Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Berita dengan cepat menyebar di seluruh wilayah kekaisaran. Lin Feili menjadi topik hangat di antara orang-orang.


Ia menolak menjual pil roh kepada Kediaman Jenderal dan ia juga mematahkan tangan Lin Yi di depan semua orang.


Wei Chu dan orang-orang yang membenci Lin Changkong menikmati kekacauan ini dengan bahagia.


Padahal, diantara tiga anaknya, Lin Feili lah yang paling berbakat. Namun, Lin Changkong malah membuangnya begitu saja dan sekarang mereka menjadi musuh.


Di Kediaman Mawar.


"Aku dengar kamu memberi pelajaran pada Lin Yi?" tanya Wu Yanshi sambil tersenyum.


Lin Feili mengangguk, "Berita itu cepat sekali menyebar."


Padahal baru 4 jam kejadian itu terjadi.


"Lin Yi adalah putri yang paling disayangi Lin Changkong. Aku takut ia akan membalas dendam padamu karena telah mematahkan tangannya," ucap Wu Yanshi.


Lin Feili mengangkat alisnya, tidak mengerti mengapa Wu Yanshi mengatakan hal itu.


"Sepertinya kita harus cepat menikah. Jika kamu sudah menjadi istriku, Lin Changkong tak memiliki hak lagi dan tidak bisa menyentuhmu. Bagaimana menurutmu?" tanya Wu Yanshi dengan senyum paling tulusnya.


Lin Feili terkejut mendengar ide Wu Yanshi. Namun, ia segera berpikir cepat dan tersenyum menatap Wu Yanshi, "Ide bagus!"


Saat ini ia masih menjadi anak Lin Changkong. Tidak ada yang tahu masalah inti di Kediaman Jenderal. Banyak yang menyebutnya anak durhaka.


Saat Wu Yanshi mengusulkan ide ini, artinya ia khawatir kepadanya.


Mata Wu Yanshi berbinar cerah mendengar Lin Feili menyetujuinya, "Jika kamu tidak keberatan, aku akan mulai menyiapkan hadiah pertunangan."


Lin Feili mengerutkan dahinya, "Aku telah memutuskan hubunganku dengan Kediaman Jenderal. Aku tidak akan menikah di sana."


"Tidak apa. Kamu bisa menikah di Kediaman Mawar," ucap Wu Yanshi santai, sudah menebak Lin Feili akan mengatakan ini.


Lin Feili tersenyum hangat. Mungkin orang lain akan menganggapnya anak yang kurang ajar, tapi Wu Yanshi akan selalu menjadi orang yang mengerti dirinya.


*


"Pangeran, Lin Changkong sangat marah saat dia mendengar tentang apa yang terjadi. Ia sudah bersiap untuk memberi pelajaran pada Nona Lin di Rumah Sakit Dokter Dewata," ucap Ma Zheng memberikan laporan pada Wu Yanshi.

__ADS_1


"Apakah aku harus mengirim beberapa orang untuk memberi pelajaran pada Lin Changkong?" ucap Ma Zheng ragu-ragu. Ia tahu Wu Yanshi akan menahannya.


Namun, Wu Yanshi mengatakan sebaliknya, "Kirim orang untuk memperingatkan Lin Changkong, tapi ingat jangan sampai identitas kita terbongkar."


Ma Zheng tertegun sejenak. Biasanya Wu Yanshi tidak akan setuju jika Ma Zheng mengusulkan ide itu. Tapi sekarang ia setuju dengan mudah. Mungkinkah karena Lin Feili?


Ma Zheng pun menjadi bersemangat, "Baik, Pangeran. Akan segera aku laksanakan!"


"Tunggu!" Wu Yanshi tiba-tiba menghentikannya.


Ma Zheng khawatir ia akan berubah pikiran.


"Patahkan juga tangannya," ucap Wu Yanshi.


"Baik. Sesuai perintahmu," jawab Ma Zheng.


*


Keesokan harinya.


Lin Feili tiba di Rumah Sakit Dokter Dewata. Ia sudah menunggu Lin Changkong datang dan mencari masalah. Dengan sifat Lin Changkong, ia tak mungkin melepaskan Lin Feili karena telah mematahkan tangan anak kesayangannya.


