
Tiga hari kemudian.
Selama tiga hari berjalan, Lin Feili tak pernah melihat Wu Yanshi lagi yang sedang mempersiapkan pernikahan.
Ia menjadi sangat malas dan terus berdiam diri di Rumah Sakit Dokter Dewata ataupun di kamarnya sepanjang hari. Ia tak ingin menanyakan apapun tentang pernikahan itu.
Kediaman Mawar berubah drastis. Wu Yanshi membawa banyak pelayan pria dan wanita untuk mendekorasi Kediaman Mawar.
Warna merah cerah di udara menandakan pernikahan ini akan penuh kemeriahan. Walaupun para pelayan kelihatannya sangat sibuk, tapi ekspresi mereka begitu gembira.
Pangeran mereka akhirnya menikah!
*
Langit masih agak gelap ketika para pelayan berkerumun di sekitar Lin Feili, menunggunya mengenakan gaun merah. Setelah itu, mereka akan membantu merias wajahnya.
Persiapan dilakukan langkah demi langkah dan semua orang sangat sibuk. Lin Feili terlihat seperti boneka saat orang-orang memakaikan perhiasan di tubuhnya dan membentuk rambutnya menjadi sanggul.
Lin Feili tidak menyangka pernikahan di dunia ini begitu rumit.
Jika mengingat novel, pernikahan Wu Yanshi dan Lin Feili tidak semeriah ini. Penulis juga hanya menuliskan tentang proses pernikahan Ye Xuan dan Lin Xue.
Prosesnya persis seperti yang dilakukan Lin Feili sekarang.
Sekarang ia mengerti mengapa ia sampai tidak bisa bertemu dengan Wu Yanshi lagi walaupun sekilas. Memilih gaun, merias wajah, dan mencari pekerjanya saja membutuhkan waktu yang sangat lama.
"Tuan! Tuan!" si hitam dan si emas yang masih menjadi riasan kepala, terlempar ke sana kemari dan menabrak pelayan, lalu jatuh ke lantai.
Orang-orang berlalu lalang, jadi mereka terinjak-injak.
Mendengar mereka, Lin Feili segera mengambilnya dan memasukkan mereka ke dalam Cincin Horacio.
Li Yu, Liu Ming, dan Yang Chaoyue tiba di Kediaman Feili sejak pagi buta. Mereka sudah tahu jika Lin Feili akan menikah di Kediaman Feili dan ingin memutuskan hubungan dengan Kediaman Jenderal.
Biasanya, pernikahan akan begitu meriah karena anggota keluarga. Namun, di Kediaman Feili hanya ada dirinya dan pelayan.
Karena Lin Feili hanya memiliki mereka, mereka memutuskan untuk datang seolah mereka adalah keluarganya. Setidaknya, mereka tulus melihat Lin Feili bahagia.
Saat mereka masuk ke kamar Lin Feili, mereka tercengang. Kamar ini bagaikan medan perang. Para pelayan terus-menerus meletakkan sesuatu ke wajah, rambut, dan tubuh Lin Feili.
"Persiapan pernikahan seorang Putri benar-benar luar biasa. Baru kali ini aku melihatnya," ucap Liu Ming kagum.
"Akan aneh jika kau pernah melihatnya. Seorang Putri sangat dihormati. Jika bukan karena kebaikan hati Paman Yu memperkenalkannya pada kita, kita tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk melihat pernikahan seorang Putri," ucap Yang Chaoyue yang juga kagum dengan persiapan ini.
Setelah waktu yang lama, akhirnya para pelayan mengangguk puas, "Sangat cantik! Ini adalah Putri tercantik yang pernah kulihat."
Tak hanya pelayan, orang lain yang berada di ruangan itu juga tercengang ketika melihat Lin Feili. Kecantikannya mengalahkan keindahan istana kekaisaran.
Lin Feili melihat dirinya di cermin. Ia benar-benar terpana selama beberapa detik.
Rambut hitamnya yang panjang ditarik ke atas membentuk sanggul yang elegan. Alis, bulu mata, dan tulang pipinya benar-benar sempurna.
__ADS_1
Mata birunya bersinar cerah. Ada sedikit perona merah di pipinya. Hidungnya kecil dan mancung. Bibirnya berwarna merah ceri.
Yang paling menonjol adalah ukiran mawar yang dilukis di antara kedua alisnya, seperti Kediaman Feili yang penuh dengan mawar. Itu melambangkan perasaan antara Wu Yanshi dan Lin Feili.
Kulitnya halus dan putih, ditambah dengan gaun merah besar, membuatnya semakin terlihat anggun, mulia, dan sangat elegan.
