Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Rencana yang Gagal


__ADS_3

Lin Xue mengikuti Lin Feili dengan hati-hati. Kudanya sudah lama dia tinggalkan. Jika tidak, langkah kaki kuda akan membuatnya ketahuan.


Ia selalu mencari cara agar bisa menyingkirkan Lin Feili. Namun, Istana Wu selalu dijaga ketat. Lin Xue tak bisa melakukan apa-apa.


Acara panahan kekaisaran adalah waktu yang sangat ia tunggu-tunggu. Di sini, tidak akan ada yang tahu bahwa dialah yang membunuh Lin Feili.


Ia membuntuti Lin Feili sepanjang perjalanan. Lin Feili berjalan semakin jauh ke dalam pegunungan. Tidak ada lagi kultivator di sekitar mereka.


Lin Xue tersenyum sinis dan merasa kali ini keberuntungan ada di pihaknya.


Saat ia mendengar langkah kaki di belakangnya semakin kuat, Lin Feili tersenyum mengejek. Ia tak berencana menggunakan acara ini untuk menyingkirkan Lin Xue.


Namun, memang sekaranglah waktu yang tepat.


Si hitam dan si emas melihat Lin Xue berjalan mendekati Lin Feili. Mereka sudah bersiap untuk menonton pertunjukan yang bagus.


"Lin Feili! Kau tidak bisa melarikan diri! Aku di sini!" teriak Lin Xue. Wajahnya penuh keangkuhan. Sekarang ia tak perlu bersembunyi lagi.


Membayangkan Lin Feili akan bersujud dan memohon padanya membuat hati Lin Xue meledak gembira.


Lin Feili membalikkan tubuhnya dengan perlahan. Ia menjawab, "Aku, Lin Feili, tidak membutuhkan siapapun untuk melindungiku."


Melihat wajah Lin Feili yang tidak terkejut, Lin Xue membeku sejenak. Mungkinkah ada orang lain di sekitar sini?


Namun, setelah ia membalikkan badan dan mencari-cari, tidak ada orang lain lagi selain mereka.


"Lin Feili, kau masih berani menyombongkan diri tanpa tahu keadaanmu sekarang. Kau ini sangat tidak tahu diri," ucap Lin Xue.


Ia yakin tidak ada orang lain lagi di tempat itu. Dengan kekuatannya, ia bisa menyingkirkan Lin Feili dengan mudah.


"Kau terlalu banyak bicara omong kosong! Jika kau datang untuk membunuhku, maka bergeraklah!" ucap Lin Feili dingin. Ia tak ingin membuang waktu lagi untuk Lin Xue.


Lin Xue sedikit terperanjat. Situasi ini terasa agak tidak nyata. Seharusnya, Lin Feili panik saat melihat dirinya dan menggunakan segala cara untuk mengulur waktu.


Namun, mengapa ia merasa posisi ini tertukar?


"Baik, karena kau ingin segera mati, maka aku akan membantumu!" teriak Lin Xue. Ia tak ingin banyak berpikir.


Ia harus memberi pelajaran pada Lin Feili. Ia tidak akan takut jika belum merasakan rasa sakit.


Kekuatan kultivasinya melonjak. Ia baru saja menerobos ke tingkat angin. Selama beberapa hari terakhir, ia berkultivasi dengan keras. Bahkan, ibunya telah melakukan segala cara untuk mendukung kultivasi Lin Xue. Akhirnya ia bisa menerobos ke tahap awal tingkat angin.

__ADS_1


Selain Kediaman Jenderal, ia tak memberitahu orang lain. Ia ingin membuat keributan besar dalam acara panahan kekaisaran.


"Kau sangat beruntung menjadi orang pertama yang melihat kekuatan seorang kultivator tingkat angin," ucap Lin Xue sombong.


"Kau gila," jawab Lin Feili, tidak ada keterkejutan sama sekali di wajahnya. Ia sudah memperkirakan Lin Feili akan menerobos ke tahap awal tingkat angin.


Apalagi Lin Xue adalah harapan terakhir Kediaman Jenderal. Mereka pasti tidak sungkan untuk memberikan segalanya pada Lin Xue.


"Apa? Kau berani mengatakan aku gila?" Lin Xue semakin terprovokasi.


Lin Feili mengangkat bahunya acuh, "Kau baru saja menerobos. Apa yang perlu dibanggakan?"


Lin Xue sedikit bergetar. Reaksi Lin Feili sangat jauh berbeda dari harapannya. Mengapa Lin Feili tidak menakuti apapun sejak awal?


"Saat aku memukulmu, kau akan tahu kekuatanku dan tak bisa menyombongkan diri lagi," ucap Lin Xue tidak terima.


"Dengan kekuatanmu itu? Ah, itu masih terlalu lemah," jawab Lin Feili. Ia juga mengeluarkan energi kultivasinya. Ia akhirnya bisa membalaskan dendam Lin Feili yang sudah mati.


Namun saat itu, ia merasa ada seseorang yang mendekati mereka.


