Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Tidak Terlalu Menarik Perhatian


__ADS_3

Si emas melihat si hitam buru-buru menyingkirkan Wei Luxi. Dengan tak berdaya, ia berkata, "Bahkan aku belum sempat melakukan apapun."


Si hitam cengengesan dan menjawab, "Aku lupa."


*


Kabar tentang kematian Wei Luxi langsung menyebar dengan cepat ke seluruh Kekaisaran Aglea.


Nyonya Jenderal dibunuh di kamarnya sendiri tadi malam, tapi orang-orang di Kediaman Jenderal tak dapat menemukan pembunuhnya. Bahkan, jejaknya saja tidak bisa mereka dapatkan.


Hal ini membuat Kediaman Jenderal kehilangan wajah.


Lin Changkong terlihat sangat frustasi. Baru saja beberapa hari lalu putrinya mati, sekarang ia juga harus kehilangan istrinya. Yang membuatnya semakin frustasi karena ia tak bisa menemukan pembunuhnya.


Lin Changkong tak bisa memikirkan siapa yang membunuh Wei Luxi, tapi Lin Yi memiliki pemikirannya sendiri.


Wei Luxi telah memberitahunya bahwa tadi malam dia sudah mengirim seorang pembunuh bayaran kepada Lin Feili. Hari ini, Lin Feili masih hidup dan yang mati malah ibunya. Siapa lagi yang bisa melakukan ini selain Lin Feili?


Namun, Lin Yi tak mengatakan hal itu kepada siapapun. Jika tidak, akan menjadi bumerang sendiri untuk Kediaman Jenderal.


Lin Yi pun tak berani memberitahu ayahnya. Lin Changkong telah menyuruh mereka agar tak berurusan lagi dengan Lin Feili. Bahkan jika dia memberitahu Lin Changkong, bisa saja ia tak akan membalaskan dendam.

__ADS_1


Lin Yi mengepalkan tangan dengan sangat erat, matanya memerah dan berair karena sangat marah dan benci dengan Lin Feili. Jika bukan karena Lin Feili, maka keluarganya tidak akan hancur seperti ini.


Selain keadaan Lin Yi yang kacau, ternyata keadaan Lin Changkong lebih kacau lagi. Ia terlihat begitu stres dan keriput. Wajahnya seperti sudah sangat tua hanya karena hal itu. Dia tak bisa lagi menahan begitu banyaknya ujian untuk Kediaman Jenderal.


Ia tak bisa mengerti, dalam waktu sesingkat itu ia telah kehilangan istri dan putrinya, dua orang yang sangat dia cintai. Sekarang, hanya tersisa dirinya dan Lin Yi.


Awalnya, Li Xiaolong ingin menuntut Lin Feili pada Lin Changkong. Namun, saat mendengar kabar kematian Wei Luxi, ia tak tahu harus berbuat apa.


"Sekarang bagaimana, Paman?" tanya Wang Tao.


"Sebentar lagi, tes masuk ke Akademi Bintang Jatuh akan segera di mulai. Pasti Lin Feili akan pergi beberapa hari lagi. Jika tidak, kita tak akan memiliki kesempatan untuk membalas dendam," jawab Lin Changkong sambil menghela napas berat.


Saat ini, Wang Tao tiba-tiba memberi ide, "Jenderal, bagaimana kalau kita membunuh Lin Feili setelah dia masuk ke Akademi Bintang Jatuh? Bisa juga kita cari pembunuh bayaran yang hebat dari akademi itu."


"Kalau begitu, Shijin pasti bisa membalaskan dendam Mei Mei ku!" ucap Li Xiaolong mengangguk setuju dengan ide Wang Tao.


Akademi Bintang Jatuh adalah tempat di mana para murid kultivator berlatih dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Bahkan, bisa saja mereka kehilangan nyawa.


Jadi, jika Lin Feili mati di sana, pasti tidak akan terlalu menarik perhatian.


Li Shijin adalah putra Li Xiaolong. Ia masuk ke Akademi Bintang Jatuh setahun lebih dulu daripada Li Mei. Reputasinya sangat bagus di akademi itu.

__ADS_1


Ia juga kebanggaan dan harapan Keluarga Li.


"Benar! Kekuatan Kak Shijin sangat luar biasa. Membunuh Lin Feili pasti seperti meniup debu," jawab Wang Tao puas.


Li Xiaolong mengangguk dan memberi perintah pada Wang Tao, "Segera beritahu Shijin tentang kematian Mei. Ceritakan juga padanya tentang pertarungan hidup dan mati antara Mei dan Lin Feili. Dengan begitu, Shijin pasti akan membalaskan dendam Li Mei!"


"Baik!" jawab Wang Tao patuh.


*


Tiga hari kemudian.


Lin Feili sedang mengemasi barang-barangnya. Hari ini, ia akan pergi ke Akademi Bintang Jatuh dan meninggalkan istana Wu.


Jarak akademi cukup jauh. Jadi, ia harus berangkat lebih cepat. Apalagi, ia sudah berjanji kepada dua guru untuk tidak terlambat. Karena itu ia tak mungkin mengingkari kata-katanya sendiri.


Pong Wenbin, Ye Xuan, dan Qing Yi berangkat ke Akademi Bintang Jatuh bersama-sama dua hari yang lalu. Sebenarnya mereka juga mengajak Lin Feili, tapi ia menolaknya.


Lin Feili dan Ye Xuan tak memiliki hubungan yang baik. Jika mereka berangkat bersama, pasti akan terjadi masalah yang tidak diinginkan. Jadi, ia memutuskan untuk pergi sendiri. Lagipula, pergi sendiri lebih santai dan bebas.


Saat itu, Pong Wenbin tak menyangkal penolakan Lin Feili. Ia pun mengerti keadaannya. Jadi, mereka memutuskan agar bertemu di akademi saja.

__ADS_1


__ADS_2