pertunangan di depannya saat ini begitu banyak. Bahkan saat seorang pangeran kerajaan menikah, mereka hanya memberikan hadiah setengah dari hadiah yang ada di depannya sekarang.
"Tapi tidak cukup? Kalau begitu lihatlah ini," ucap Wu Yanshi.
Walau Lin Feili bingung, ia tetap menoleh ke arah yang ditunjuk Wu Yanshi.
"Tuan, lihat, lihat! Tulisan di plakat itu berubah!" ucap si emas memberitahu.
Lin Feili mendongak. Plakat yang awalnya bertuliskan 'Kediaman Mawar' telah berganti nama menjadi 'Kediaman Feili'.
"Calon istriku, ini juga salah satu hadiah pertunangan," ucap Wu Yanshi sambil tersenyum.
Saat orang-orang melihat Wu Yanshi membawa hadiah ke sini, mereka semua bingung. Bukankah Kaisar menikahkannya dengan Lin Feili dari Kediaman Jenderal?
Namun, setelah melihat nama di plakat itu akhirnya mereka mengerti.
"Hadiah pertunangan dari Pangeran Wu begitu mewah, melebihi hadiah dari pangeran lainnya," seru salah satu orang.
"Ini membuktikan jika Pangeran Wu sangat menyayangi Nona Lin. Namun, mengingat bakat dan kemampuannya yang terlalu hebat, aku pikir hadiah pertunangan ini bisa menyamainya," imbuh yang lain.
__ADS_1
Semua orang yang ada di sana setuju. Ye Xuan dan Lin Changkong pasti buta karena membuang wanita sebaik Lin Feili.
"Tapi, bukankah seharusnya Pangeran Wu mengantarkan hadiah pertunangan ke Kediaman Jenderal?" tanya salah satu orang yang langsung membuat semuanya bingung.
"Hal ini akan membuat Kediaman Jenderal kehilangan muka," tambahnya lagi.
"Namun, apa kalian lupa bagaimana hubungan Nona Lin dengan orang dari Kediaman Jenderal? Sepertinya ini adalah ide Nona Lin," jawab salah satu orang menyampaikan pendapatnya. Orang yang ada di sana pun langsung mengerti dengan alasan ini.
Lin Feili tak berhenti tersenyum saat melihat para pelayan membawa hadiah ke rumahnya. Saat ini, ia merasa pemikiran orang lain tak ada artinya. Sudah cukup Wu Yanshi saja yang memahaminya.
"Membawa hadiah pertunangan yang begitu mewah ke sini, apakah kau tidak takut menyinggung Lin Changkong?" tanya Lin Feili.
Wu Yanshi menjawab dengan santai, "Kebanyakan menantu takut pada ayah mertuanya karena ia khawatir hubungannya tidak akan direstui. Namun, kamu sudah berjanji kepadaku. Jadi, aku tak perlu mengkhawatirkan apapun. Kalau kamu membencinya, aku bahkan lebih benci."
Senyuman Lin Feili semakin lebar, "Aku sangat senang dengan hadiah pertunangan ini."
"Ada hari baik dalam 7 hari. Aku sudah mengatakan pada Kaisar agar kita menikah pada hari itu. Bagaimana menurutmu?" tanya Wu Yanshi.
"Itu terserahmu. Tapi ingatlah pernikahan kita ini hanya tipuan," ucap Lin Feili menekan kata-katanya.
Wu Yanshi mengangguk dan terlihat tidak peduli, "Tentu saja. Jika kamu benar-benar jatuh cinta padaku, aku pun tidak keberatan."
"Aku yang keberatan!" ucap Lin Feili.
"Calon istriku, jangan mengatakan itu. Aku akan sedih," ucap Wu Yanshi.
"Sudah cukup. Suasana hatiku sedang bahagia. Jadi, ayo kita makan keluar!" seru Lin Feili.
Mereka pun pergi makan dan minum di restoran dengan bahagia.
*
Di Kediaman Jenderal.
Dibandingkan kebahagiaan Lin Feili dan Wu Yanshi, Lin Changkong sedang menahan amarahnya di rumah.
"Wu Yanshi ini keterlaluan! Ia bahkan tak memberiku sedikit muka!" geram Lin Changkong. Ia melemparkan gelas teh ke lantai.
