Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Tidak Tertarik


__ADS_3

"Tidak tertarik," jawab Lin Feili santai.


Li Yayun dan Zhe Jiyin sangat terkejut. Biasanya, orang-orang akan memohon pada mereka untuk memberikan surat undangan. Baru kali ini mereka ditolak.


Semua yang mendengar juga terkejut. Ini adalah kesempatan yang sangat langka, tapi Lin Feili menolaknya?


"Kamu tidak ingin bergabung dengan Akademi Bintang Jatuh? Kenapa?" tanya Li Yayun keheranan. Akademi Bintang Jatuh adalah impian semua orang dan tidak pernah ditolak oleh kultivator manapun.


"Tidak ada alasan," jawab Lin Feili singkat.


"Apakah kamu membenci Akademi Bintang Jatuh?" tanya Zhe Jiyin.


"Tidak. Aku membenci kalian berdua," jawab Lin Feili apa adanya.


Keterkejutan kembali memenuhi wajah mereka. Sebenarnya Lin Feili membenci dua guru perekrut. Provokasi apa yang mereka lakukan sehingga Lin Feili membenci mereka?


"Membenci kami? Padahal kita tidak pernah bertemu sebelumnya," ucap Li Yayun dan Zhe Jiyin saling pandang keheranan.


Lin Feili tersenyum lembut dan menatap mereka, "Apakah kalian yakin?"


Mendengar pertanyaan itu, Li Yayun dan Zhe Jiyin berdebar. Apakah Lin Feili benar-benar menemukan mereka saat itu?


"Bagaimana rasanya mendorongku ke dalam bahaya dan duduk santai menonton pertunjukan?" tanya Lin Feili dengan sedikit nada sarkasme. Suaranya menjadi dingin.


Li Yayun dan Zhe Jiyin semakin yakin jika Lin Feili menemukan mereka saat itu. Bahkan, ia juga tahu jika serigala petir adalah ulah mereka.


Namun, hal ini membuat mereka semakin takjub dengan Lin Feili. Ia benar-benar luar biasa. Jika itu kultivator lain, tidak mungkin bagi mereka bisa menemukan mereka berdua. Apalagi saat memancing serigala petir, mereka tidak meninggalkan jejak apapun.


Kekuatan Lin Feili begitu menakutkan karena bisa tahu keberadaan mereka dan tahu juga jika mereka yang mengirim serigala petir.


Apakah ia benar-benar seorang gadis 16 tahun? Pemikirannya sangat cerdas. Pandangannya begitu luas. Itu memang menakutkan, tapi mereka menyukainya!

__ADS_1


Sebagai guru di Akademi Bintang Jatuh, tidak ada jenius yang belum pernah mereka lihat. Rata-rata jenius memiliki guru dan semacamnya. Namun, baru kali ini ada jenius yang bebas.


Lin Feili seperti monster, tapi mereka menginginkannya. Lin Feili lebih berharga daripada yang mereka kira. Mereka harus menggunakan segala cara untuk membujuk Lin Feili agar mau bergabung dengan Akademi Bintang Jatuh.


Lin Feili sedikit bergeser dan melihat Ye Qin Mo yang berada di singgasananya, "Kaisar, izinkan aku bertanya. Apakah kompetisi ini sudah selesai?"


"Sudah," jawab Ye Qin Mo dan mengangguk.


Mendengar itu, Lin Feili membungkuk hormat, "Kalau begitu, saya pamit dulu."


Lin Feili selalu ingin menjalani hidupnya sendiri. Apalagi masuk ke Akademi Bintang Jatuh tidak ada di dalam alur novel. Meskipun sudah banyak hal yang berubah dalam cerita ini, Lin Feili tidak ingin semakin mengacaukannya.


Lin Feili tahu Li Yayun dan Zhe Jiyin memiliki alasan mengapa mereka melakukan itu. Namun, Lin Feili tidak ingin melewati ujian mereka. Hal itu adalah pemaksaan dari mereka sendiri.


Ia tak peduli dengan Akademi Bintang Jatuh!


Semua orang linglung melihat Lin Feili begitu saja. Ia menolak kedua guru tersebut dengan malas, seolah mereka tidak penting sama sekali.


Sedangkan Ye Qin Mo merasa sedikit tidak enak. Memang benar jika kompetisi sudah berakhir dan Lin Feili boleh pergi, tapi setidaknya jangan dalam keadaan seperti ini.