"Tuan, itu adalah Ye Xuan," ucap si emas memberitahu. Lin Feili tak menyangka Ye Xuan tiba-tiba muncul sekarang.


Ia pun tidak tahu mengapa ia mencari Lin Feili.


Tiba-tiba, Ye Xuan mendengar suara-suara yang tidak asing. Itu adalah suara Lin Xue dan Lin Feili.


"Lin Xue, apa yang akan kau lakukan?" teriak Ye Xuan marah. Ia sebenarnya sadar Lin Xue akan membunuh Lin Feili.


Lin Xue baru saja akan mengayunkan tangannya untuk membunuh Lin Feili. Namun, ia terkejut dengan suara yang muncul di belakangnya dan serangannya meleset.


Kekuatannya seketika melemah dan ia menerima serangan balasan.


Ye Xuan tiba di depan Lin Feili dan Lin Xue. Wajah Lin Xue berubah panik, "Yang Mulia Putra Mahkota, aku ...."


"Lin Xue, kau benar-benar ingin membunuh saudara perempuanmu sendiri! Kau emang tidak punya hati," cerca Ye Xuan.


Wajah Lin Xue memucat. Ia tak menyangka Ye Xuan akan menyerangnya. Ini semua karena Lin Feili. Ia memelototi Lin Feili dan berteriak, "Ini semua rencanamu!"


Lin Xue akhirnya menyadari mengapa Lin Feili sangat tenang. Ini semua karena ada Ye Xuan.


Sedangkan Lin Feili terdiam. Pemikiran Lin Xue benar-benar terlalu mengerikan. Padahal, ia sudah punya rencana sendiri sejak Lin Xue mengikutinya.

__ADS_1


Saat Ye Xuan muncul, dia tidak hanya merusak rencana Lin Xue, tapi juga rencana Lin Feili.


"Terserah dengan apa yang kau pikirkan," ucap Lin Feili tak peduli.


"Kau baik-baik saja?" tanya Ye Xuan pada Lin Feili.


Tatapan Lin Feili agak mengejeknya, "Ya, aku berterima kasih kepada Yang Mulia Putra Mahkota atas perhatiannya."


Walau bukan Ye Xuan yang bertengkar dengan Lin Feili, tapi hubungan masa lalu mereka tidak bisa diabaikan. Ye Xuan merasa agak malu mendengar jawaban sarkastik dari Lin Feili.


Dulu, ia dan Lin Xue selalu mencari cara untuk membuat Lin Feili menderita. Menjadi orang yang melindunginya sekarang memang terlihat sangat konyol.


"Yang Mulia Putra Mahkota, apa yang Anda lihat barusan tidak seperti apa yang Anda pikirkan," ucap Lin Xue mencoba menjelaskan. Ia tahu, Ye Xuan tidak mungkin lagi bersamanya, tapi ia masih mencintainya.


Ye Xuan mengerutkan alis, "Aku sudah melihat semuanya. Apalagi yang ingin kau coba jelaskan?"


"Bukan seperti itu," ucap Lin Xue menarik tangan Ye Xuan. Ia tak ingin dibenci oleh Ye Xuan.


"Tuan, beberapa kultivator mendekat ke sini," ucap si hitam memberi informasi. Ia pikir akhirnya tuannya bisa memberi pelajaran pada Lin Xue. Namun, Ye Xuan menghancurkan semua rencana mereka.


Mata dingin Lin Feili memperhatikan sekitar. Daripada tetap mengambil tindakan sekarang, lebih baik ia pergi dulu.


"Ah, sayang sekali kesempatan besar ini dilewati," ucap si emas menghela nafas panjang.


Lin Feili tersenyum acuh, "Kita masih punya waktu tiga hari lagi."


Selain itu, Lin Feili tak perlu bersusah payah mencari Lin Xue. Lin Xue pasti akan datang dengan sendirinya cepat atau lambat.


Lin Feili berjalan menjauh tanpa ragu. Lin Xue dan Ye Xuan bisa menjadi bahan pembicaraan orang-orang dan Lin Feili tidak ingin terlibat.


Melihat Lin Feili yang sudah pergi, Ye Xuan ingin segera mengejarnya. Namun, Lin Xue masih memegang erat tangannya.


Lin Xue tidak akan melepaskannya. Sulit untuk mendapatkan kesempatan menjelaskan padanya seperti ini lagi.


Ye Xuan pun akhirnya tidak berdaya. Ia ingin melepas paksa tangan Lin Xue. Namun, ia masih harus menjaga citranya di depan para kultivator yang sedang mengawasi. Ia hanya bisa melihat sosok Lin Feili yang semakin menjauh.


Agar terhindar dari Ye Xuan, Lin Feili memilih untuk semakin masuk ke dalam Gunung Hong. Namun, ia sedikit berubah pikiran.


"Rraaaawwwrrrrrr!"


Tiba-tiba seekor binatang iblis melonglong, menarik perhatian Lin Feili.

__ADS_1


__ADS_2