
Kata-kata Lin Feili begitu mendominasi dan angkuh. Bahkan ia tak memberi wajah pada Li Xiaolong. Lin Feili tetap agresif dan kekeuh pada pendiriannya.
Para penonton menghela napas kasar. Mereka tak menyangka ia begitu agresif. Ternyata Lin Feili benar-benar ingin melawan Li Mei yang lebih kuat darinya. Bahkan, ia juga mengatakan agar Li Mei memohon ampun padanya.
Betapa arogannya Lin Feili.
Wajah Li Xiaolong mulai memerah karena marah. Memang tidak ada gunanya membuat kesepakatan dengan Lin Feili.
"Ayah, orang sepertinya baru akan menangis ketika sudah melihat peti mati. Bahkan dia berkata untuk memberiku ampun? Biarkan aku membunuhnya untuk memberinya pelajaran!" teriak Li Mei dengan marah.
Kali ini, Li Xiaolong tak menghalanginya lagi. Tadi, ia melakukan itu hanya karena mempertimbangkan identitas Lin Feili. Karena Lin Feili tak bisa bekerjasama, maka ia tak akan memaksa.
Li Xiaolong turun dari atas panggung dan melambaikan tangan, "Li Mei, lakukan dengan baik."
Mendengar ucapan ayahnya, semangat Li Mei langsung membara. Ia melihat ke arah Lin Feili seolah melihat mangsa. Ia bagai serigala lapar yang siap mencabik kapan saja.
"Lin Feili, hadapi kematianmu!" teriak Li Mei dengan ganas. Ia mengeluarkan cambuk dan melompat ke atas panggung, tersenyum sinis ke arah Lin Feili.
Wajah Lin Feili tetap tenang seperti sebelumnya. Ia mengeluarkan pedang dingin es yang ia beli dengan harga 100.000 koin emas di pelelangan.
Pedang itu berwarna biru mengkilau dan transparan. Aura dingin bisa dirasakan saat melihat pedang itu.
Ketajamannya tak perlu diragukan lagi. Sifat pedang itu seperti es. Bertarung dengan pedang itu bagaikan melawan seribu pedang.
Apalagi, setelah diperiksa dengan cermat, Lin Feili tahu bahwa sifat es yang ada di pedang dingin es sangat luar biasa. Ini adalah senjata hebat yang bisa membantunya.
Ye Qin Mo dan Ye Xuan masih menonton pertunjukan yang semakin seru ini. Ye Qin Mo berkata Ye Xuan, "Kau benar. Dia menolak tawaran Li Xiaolong. Bahkan, ia berani membuat penawaran lain."
Ye Xuan tersenyum tipis dan menjawab, "Dia tidak sesederhana itu. Apa yang kita pikirkan tentangnya selama ini salah. Jika kita menilai pertarungan hidup dan mati yang dia lakukan ini terlihat sangat ceroboh, aku yakin sebenarnya dia punya rencana sendiri."
"Bukankah dia lebih lemah dari Li Mei? Kau berpikir dia bisa mengalahkan Li Mei? Apakah dia memang sekuat itu sampai kau bisa berpikir seperti itu?" tanya Ye Qin Mo yang merasa ini tidak masuk akal.
__ADS_1
"Ayah, jangan melihat orang dari sampulnya. Dia adalah wanita yang kejam, tapi juga tenang. Bahkan, aku tak melihat rasa takut di matanya saat menonton ia bertarung dengan harimau sinar bintang," jawab Ye Xuan penuh keyakinan.
Mendengar jawaban percaya diri Ye Xuan, Ye Qin Mo semakin tidak sabar dengan pertarungan ini. Ia merasa pertarungan ini akan menjadi sangat seru.
Lin Yi yang menonton dari jauh pun menyeringai tajam. Ia benar-benar merutuki kebodohan Lin Feili. Lin Feili pasti akan mati hari ini.
Lin Feili memandang Li Mei yang sudah berdiri di depannya. Ia berkata dengan nada mengejek, "Li Mei, kau masih ada waktu. Kesempatan yang ku berikan masih berlaku. Jika kau bersujud dan memohon ampun, aku akan melupakan hari ini dan membiarkanmu hidup tenang. Tapi jika kau menolak, jangan katakan aku tak memberimu kesempatan."
