Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Membalas Budi


__ADS_3

Lin Feili bergerak ke sana ke mari, melawan serigala petir. Serangannya secepat kilat. Serigala petir mulai jatuh satu per satu.


"Apa? Itu adalah Lin Feili? Bukankah dia sampah yang tidak bisa berkultivasi? Bagaimana dia bisa begitu kuat?" semua orang bertanya-tanya dan heran dengan kekuatan Lin Feili.


Jika mereka yang berada di posisi Lin Feili, pasti mereka sudah mati sejak tadi. Namun yang paling menakutkan adalah ekspresi Lin Feili tetap santai dan tenang.


Jika Lin Feili yang mereka anggap sampah saja bisa bertahan, lalu apa sebutan untuk mereka yang akan langsung mundur?


Pong Wenbin dan Ru Wanjing saling pandang. Ternyata tebakan mereka benar. Kekuatan Lin Feili memang luar biasa.


"Aku ingin tahu berapa banyak yang terkejut dengan hal ini, tapi Ru Wanjing, aku ingin membantunya," ucap Pong Wenbin.


Sebelumnya Lin Feili sudah membantu mereka keluar dari bahaya. Sekarang saatnya lah dia membalas budi. Ia tak mungkin diam menonton Lin Feili yang melawan begitu banyak serigala petir.


Tadi malam ia berhasil menerobos ke tahap akhir tingkat udara setelah melawan tupai api. Walau Pong Wenbin sadar ia tak akan banyak membantu, tapi hati nuraninya tak bisa tenang jika dia tetap diam.


Ru Wanjing membelalak mendengar ucapan Pong Wenbin, "Apa kau gila? Walaupun kau sudah menerobos, tetap saja kau bukan lawan serigala petir. Kau tak bisa menyia-nyiakan nyawamu!"


Namun, tak ada yang bisa menghentikan tekad Pong Wenbin, "Tidak peduli apa pun hasil akhirnya, aku akan tetap mencoba."


Pong Wenbin segera berjalan menuju Lin Feili.


"Kau sudah gila?" Ru Wanjing menahan tangan Pong Wenbin.


"Kapan aku tidak gila?" tanya Pong Wenbin sambil tersenyum tipis. Ia melepaskan tangan Ru Wanjing dan berjalan ke arah serigala petir tanpa ragu.


"Dasar orang gila!" gumam Ru Wanjing melihat Pong Wenbin yang semakin menjauh.


Sudah banyak serigala yang berjatuhan, tapi mereka masih belum habis. Lin Feili mulai merasa lelah.


Padahal ia sudah berusaha meminimalisir tenaga yang dia keluarkan. Tapi tenaga serigala petir terlalu besar sehingga ia harus mengimbanginya.


"Tidak bisa terus seperti ini," gumam Lin Feili sambil berpikir.


Tiba-tiba, seseorang melompat di depannya. Lin Feili mengenalinya dan menatapnya heran, "Pong Wenbin?"

__ADS_1


Wajahnya yang tampan tersenyum lembut. Ia menjawab Lin Feili, "Aku di sini untuk membantumu."


Lin Feili sedikit tersentuh. Ia tak menyangka Pong Wenbin mau membantunya. Padahal Lin Feili tidak berniat membantu Pong Wenbin tadi malam.


Tapi, Pong Wenbin datang untuk menyelamatkannya. Dengan hal ini saja langsung membuat Pong Wenbin menjadi teman Lin Feili.


"Hati-hati," ucap Lin Feili memperingatkan. Walau Pong Wenbin sudah menerobos tahap akhir, tetap saja serigala petir bukan lawannya.


Ketika orang-orang melihat Pong Wenbin membantu Lin Feili, mereka semua meremehkannya.


"Pong Wenbin sudah gila ya? Percuma saja dia kuat, tapi tidak menggunakan kekuatannya dengan baik," ucap salah satu orang.


"Benar. Kita tunggu saja ia akan dimakan oleh serigala bersama Lin Feili," imbuh orang lainnya.


Lin Feili dan Pong Wenbin berdiri saling membelakangi. Dengan bantuan Pong Wenbin, tekanan untuk Lin Feili jauh berkurang.