Namun, setelah seharian menunggu di rumah sakit, Lin Feili tak melihat Lin Changkong.


Si hitam juga merasa aneh, "Aku tidak merasa dia adalah orang yang cukup baik."


Ketika itu, Li Yu menghampiri Lin Feili sambil tertawa, "Feili, aku baru saja mendengar sesuatu yang lucu hahaha."


"Ada apa?" tanya Lin Feili.


"Kau mematahkan tangan Lin Yi kemarin, kan?" tanya Li Yu.


"Iya benar. Lalu, apa yang lucu?" ucap Lin Feili.


"Itu bukan bagian yang paling lucu. Yang paling lucu adalah hari ini, tangan Jenderal Lin Changkong juga patah," jawab Li Yu.


"Benarkah?" Lin Feili terkejut.


Li Yu tertawa, "Benar! Aku mendengarnya sendiri. Dulu, orang-orang di sana selalu menyakitimu. Sekarang kejahatan mereka terbalaskan."

__ADS_1


Wajah cantik Lin Feili tersenyum. Pikirannya langsung menuju pada Wu Yanshi. Mungkinkah ... Wu Yanshi yang melakukan hal ini?


*


Kediaman Jenderal.


Saat ini, rumah itu begitu kacau. Wei Luxi yang mendapat kabar jika tangan Lin Yi patah, ia segera menghubungi dokter. Namun, dokter yang telah menyambungkan tulang-tulangnya mengatakan Lin Yi butuh waktu 3 bulan untuk sembuh total.


Ia mengatakan pada Lin Changkong untuk memberi pelajaran pada Lin Feili. Perbuatannya itu benar-benar tak bisa dimaafkan.


Namun, Lin Changkong sekarang berada di depannya, memegangi tangannya yang patah juga.


"Astaga, apa yang terjadi padamu?" tanya Wei Luxi dengan begitu khawatir.


Ekspresi Lin Changkong begitu muram, "Tidak ada. Berhenti bertanya."


Lin Changkong tidak bisa menerima keadaan ini. Bahkan ia tidak sempat melihat siapa yang memukulnya dan mematahkan tangannya.


Yang pasti orang itu memiliki hubungan dengan Lin Feili.


Tepat sebelum orang itu pergi, ia berbisik ke telinga Lin Changkong, "Jangan ganggu Lin Feili atau kau akan menanggung akibatnya!"


Ia sangat ketakutan saat itu. Ia sama sekali bukan tandingan untuk pria yang bisa menyelinap diam-diam ke dalam Kediaman Jenderal.


Jika ia mencari masalah lagi dengan Lin Feili, ia takut Kediaman Jenderal akan di porak-porandakan.


Sekarang, Lin Changkong merasa sangat menyesal. Jika ia tahu Lin Feili memiliki kekuatan besar yang mendukungnya, ia takkan pernah memperlakukan Lin Feili dengan buruk.


Memiliki Rumah Sakit Dokter Dewata saja adalah hal yang sangat membanggakan. Ia tidak mengerti mengapa selama ini ia lebih memilih merawat Lin Xue yang hanya merugikannya.


Wei Luxi yang menyadari kekesalan Lin Changkong tak bertanya lebih jauh. Ia hanya berkata, "Suamiku, apapun yang terjadi, kau harus membalaskan dendam Lin Yi."


Lin Changkong bertambah kesal mendengar kata-kata Wei Luxi, "Kekuatannya saja lebih rendah daripada orang yang memukulnya. Apa kau ingin aku menemaninya kehilangan wajah?"


Lalu, Lin Changkong menunjuk ke arah Lin Xue dengan marah, "Kau harus tahu diri! Jangan pergi keluar rumah sesuka hati dan membuat masalah lagi! Kau tidak boleh mengganggu Lin Feili lagi, mengerti?"


Lin Xue menatap ayahnya dan tertegun. Mengapa ayahnya tiba-tiba melindungi Lin Feili?


Wei Luxi pun tercengang. Jelas-jelas tadi malam Lin Changkong mengatakan akan memberikan pelajaran tak terlupakan kepada Lin Feili.

__ADS_1


Mengapa sikapnya berubah 180 derajat?


Setelah Lin Changkong membalut lukanya, ia pergi.


__ADS_2