
Lin Feili berjalan keluar dari Gunung Hong.
Ketika itu, semua orang menatapnya. Mereka sudah melihat Lin Feili melawan serigala petir sendirian. Mereka tidak berani lagi meremehkannya.
Sebelumnya mereka berpikir yang akan mendapatkan tempat pertama adalah Ye Xuan atau Lin Xue. Namun sekarang, Lin Feili juga mungkin menjadi yang pertama.
Pong Wenbin dan Ru Wanjing juga sedang mencari harimau sinar bintang, walau mereka tahu mereka tidak mampu melawannya. Jadi, mereka duduk menunggu dan ingin melihat siapa yang akan bertarung dengan harimau sinar bintang.
Saat itu, Pong Wenbin melihat sosok putih yang tidak asing.
"Lin Feili?" sapa Pong Wenbin, agak ragu.
Ketika Lin Feili mendengar panggilan Pong Wenbin, ia berbalik dan tersenyum anggun, "Kita bertemu lagi."
Pong Wenbin menghampiri Lin Feili dan membiarkan Ru Wanjing yang ingin tetap di sana. Ia berkata, "Kami sedang mencari harimau sinar bintang. Apakah kau ingin bergabung?"
"Tidak perlu mencari lagi. Harimau sinar bintang sudah mati," jawab Lin Feili santai.
Mendengar ucapannya, Pong Wenbin dan Ru Wanjing yang ikut menghampirinya terkejut, "Sudah mati? Siapa yang membunuhnya?"
Harimau sinar bintang sangat sulit dihadapi.
Para kultivator yang merasa kekuatan mereka tidak cukup untuk melawan harimau sinar bintang, mereka sudah bersiap untuk menonton. Namun, harimau sinar bintang ternyata telah mati begitu saja.
Kultivator lain semakin penasaran dengan pembicaraan Pong Wenbin dan Lin Feili. Mereka berpikir Lin Feili pasti tahu sesuatu yang tidak mereka ketahui.
"Aku yang membunuhnya," jawab Lin Feili tenang.
"Kau yang membunuh harimau sinar bintang?" tanya Ru Wanjing dengan nada suara tinggi karena terkejut.
Memang benar Lin Feili begitu kuat karena mampu membunuh raja serigala petir. Namun, ia tak berharap Lin Feili juga bisa membunuh harimau sinar bintang.
Seharusnya hadiah besar peringkat pertama menjadi milik Ye Xuan. Akan tetapi, Lin Feili sudah merebutnya.
Ketika para kultivator mendengar ucapan Ru Wanjing yang tadi cukup keras, semua mata menatap Lin Feili dengan berapi-api.
__ADS_1
Ru Wanjing berbicara begitu keras. Ketika berita itu tersebar, semua kultivator berniat mencuri kristal roh dari Lin Feili.
Lagipula, kaisar mengatakan posisi pertama adalah orang yang berhasil membawa kristal roh, bukan orang yang berhasil membunuh harimau sinar bintang.
Lin Feili mengernyitkan dahi menatap Ru Wanjing. Kesannya terhadap Ru Wanjing semakin jelek.
Walau ia yakin dengan kekuatannya, tapi jika para kultivator lain tahu, sama saja namanya menyerahkan diri ke serigala.
Wajah Pong Wenbin juga langsung muram. Ia berkata, "Lin Feili, Ru Wanjing tidak sengaja melakukannya. Aku meminta maaf atas namanya."
Pong Wenbin dan Ru Wanjing sudah kenal selama bertahun-tahun. Walau Pong Wenbin tahu jika Ru Wanjing sedikit tidak menyukai Lin Feili, tapi Pong Wenbin yakin hati Ru Wanjing tidak sejahat itu.
"A-aku tidak sengaja melakukannya," ucap Ru Wanjing terbata. Walau ia enggan meminta maaf, tapi kali ini ia benar-benar salah.
Rasa tidak senang di hati Lin Feili sedikit memudar. Ia tahu Ru Wanjing sungguh-sungguh meminta maaf.
"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Lin Feili. Walau ada beberapa kultivator yang mendengarnya, ia yakin mereka tidak berani melakukan apapun sekarang.
Pong Wenbin mengangguk tanpa henti, "Kami akan pergi bersamamu."
