
"Berisik!" ucap suara tegas dan dingin itu. Ternyata ia membunuh Zhao Xiaoyao karena menurutnya terlalu berisik.
Namun, sayang sekali Zhao Xiaoyao tak dapat mendengar ucapannya itu. Jika tidak, pasti ia akan muntah darah sampai mati.
Lin Feili menoleh ke sosok berjubah hitam itu.
"Wanita bodoh!" ucap Zhang Mingxi sinis.
Lin Feili mengangkat satu alisnya dan mengerutkan kening, "Kau sedang berbicara denganku?"
Baik di kehidupan nyata atau setelah ia masuk ke dalam novel, belum pernah ada yang benar-benar memanggilnya bodoh setelah melihat kekuatannya.
Namun, Zhang Mingxi hanya menggerutu sendiri dan tak menjawab.
"Kau benar-benar tidak sopan," sinis Lin Feili.
Shen Qinchang merasakan atmosfer semakin panas. Akhirnya, ia pun berbicara, "Halo! Namaku Shen Qinchang dan dia adalah Zhang Mingxi. Siapa namamu, Nona?"
Lin Feili mengamati Zhang Mingxi.
Walau ia memakai jubah yang cukup besar, tapi bentuk tubuhnya tetap bisa terlihat. Wajahnya yang bersih dan mulus pasti telah memikat banyak wanita. Mata dan tatapannya yang tajam menjadi hal yang paling menarik dari dirinya.
Hanya dengan sekali lihat, Lin Feili tahu banyak wanita yang memujanya.
"Aku Lin Feili," jawab Lin Feili.
Walau ia tak memiliki kesan baik terhadap pria berjubah hitam, tapi pria berjubah putih secara tidak sengaja juga telah membantunya. Jadi, Lin Feili tak memiliki alasan untuk membencinya.
"Ah, ternyata Nona adalah Lin Feili. Aku merasa sangat terhormat bisa mengenal Anda," ucap Shen Qinchang ramah.
"Qinchang, ayo pergi!" ucap Zhang Mingxi ketus. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia langsung pergi dengan kudanya.
"Mingxi, tunggu!" teriak Shen Qinchang, tapi tentu saja tak mendapat jawaban dari Zhang Mingxi yang terus berjalan menjauh.
Melihat itu, Shen Qinchang hanya bisa bernapas tak berdaya. Begitulah Zhang Mingxi, tidak pernah menyenangkan.
Shen Qinchang pun berbalik ke arah Lin Feili dan tersenyum, "Nona, kami memiliki urusan mendesak dan harus pergi dulu. Semoga takdir mempertemukan kita lagi."
Lin Feili mengangguk pelan, "Sampai jumpa."
Walau sebenarnya Lin Feili tahu itu hanya alasan, tapi ia juga tak berniat berhubungan dengan Shen Qinchang apalagi Zhang Mingxi. Mereka berdua hanyalah orang asing yang tak sengaja bertemu dengannya.
Berpisah seperti ini malah lebih bagus.
__ADS_1
Lin Feili juga mulai berjalan. Akademi Bintang Jatuh sudah tidak jauh dan hanya butuh beberapa hari lagi untuk sampai. Datang lebih awal juga tidak buruk.
*
Shen Qinchang dengan cepat mengejar Zhang Mingxi, "Hey, Mingxi! Setidaknya kau harus lembut sedikit."
"Pendaftaran murid baru akan segera dimulai dan guru ingin kita segera bersiap. Apa kau mau datang terlambat?" tanya Zhang Mingxi tanpa basa-basi.
Mendengar itu, wajah Shen Qinchang sedikit berubah.
Ini adalah pertama kalinya ia ditugaskan membantu guru untuk mempersiapkan pendaftaran murid baru. Jika ia terlambat, pasti hukumannya tak akan ringan.
"Baiklah," jawab Shen Qinchang pasrah.
*
Ketika Lin Feili berjalan ke arah Akademi Bintang Jatuh, ternyata dua pria yang ia temui tadi berada tak jauh di depannya.
Ia berpikir sejenak dan menduga jika mereka berdua adalah murid di Akademi Bintang Jatuh.
"Kekuatan mereka di atas rata-rata. Tuan, sepertinya mereka bukan murid baru," ucap si hitam berpendapat.
Lin Feili mengangguk karena ia pun berpikir demikian, "Pasti mereka murid lama."
Ia sudah melihat cara mereka bertarung. Dari teknik maupun kekuatan tak bisa dibilang lemah. Apalagi di umur mereka yang masih muda sudah bisa berkultivasi sampai ke tahap akhir. Bisa dibilang mereka jenius.
Di depan, Shen Qinchang juga menyadari kehadiran Lin Feili yang tidak jauh di belakang mereka. Wajah tampannya itu sedikit terkejut, "Sepertinya kita satu arah dengan Nona Feili."
Mendengar itu, Zhang Mingxi ikut melirik ke belakang. Dengan tatapan menghina, ia mencibir, "Kau ini selalu menarik wanita penguntit, ya."