Li Mei mendengus kasar. Ia menatap Lin Feili dengan jijik dan menjawab, "Lin Feili, kau masih saja sombong. Apa kau belum sadar juga? Lihatlah dulu kekuatanmu. Jika kau masih berpikir untuk membuatku bersujud dan memohon ampun padamu, maka aku akan langsung membunuhmu!"
Setelah mengatakan itu, Li Mei langsung menyentakkan cambuknya tanpa ragu. Ia sudah tidak sabar ingin merobek mulut Lin Feili menjadi berkeping-keping.
Tatapan Lin Feili langsung menajam. Aura dingin melintasi matanya dan membuatnya tampak kejam. Dengan satu tangan yang menggenggam pedang dingin es, ia langsung balas menyerang Li Mei.
Bang!
Ketika cambuk Li Mei hampir menghantamnya, Lin Feili langsung menunduk menghindari serangannya. Pada saat bersamaan, ia bergerak dengan cepat, ke arah Li Mei.
Namun dalam jarak dekat, Lin Feili bisa menggunakan kekuatan penuh.
Li Mei bisa menebak maksud gerakan Lin Feili dan langsung meningkatkan kekuatan cambuknya. Cambuk itu langsung menutupi serangan Lin Feili.
Namun, Lin Feili juga tak menghindari cambuk itu. Ia terus maju ke depan, sehingga dua senjata itu saling bertemu.
Bang! Bang! Bang!
Dalam pertarungan itu, mereka tidak ada yang mundur. Bisa dilihat jika kekuatan mereka sama.
Para penonton tercengang. Pertarungan ini benar-benar di luar prediksi. Mereka tak menyangka akan mendapatkan hasil seimbang di awal.
"Bukankah tingkat kultivasi Putri Wu setingkat di bawah Li Mei? Mengapa mereka terlihat imbang sekarang?"
__ADS_1
"Apa jangan-jangan Putri Wu menerobos lagi akibat pil aliran darah?"
"Kalian jangan bicara omong kosong. Kali ini Lin Feili pasti kalah!" ucap seorang pria dengan sangat percaya diri. Di antara penonton lain, pendapatnya lah yang paling berbeda.
Namun tetap saja, hasil ini tak pernah mereka bayangkan. Lin Feili yang sebenarnya lebih lemah daripada Li Mei malah bisa mengimbangi pertarungannya.
Tidak hanya penonton yang kaget, Li Mei sebenarnya juga deg-degan. Dia bisa merasakan kekuatan kultivasi Lin Feili memang berada satu tingkat di bawahnya.
Namun, kekuatan bertarung mereka sama. Kekuatan Lin Feili tak bisa ia dobrak dengan mudah. Bagaimana mungkin?
Li Mei semakin tidak senang.
Tadinya ia ingin membuktikan pada orang-orang bahwa ia bisa mengalahkan Lin Feili dengan mudah. Ia tak berharap mereka akan seimbang seperti ini.
Li Mei harus memikirkan cara lain agar kekuatan senjatanya semakin besar. Ia pun mulai mengumpulkan energi kultivasi di tubuhnya dan memusatkan semuanya di cambuk.
Ia berteriak, "Bayangan Lilitan Ular!"
Ketika ia berteriak seperti itu, gumpalan energi kultivasi mulai membentuk bayangan nyata yang memang mirip seperti ular. Ular yang ganas itu menguar dari cambuk Li Mei.
Tadinya kekuatan cambuk Li Mei sudah sangat kuat. Kali ini, cambuk itu berubah menjadi ular yang bahkan lebih kuat lagi.
Bayangan ular yang tak terhitung itu menyebar dan menyerang dengan agresif. Jika Lin Feili melakukan sedikit kesalahan dan gagal menghindari bahkan hanya salah satunya, maka ia bisa langsung kehilangan nyawa.
Penonton yang melihat teknik ini merasa sangat takjub. Menjadi murid di Akademi Bintang Jatuh benar-benar hal yang menjanjikan masa depan.
Memiliki kekuatan luar biasa sebagai kultivator adalah hal yang sangat menguntungkan. Apalagi belajar di tempat yang tepat.
Tatapan Lin Feili semakin tajam dan dingin. Ia juga mengumpulkan energi kultivasinya dan memusatkan energi itu ke pedang dingin es.
Pedang dingin es yang tadinya sudah berkilau, sekarang sinarnya semakin cerah dan membuat orang-orang menutup mata karena silau.
__ADS_1
"Pembunuhan Tanpa Jejak!"