Ru Wanjing tidak menyangkal ucapan Pong Wenbin. Lagipula ini semua karena dirinya. Ia pun akan ikut dengan Lin Feili.
"Baik. Ayo pergi," ucap Lin Feili, tidak menolak mereka. Pong Wenbin adalah temannya. Jika Lin Feili menolak, pasti mereka akan mengira Lin Feili tersinggung. Ia tidak ingin hubungan mereka meregang.
Benar saja, wajah Pong Wenbin langsung berseri.
Ketika mereka bertiga meninggalkan Gunung Hong, tatapan tajam mengawasi mereka. Jika ada yang bisa mengalahkan Lin Feili, peringkat pertama akan berganti.
Orang-orang sudah sangat mendambakan hal itu. Tidak hanya mendapat reputasi, tapi menjadi peringkat pertama juga akan memperbaiki kehormatan keluarga mereka.
Lin Feili menyapukan pandangan dinginnya pada orang-orang yang mengawasinya. Wajahnya tetap acuh tak acuh.
Namun, para kultivator tiba-tiba tersadar. Hati berapi-api mereka langsung padam. Bagaimana mungkin orang-orang itu bisa melupakan kekuatan Lin Feili? Padahal, Lin Feili adalah orang yang mengalahkan raja serigala petir dan harimau sinar bintang sendirian.
Mereka masih ingat dengan jelas sosok bergaun putih yang berlumuran darah. Walau kristal roh akan mengubah hidup mereka, tapi mereka tetap ingin hidup tenang.
__ADS_1
Tatapan kejam Lin Feili ketika membunuh raja serigala petir masih membekas jelas di ingatan mereka. Jika mereka menyerang Lin Feili, mereka takut akan dibunuh dengan kejam.
Para kultivator pun bubar dan pergi. Walau mereka yakin dengan ucapan Ru Wanjing tadi, mereka tetap ingin melihat mayat harimau sinar bintang sendiri.
Melihat kerumunan yang telah pergi, Lin Feili menarik kembali pandangannya. Ia lanjut berjalan dengan tenang.
Pong Wenbin dan Ru Wanjing saling pandang. Setelah pertarungan dengan raja serigala petir, Lin Feili benar-benar menjadi terkenal.
"Aku tidak menyangka Lin Feili yang akan membunuh harimau sinar bintang. Aku selalu berpikir Putra Mahkota lah yang akan mendapat peringkat pertama," bisik salah satu kultivator.
"Kenapa tidak kita curi saja? Selama kita bisa mengalahkan Lin Feili, peringkat pertama akan menjadi milik kita," jawab temannya.
"Kau sudah gila? Kau berencana menyerang Lin Feili? Jika kita menyerangnya, aku takut kita mati lebih mengenaskan daripada raja serigala petir," jawab kultivator lain.
Semua kultivator menghela napas berat. Mereka telah berencana untuk menyerang siapapun yang akan mendapatkan kristal roh.
Target awal mereka adalah Ye Xuan.
Namun, mereka salah terget. Ternyata bukan Ye Xuan yang mendapatkan kristal roh itu. Mereka merasa sedikit menyesal.
*
Di singgasananya yang tinggi, Kaisar sedang menikmati cemilan dan teh bersama para menterinya. Mata mereka fokus ke pintu masuk hutan berburu.
Hari ini adalah hari terakhir.
Permaisuri Wang Ru menatap hutan dengan penuh harapan. Ia sangat yakin kekuatan Ye Xuan pasti bisa membawanya menjadi peringkat pertama.
Dia sudah sangat tidak sabar ingin melihat Ye Xuan.
Wei Luxi juga sangat bersemangat. Walau kekuatan Lin Feili lebih dari yang ia bayangkan, tapi ia yakin Lin Xue pasti masih bisa mendapat peringkat yang kedua.
Tiba-tiba, suara terdengar dari pintu keluar hutan. Semua orang langsung beralih menatap ke satu titik yang sama.
Namun, orang yang keluar pertama kali sangat jauh dari bayangan mereka. Saat mereka melihat 3 orang berjalan keluar, wajah mereka mengerut.
__ADS_1
Orang pertama yang keluar adalah Lin Feili?