Namun, kekuatan Pong Wenbin dan serigala petir hampir seimbang. Baru beberapa menit mereka bertarung, tubuh Pong Wenbin sudah dipenuhi luka.


Lin Feili menatap raja serigala petir yang tak jauh dari sana. Jika terus bertarung seperti ini, ia dan Pong Wenbin pasti kewalahan. Hanya dengan menjatuhkan raja serigala baru bisa membuat kawanan serigala lain berhenti.


Pong Wenbin terkejut, "Lalu kau bagaimana?"


"Aku punya cara untuk memancing raja serigala petir," jawab Lin Feili santai seolah itu bukan masalah besar.


Mendengar ucapannya, Pong Wenbin menatap Lin Feili dalam-dalam sebelum akhirnya mengangguk, "Baik kalau begitu kau harus hati-hati."


"Tenang saja, aku tidak akan mati semudah itu," jawab Lin Feili dengan senyum mempesona yang merekah di wajahnya.


"1, 2, 3!" teriak Lin Feili.


Pong Wenbin segera berlari menjauh. Pada saat yang sama, Lin Feili berlari ke arah berlawanan, menuju raja serigala petir.


Raja serigala petir awalnya ingin membunuh Pong Wenbin. Namun, melihat Lin Feili bergerak ke arahnya, ia mengubah target serangan.


Mata biru tuanya menatap Lin Feili dengan penuh kebencian. Terlalu banyak bawahannya yang mati di tangan Lin Feili.

__ADS_1


Lin Feili menggunakan kekuatan penuhnya menghindari serangan serigala petir. Mereka begitu banyak dan padat. Di dalam kepungan itu, Lin Feili hanya bisa mengayunkan pedang untuk membuka jalan.


Raja serigala petir itu sepertinya sadar jika ia adalah target Lin Feili. Ia mengangkat kepalanya dan melolong keras.


"Tuan, kekuatan raja serigala ini sama sepertimu," ucap si hitam mengingatkannya.


Lin Feili mengangguk, tapi ia tidak berubah pikiran. Ia tetap menodongkan pedangnya ke raja serigala petir.


Pada saat yang sama, raja serigala juga menyerang Lin Feili. Ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menunjukkan taringnya yang tajam, bersiap menerkam Lin Feili.


Trang!


Pedang Lin Feili bertabrakan dengan taring tajam raja serigala menimbulkan suara nyaring. Raja serigala tidak terluka, tapi pedang Lin Feili berhasil dilubangi dengan besar.


Raja serigala petir kembali menyerang Lin Feili saat ia masih lengah.


Para kultivator lain penasaran dengan apa yang akan terjadi. Namun, mereka semua memalingkan wajah karena tidak tega melihat adegan yang akan begitu brutal.


Tanpa senjata, Lin Feili tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, itu adalah salahnya sendiri karena terlalu sombong menyerang raja segala petir.


Sedangkan Pong Wenbin baru saja berhenti berlari setelah melihat tidak ada lagi serigala yang mengejarnya. Akhirnya ia bisa bernapas lega.


Namun, hatinya masih mengkhawatirkan Lin Feili.


Ru Wanjing berjalan menghampiri Pong Wenbin. Wajah cantiknya dipenuhi rasa bersalah.


"Seharusnya kau tidak perlu melakukan ini. Lihatlah tubuhmu sekarang penuh luka dan memar," ucap Ru Wanjing prihatin melihat tubuh Pong Wenbin.


Ia berpikir Pong Wenbin benar-benar bodoh. Padahal ia tahu jika Lin Feili tidak benar-benar berniat membantu mereka kemarin. Namun, Pong Wenbin tetap saja ingin membalas budi.


Pong Wenbin mengacuhkan ucapan Ru Wanjing. Ia segera melihat ke arah Lin Feili dan dalam hati berdoa agar Lin Feili selamat.


Raja serigala petir melompat ke tubuh Lin Feili. Semua orang bisa melihat sosok binatang dan manusia saling adu fisik.


Bau darah yang menyengat menguap di udara.

__ADS_1


"Lin Feili meninggal!" teriak salah satu orang.


__ADS_2