Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Permintaan Maaf


__ADS_3

Istana Wu.


Lin Feili mencoba menggali ingatannya tentang Akademi Bintang Jatuh. Jika mengharapkan ingatan tubuh ini, ia tak akan mendapatkan apa-apa. Selain tidak pernah keluar dari Kediaman Jenderal, tubuh ini juga sudah mati sebelum akhirnya alur novel bersinggungan dengan Akademi Bintang Jatuh.


Berdasarkan cerita asli novel, Ye Xuan dan Lin Xue akan memasuki akademi itu bersama. Akademi Bintang Jatuh sudah berdiri lebih dari seribu tahun. Reputasi mereka bisa mendapat dua acungan jempol. Beberapa kultivator yang belajar di sana pasti akan naik tingkat lebih cepat. Kebanyakan yang lulusan dari akademi akan menjadi orang hebat.


Itulah mengapa banyak orang yang memutar kepala agar bisa memasuki Akademi Bintang Jatuh.


Di dunia nyata, Lin Feili banyak mengenal akademi- akademi seperti ini. Walau kenaikan level sedikit lebih lama daripada berlatih di keluarga bangsawan, tapi sudah cukup baik untuk seorang kultivator dari keluarga biasa.


Apalagi lebih banyak orang yang belajar di akademi. Melihat banyak kekuatan, pasti seseorang akan lebih tertantang untuk meningkatkan kekuatan, untuk melampaui yang lainnya.


"Tuan, Akademi Bintang Jatuh sebenarnya tempat yang cukup bagus. Lebih baik kita ke sana," ucap si emas memberi saran.


Lin Feili terdiam sejenak.


Dari awal, ia sudah berencana untuk berkultivasi dengan tenang di kediamannya, sekalian mencari tahu bagaimana cara untuk keluar dari novel ini.


Namun sekarang ia sadar, berkultivasi sendirian akan membuatnya sulit naik tingkat. Ia juga tahu, ia harus menjadi lebih kuat untuk bisa keluar dari novel ini.


Jika ia masuk ke Akademi Bintang, ia akan bertemu lebih banyak orang. Mungkin saja beberapa dari mereka memiliki informasi tentang novel.


Lin Feili menjawab setelah terdiam cukup lama, "Akademi Bintang Jatuh memang cukup baik, tapi aku punya alasan lain mengapa tidak ingin masuk ke sana."

__ADS_1


*


Keesokan harinya.


Ini adalah hari yang cerah. Sekarang, Lin Feili sedang berkultivasi di kamarnya. Ketika ia sedang sangat fokus, pelayan datang dan memberitahu jika ada orang dari Akademi Bintang Jatuh yang datang.


Lin Feili tak perlu menebaknya lagi. Itu pasti dua orang yang kemarin. Ia pun bergegas menemui mereka.


Li Yayun dan Zhe Jiyin sedang berada di ruang tamu. Mereka menikmati kue dan teh yang dihidangkan dengan lahap. Bahkan, mereka juga mengucapkan beberapa kata pujian. Dua orang ini memang sangat santai untuk ukuran seorang guru.


"Ternyata Nona Lin sudah datang," ucap Li Yayun dengan senyum yang merekah lebar. Ia membersihkan sudut bibirnya dan berdiri.


"Bagaimana? Apakah tidurmu nyenyak? Setelah semalaman, aku ingin tahu apakah kau sudah mempertimbangkannya," lanjut Li Yayun berbicara.


"Keputusanku tetap sama," jawab Lin Feili acuh.


"Kami tahu kau tidak ingin masuk ke Akademi Bintang Jatuh karena ujian dari kami kemarin. Kekuatanmu terlalu menarik, jadi kami ingin mengujimu sedikit. Kami minta maaf untuk hal itu," jelas Zhe Jiyin mencoba membujuk Lin Feili untuk yang kesekian kalinya.


Ia mengatakannya dengan tulus. Walau seorang senior, tapi ia tidak merasa ada yang salah untuk meminta maaf pada junior. Lagipula, ia juga akan marah jika dirinya yang diperlakukan seperti ini.


"Aku harap kau bisa memaafkan kami," Li Yayun ikut berbicara. Mereka tahu, selama bertahun-tahun Lin Feili selalu mendapat hinaan dan cacian. Mereka tak boleh melakukan hal yang sama padanya.


Namun, hal ini membuat Lin Feili sedikit terkejut. Ia tak menyangka dua orang itu datang pagi untuk meminta maaf.

__ADS_1


Mereka adalah guru di Akademi Bintang Jatuh. Mereka panutan murid-muridnya. Tapi sekarang, mereka menurunkan harga diri dan meminta maaf padanya.


Sebenarnya Lin Feili hanya tidak senang dengan cara mereka mengujinya. Selebihnya, ia masih bisa berpikir dengan normal jika Akademi Bintang Jatuh adalah tempat yang bagus. Apalagi, di dunia ini berlaku hukum rimba, yang kuat lah yang akan dihormati.


Melihat mereka berdua meminta maaf secara langsung dengan tulus, hati Lin Feili sedikit tersentuh.


Lin Feili tersenyum memesona, "Aku juga meminta maaf atas perilakuku sebelumnya."


Karena Li Yayun dan Zhe Jiyin tidak bergerak berlebihan lagi, bahkan mereka mundur selangkah, Lin Feili tidak mungkin terus menutup mata. Apalagi, mereka melakukan hal yang membuat Lin Feili kagum.


Mendengar ucapan Lin Feili, Li Yayun dan Zhe Jiyin kembali ke ekspresi semula mereka. Mereka lanjut makan dan meminum teh yang dihidangkan, "Makanan dan minuman di rumahmu memang benar-benar enak."


Bibir Lin Feili berkedut melihat perubahan mereka yang begitu cepat. Ia sadar mereka tak akan pernah benar-benar serius.


Lin Feili menjawab, "Kalau itu benar-benar enak, maka aku akan menyuruh pelayan untuk membawakan semua makanan yang ada di dapur."


"Hahaha gadis ini benar-benar tahu bagaimana cara berbicara," ucap Zhe Jiyin.


Berbeda dengan Zhe Jiyin, Li Yayun mengatakan hal yang lebih serius, "Sebulan lagi, Akademi Bintang Jatuh akan mengirimkan pengumuman. Kau tidak boleh terlambat."


"Aku akan datang tepat waktu," jawab Lin Feili sambil mengangguk.


"Kalau begitu, kami akan pergi sekarang. Kau harus bekerja keras. Kami menunggumu di Akademi Bintang Jatuh," ucap Zhe Jiyin tersenyum cerah.

__ADS_1


"Tentu," jawab Lin Feili.


Ketika ia sudah mengantar dua guru itu, Lin Feili melihat Pong Wenbin dan Ru Wanjing berdiri tak jauh dari gerbang istana.


__ADS_2