Shen Qinchang menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menjawab, "Mungkin hanya kebetulan kita dan Nona Feili satu arah."
Kekuatan dan ketampanan Shen Qinchang selalu membuat wanita tergila-gila. Bahkan, mereka tak akan menyerah dan akan mengikuti Shen Qinchang ke manapun dia pergi.
Zhang Mingxi sudah melihat banyak wanita yang seperti ini dan tidak heran lagi. Jadi, ia menghentikan kudanya untuk menunggu Lin Feili.
Lin Feili yang melihat kedua orang itu berhenti sedikit bingung. Namun, karena ia tak ingin berhubungan lagi dengan mereka, ia pun terus maju tanpa memedulikan mereka.
Melihat Lin Feili yang tidak berhenti, Zhang Mingxi malah heran dan kembali mencibir, "Hey, wanita bodoh. Tak ada gunanya kau mengikuti kami."
Merasa cibiran Zhang Mingxi memang untuknya, Lin Feili menyeringai dan menjawab, "Kau yang bodoh! Aku tak pernah tertarik mengikuti kalian."
Lin Feili mengatakan itu sambil terus berjalan. Matanya yang cerah penuh penghinaan.
__ADS_1
"Bodoh?" Zhang Mingxi terkejut. Apakah wanita itu baru saja memanggilnya bodoh? Berani sekali dia!
Shen Qinchang juga terkejut melihat sikap Lin Feili. Setelah beberapa saat, akhirnya ia tertawa kencang, "Hahaha bodoh! Mingxi, kita sudah berteman selama bertahun-tahun, tapi baru kali ini ada seorang wanita yang memanggilmu bodoh."
Zhang Mingxi yang sejak tadi berwajah datar, sekarang sedikit muram. Walau tidak banyak perubahan dalam ekspresinya, tapi Shen Qinchang cukup kagum.
"Nona Feili benar-benar luar biasa," ucap Shen Qinchang masih tertawa. Namun, Zhang Mingxi hanya meliriknya dan tak mengatakan apa-apa.
*
Awalnya, Zhang Mingxi dan Shen Qinchang belum percaya jika Lin Feili memang tidak mengikuti mereka. Lagipula, memang banyak wanita yang malu saat terciduk.
Namun, saat mereka melihat Lin Feili yang terus jalan ke depan dan rutenya sama persis dengan mereka, akhirnya mereka yakin jika Lin Feili memang tidak mengikuti mereka.
"Jadi, Nona Feili memang akan pergi ke Akademi Bintang Jatuh," gumam Shen Qinchang tersenyum hangat.
Bertemu dengan wanita yang menarik agak sedikit susah. Jadi, Shen Qinchang sangat menyayangkan karena mereka harus berpisah begitu cepat. Namun, melihat Lin Feili yang sepertinya akan bersekolah di Akademi Bintang Jatuh, pasti ia akan menjadi adik tingkat mereka.
Shen Qinchang memandang pria datar di sebelahnya. Mungkin suatu saat nanti, ia bisa melihat pertunjukan yang menarik.
*
Akademi Bintang Jatuh terletak di pegunungan. Awalnya, di sana sangat sepi karena kehidupan hanya ada di akademi itu.
Namun, setelah beberapa tahun terakhir, daerah itu berkembang menjadi kota dengan Akademi Bintang Jatuh sebagai pusatnya.
Yaitu, Kota Bintang Jatuh.
Kota Bintang Jatuh sangat sukses dan makmur. Mereka memiliki banyak sumber daya di sini untuk memenuhi kebutuhan para murid.
Ketika pertama kali Lin Feili memasuki kota, ia langsung disambut suara berisik dan ramai, tak kalah bising seperti di Kota Kekaisaran Aglea.
Namun yang membedakan hanyalah para penduduk di sini semuanya adalah kultivator. Bahkan dari pedagang kecil sampai pengusaha semuanya memiliki kekuatan roh. Walau mereka tidak terlalu berbakat, tapi dibandingkan daerah lain mereka jelas jauh lebih baik.
Pengaruh Akademi Bintang Jatuh meluas ke seluruh kota. Tak satupun orang di sini yang bukan kultivator.
Lin Feili sampai di sini 3 hari sebelum pendaftaran di mulai. Ia berkeliling di sini dan berencana mencari penginapan untuk ditinggali sebelum harinya tiba.
Lin Feili pun mulai berjalan dan mencari.
Ketika itu, Shen Qinchang melihat Lin Feili memasuki penginapan. Ia sedikit tersenyum dan berkata pada Zhang Mingxi, "Ayo, kita harus segera melapor ke guru."
Zhang Mingxi hanya mengangguk dan memacu kudanya berjalan terus menuju Akademi Bintang Jatuh.
__ADS_1
Lin Feili juga melihat mereka berdua. Sepertinya dugaan dia benar jika mereka memang murid lama di akademi itu.
Lin Feili pun melanjutkan langkahnya. Ketika ia memasuki penginapan, semua orang terdiam melihatnya.