Pernikahan Lin Feili dan Wu Yanshi terlalu mencuri perhatian. Desas-desus di wilayah kekaisaran juga sangat cepat menyebar. Hari ini, Lin Changkong langsung menjadi topik hangat di antara orang-orang yang bergosip.
"Ayah, pasti Lin Feili yang menyuruh Pangeran Wu untuk melakukan ini. Pasti Pangeran Wu tak punya alasan lain," ucap Lin Xue mencoba memenangkan ayahnya, walau ia juga marah. Baginya, Lin Feili terlalu berlebihan.
"Aku yakin, Lin Feili semakin berani menjatuhkan kita karena kita tidak memberinya pelajaran. Jika kita tetap diam, ia akan semakin menginjak-injak kita," ucap Wei Luxi dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Ia sudah sangat ingin membunuh Lin Feili. Jika bukan karenanya, Lin Yi pasti bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di acara panahan kekaisaran nanti.
"Aku harus meminta Kaisar untuk mendisiplinkan Pangeran Wu," ucap Lin Changkong.
Ia merasa sangat marah sekarang. Karena ia selalu dihormati seumur hidupnya, tapi ia dipermalukan sekarang.
"Suamiku, mengapa tidak kau beri pelajaran pada Lin Feili saja? Apa karena ia sekarang berbakat jadi kau membelanya?" ucap Wei Luxi kecewa.
Lin Feili sangat terkenal dengan kemampuan medisnya. Banyak orang ingin memiliki relasi dengannya. Tak heran jika Lin Changkong akan seperti itu.
"Jangan bicara omong kosong! Tak ada yang menyuruhmu bicara!" bentak Lin Changkong. Jika ia bergerak, pria misterius itu akan menghabisi hidupnya.
Mata Wei Luxi berkaca-kaca karena dibentak oleh Lin Changkong. Selama mereka menikah, Lin Changkong selalu memperlakukannya dengan baik. Ia tak pernah kasar ataupun membentaknya. Namun sekarang, ia dimarahi habis-habisan karena Lin Feili.
Lin Xue tidak tahan melihat ibunya diperlakukan seperti itu, "Ayah, orang pintar bisa melihat ini adalah kesalahan Lin Feili. Mengapa Ayah terus-terusan membelanya?"
"Kalau kau bisa mengalahkannya, maka aku tidak akan marah seperti ini," jawab Lin Changkong.
Wajah Lin Xue memucat seketika. Kebenciannya pada Lin Feili semakin besar.
*
Istana Kekaisaran.
Saat ini, Ye Qin Mo sedang minum teh bersama Wang Ru. Ye Qin Mo menyeruput sedikit tehnya, "Sepertinya Lin Changkong marah besar sekarang."
Wang Ru juga mengikuti menyeruput sedikit tehnya, "Itu adalah risiko atas tindakannya sendiri. Ia tak pernah memperlakukan Lin Feili dengan baik. Tentu saja Lin Feili akan melakukan hal ini. Padahal, sekarang ia tumbuh menjadi wanita kuat."
Ye Qin Mo mengangkat alisnya, "Apa pandanganmu tentang Lin Feili?"
"Aku pikir gadis sini cukup unik. Lalu, bagaimana menurut Kaisar?" Wang Ru juga bertanya.
"Memang Lin Changkong yang buta. Jika tidak, Lin Feili adalah kandidat terbaik untuk menjadi Putri Mahkota," jawab Ye Qin Mo menghela napas.
Jika ia tahu lebih awal tentang hal ini, maka ia tak akan terburu-buru membatalkan pertunangan Ye Xuan dan Lin Feili. Kata-katanya tak bisa ditarik lagi karena ia adalah Kaisar.
"Berita tentang hadiah pertunangan Wu Yanshi telah menyebar ke seluruh kota kekaisaran. Ia sama sekali tak memberi wajah untuk Lin Changkong. Jika Lin Changkong datang ke istana, Kaisar ...," Wang Ru agak ragu-ragu mengatakannya.
Ia tahu identitas Wu Yanshi sangat istimewa. Ia juga tahu jika Kaisar dalam posisi sulit saat ini.
"Aku harus menenangkan Lin Changkong. Walau pihak Wu Yanshi bertahun-tahun diam, kita tetap tak bisa menganggap enteng. Jangan sampai Wu Yanshi bergerak," ucap Ye Qin Mo.
Wang Ru memahami apa maksud Ye Qin Mo. Kali ini, mereka tak bisa membela Lin Changkong.
__ADS_1