
"Istriku, apakah lilinnya terlalu terang untukmu?" tanya Wu Yanshi yang tiba-tiba bangkit dari lantai.
"Ya, aku belum terbiasa," ucap Lin Feili yang ada terkejut.
Wu Yanshi yang merasa bersalah pun segera meniup lilin, "Sekarang kamu bisa tidur dengan nyenyak."
"Terima kasih," ucap Lin Feili. Ruangan menjadi gelap dan sunyi. Padahal sebenarnya ia tidak bisa tidur karena ada Wu Yanshi.
Tiba-tiba, Lin Feili mendengar langkah kaki dari luar pintu. Walau langkah kaki itu sebenarnya sangat pelan, sebagai seorang kultivator, pendengaran Lin Feili jauh di atas rata-rata orang biasa.
Sudah larut seperti ini, siapa yang akan menyelinap di luar pintu mereka?
Saat Lin Feili akan bangkit untuk melihat siapa orang itu, Wu Yanshi langsung menahannya dengan tubuhnya. Lin Feili ingin berteriak, tapi Wu Yanshi segera menutup mulutnya.
Kemudian, Wu Yanshi mencondongkan tubuhnya dan berbisik pelan, "Sepertinya ada yang mengawasi kita."
Lin Feili menjadi rileks. Sepertinya hanya Kaisar yang bisa mengirim orang-orang itu. Terlihat jelas Kaisar sangat waspada terhadap Wu Yanshi.
Setelah memberi kode agar pria itu segera turun, Wu Yanshi tetap tidak bergerak. Ia malah berkata dengan suara serak dan pelan, "Istriku, kamu sangat cantik."
Ia menatap gadis yang kecantikannya bisa menjungkirbalikkan seluruh kota. Perasaan aneh mengalir di hatinya. Menatapnya seperti ini membuatnya semakin mabuk.
Lin Feili terkejut. Ini pertama kalinya ia melihat wajah Wu Yanshi dari dekat. Ia bisa dengan jelas merasakan nafas pria itu di kulitnya.
Mereka berdua saling menatap. Saat itu, mereka hampir melupakan orang yang berdiri di luar pintu.
__ADS_1
"Menurutku tidak akan ada yang salah dengan Pangeran Wu. Siapa yang akan melewatkan kesempatan dengan Putri Wu yang sangat cantik seperti itu?"
"Tapi kenapa tidak ada suara?"
Di luar, mereka menempelkan telinga di pintu, mendengarkan setiap gerakan di dalam ruangan. Walau mereka tidak tahu mengapa diberi pekerjaan seperti itu, mereka hanya bisa melakukannya karena para pejabat yang menyuruhnya.
Wu Yanshi menentukan jarinya di kepala tempat tidur dan bergerak sedikit.
Mendengar suara itu, senyum pengertian muncul dari dua orang di luar. Sepertinya mereka bisa melaporkan pencapaian ini.
Saat terdengar langkah kaki berjalan pergi, Lin Feili bisa bernapas dengan lega. Ia berkata, "Kau bisa turun sekarang."
Wu Yanshi menatapnya sambil tersenyum, "Istriku, kamu tersipu."
Bahkan di cahaya redup, Wu Yanshi dapat melihat pipi Lin Feili yang memerah.
Dan alasan lainnya, Lin Feili tak bisa mendorongnya karena kekuatan pria itu lebih besar.
Senyum Wu Yanshi semakin dalam. Biasanya ia hanya melihat Lin Feili yang tenang dan acuh tak acuh. Sekarang, ia bisa melihat emosi lain di matanya. Ia merasa itu sangat lucu.
Perlahan, Wu Yanshi semakin mendekatkan wajahnya. Lin Feili yang terkejut segera mendorongnya, tapi Wu Yanshi tak bergerak sedikitpun.
Saat Wu Yanshi akan menyentuh bibir Lin Feili, Lin Feili segera menyentakkan kepalanya ke samping. Napas hangatnya mengalir di tengkuknya.
"Istriku, kamu benar-benar imut," ucap Wu Yanshi yang membuat telinganya memerah. Ia mengatakannya dengan sangat tulus.
__ADS_1
"Jika kau tidak turun, Aku akan memberimu rasa hidup yang lebih buruk dari kematian," ancam Lin Feili.
Wu Yanshi bisa merasakan Lin Feili menekuk lututnya. Istri kecilnya ini benar-benar bisa kejam.
Tiba-tiba, Wu Yanshi tersenyum misterius.
Wu Yanshi memeluk tubuhnya dan membalikkan posisi mereka. Sekarang, Lin Feili berbaring di atas tubuhnya.
"Istriku, jangan terlalu kejam," ucap Wu Yanshi.
Lin Feili tertegun sejenak. Ia dipeluk sangat erat oleh Wu Yanshi. Kedua tangannya pun segera memberontak.
Melihat Lin Feili yang benar-benar tidak bahagia, Wu Yanshi menangkap tangannya dan tersenyum, "Baiklah, aku akan berhenti menggodamu."
Lin Feili segera bangkit dan menghela napas kasar. Wu Yanshi benar-benar mengambil keuntungan darinya. Namun, ia sebenarnya kesal pada dirinya sendiri. Jika ia berkultivasi lebih kuat, maka ia tak akan ditekan oleh pria ini.
Ketika itu, liontin giok Lin Feili terjatuh dari jubah luar gaunnya. Saat Wu Yanshi melihat batu giok itu, matanya menajam, "Istriku, dari mana kamu mendapatkan liontin giok itu?"
Melihat Wu Yanshi yang terkejut, sepertinya ia tahu sesuatu tentang liontin giok itu. Itu adalah satu-satunya identitas yang ditinggalkan oleh orang tua kandungnya.
Lin Feili selama ini berpikir ia takkan pernah menemukan orang yang tahu tentang liontin giok itu.
"Kau tahu liontin giok apa ini?" Lin Feili bertanya balik.
Wu Yanshi menatap Lin Feili dalam-dalam dan menjawab, "Liontin giok itu adalah token keluarga. Sebelumnya, kebetulan aku tidak sengaja melihat liontin yang mirip seperti itu di Kekaisaran Aglea."
__ADS_1
"Token keluarga? Dari keluarga mana?" tanya Lin Feili sedikit terkejut.
"Keluarga Ming!" jawab Wu Yanshi terus terang.