Sebagai seorang kaisar, biasanya ia tidak akan peduli dengan perasaan seseorang. Namun, pengecualian pada Akademi Bintang Jatuh.


Akademi Bintang Jatuh memiliki identitas yang tidak sederhana dan pengaruh mereka pada para kultivator sangat luar biasa.


Banyak master hebat yang menjadi guru di Akademi Bintang Jatuh. Satu-satunya tujuan mereka adalah menjadikan murid mereka semakin kuat. Namun, mereka tidak pernah meminta imbalan apapun.


Meski begitu, banyak kultivator yang memberikan sumbangan sumber daya sebagai rasa terima kasih. Jika ada yang terjadi pada akademi itu, mereka juga tidak akan tinggal diam.


Jadi, meskipun Akademi Bintang Jatuh terlihat seperti akademi biasa, sebenarnya mereka cukup kompleks. Sedikit saja menyentuh mereka, akan terjadi hal yang tidak diinginkan.


Ye Qin Mo saja tidak ingin menyinggung mereka. Apalagi, memang banyak kultivator dari Kekaisaran Aglea yang juga belajar di sana. Dan Ye Xuan juga sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke sana.

__ADS_1


Dari perkiraan semua orang, Li Yayun dan Zhe Jiyin akan marah karena tindakan Lin Feili. Namun, perkiraan mereka itu meleset jauh.


Mereka tersenyum pada Ye Qin Mo, "Selamat, Kaisar. Mereka adalah bibit bagus yang terpilih. Kami masih memiliki beberapa urusan. Jadi, kami akan pergi sekarang."


Mendengar ucapan mereka, Ye Qin Mo tahu mereka tidak marah pada Lin Feili, melainkan semakin tertarik padanya. Ye Qin Mo mengangguk dan menjawab, "Karena kalian masih memiliki urusan, maka aku tidak akan menahan kalian."


Li Yayun dan Zhe Jiyin pun segera menyusul Lin Feili.


"Apakah ini mimpi? Bahkan setelah Lin Feili menolak mereka, mereka masih buru-buru mengejarnya?" tanya seseorang mulai bergosip.


"Kekuatan Lin Feili memang luar biasa. Tapi seharusnya para guru tidak sampai mengejarnya seperti itu, kan? Ah, aku tidak mengerti," seseorang menjawab.


Orang-orang menggelengkan kepala tidak mengerti. Jawaban Lin Feili saja sudah tidak masuk akal. Namun, tindakan kedua guru itu lebih tidak masuk akal.


Apakah mereka ingin menyingkirkan Lin Feili dan bukan melakukan penawaran padanya? Atau karena Lin Feili menolak mereka, jadi mereka semakin ingin Lin Feili masuk ke Akademi Bintang Jatuh?


Semua orang tak bisa berkata-kata.


Mereka setidaknya harus berjuang mati-matian agar bisa masuk ke akademi. Bahkan, harus ada guru perekrut yang memilih mereka. Namun, Lin Feili menolak tawaran gratis yang datang padanya. Bahkan setelah ditolak, ia masih dikejar-kejar.


Kompetisi pun resmi berakhir.


Walau Wei Chu tidak senang melihat penampilan Lin Feili kali ini, tapi ia langsung merasa senang setelah melihat ekspresi jelek Lin Changkong.


"Jenderal Lin, aku ingin mengucapkan selamat. Putri Anda benar-benar luar biasa," ucap Wei Chu.


Semua orang melirik malas ke arahnya. Wei Chu mulai lagi. Ia ingin memprovokasi Lin Changkong.


Lin Changkong menjawab dengan wajah suram, "Jangan terlalu mengkhawatirkan putriku. Ah, aku juga sebenarnya ingin tahu apa yang terjadi pada wajah putrimu."


Kali ini, wajah Wei Chu juga muram. Lin Changkong memang kehilangan wajah sekarang, tapi keadaan putrinya juga tidak bisa diselamatkan.

__ADS_1


"Huh," Wei Chu mendengus dingin. Ia melambaikan jubahnya dan pergi dengan wajah muram.


Lin Changkong menatap kepergian Wei Chu. Wei Chu selalu ingin menjadikannya lelucon. Sekarang ia ingin lihat bagaimana dia akan menangani Wei Yue.


__ADS_2