Para pelayan sudah keluar. Hanya tersisa Lin Feili di kamar.
Melihat Li Yu, Liu Ming, dan Yang Chaoyue datang, Lin Feili tersenyum cerah, "Kalian datang!"
Namun, Li Yu, Liu Ming, dan Yang Chaoyue membeku di tempat melihat keindahan di depan mereka. Lin Feili begitu anggun sampai mereka tak bisa berkata-kata.
Kecantikannya melebihi apa yang ada di imajinasi mereka.
Sekarang, mereka memahami perbedaan antara mereka dan Lin Feili. Ia adalah nona dari Kediaman Jenderal, seorang Putri, dan kecantikannya tak tertandingi.
Saat mereka bersama, Lin Feili tak pernah sombong ataupun angkuh. Hal ini membuat mereka tak pernah memikirkan jarak nyata di antara mereka.
Namun, nyatanya jarak mereka terlalu besar.
"Nona, Anda sangat cantik hari ini! Bahkan wanita paling cantik di kekaisaran tak bisa dibandingkan dengan Anda sama sekali," ucap Liu Ming memuji Lin Feili.
Dulu, yang dianggap paling cantik di kekaisaran adalah Lin Xue. Namun, setelah wajahnya rusak dan sifat buruknya terbongkar, julukan itu otomatis terlepas darinya.
Sekarang, Wei Yue dengan bangga mengklaim bahwa dirinya adalah yang tercantik di kekaisaran.
Namun, Wei Yue ataupun Lin Xue tak bisa menandingi kecantikan Lin Feili. Baginya, Lin Feili adalah yang tercantik di kekaisaran.
"Feili, semoga kau bahagia," ucap Li Yu sepenuh hati.
Ia menganggap Lin Feili adalah adiknya. Melihat ia memakai gaun pengantin merahnya, Li Yu merasa emosional.
"Terima kasih. Aku beruntung memiliki teman-teman yang begitu luar biasa seperti kalian untuk menemaniku di hari pernikahanku," ucap Lin Feili tersenyum lembut.
Sejak ia keluar dari Kediaman Jenderal, ia merasa kesepian dan hanya Wu Yanshi yang menemaninya. Melihat 3 orang di depannya, ia semakin yakin jika ia tak sendirian di sini.
"Feili, kau tidak menikah di Kediaman Jenderal. Apakah Kediaman Jenderal ...," Li Yu memikirkan kemarahan yang akan dihadapi Lin Feili. Karena ini benar-benar penghinaan bagi Kediaman Jenderal.
Bagaimanapun, ini adalah pernikahan besar, yang bahkan Kaisar juga datang. Lin Changkong adalah seorang jenderal kekaisaran. Apakah ia akan datang setelah mendapat penghinaan?
Jika ia tidak datang tidak masalah, tapi jika ia datang, ia akan semakin kehilangan wajah.
"Mereka datang atau tidak apa hubungannya denganku?" Lin Feili mengangkat bahu. Ia sudah memutuskan semua hubungan dengan Kediaman Jenderal.
Ia tak peduli pernikahan ini akan menghina Lin Changkong atau tidak. Lin Changkong saja tidak pernah peduli dengan martabat Lin Feili.
Setelah bertahun-tahun Lin Changkong dihormati, ia akan kehilangan wajah hari ini. Sedangkan Lin Feili, ia akan merebut kembali kehormatan itu.
Ketiga orang itu memandang Lin Feili dengan cemas. Sepertinya hubungannya dengan Kediaman Jenderal benar-benar tidak dapat diperbaiki.
"Aku hanya mengkhawatirkan Lin Changkong akan melakukan sesuatu di hari pernikahanmu," ucap Li Yu.
__ADS_1
Lin Feili tertawa, "Dengan kehadiran Kaisar, jika dia punya otak, maka ia tidak akan berani membuat masalah."
Dengan hadirnya Kaisar, pasti Lin Changkong hanya bisa menelan amarahnya.
*
Kediaman Jenderal.
Lin Changkong, Wei Luxi, Lin Xue, dan Lin Yi berkumpul di aula depan. Ekspresi mereka sangat jelek.
Mereka selalu berpikir jika Lin Feili tak punya pilihan lain selain kembali ke Kediaman Jenderal untuk melakukan pernikahan. Lagipula, menikah di tempat lain itu terlalu menyedihkan.
Bahkan mereka sudah menyiapkan kata-kata ejekan sebelum Lin Feili datang untuk mempersiapkan pernikahan. Namun, setelah sepanjang hari menunggu, tidak ada kabar sedikitpun.
Hari ini, mereka diberitahu bahwa Lin Feili akan menikah di Kediaman Feili. Ia benar-benar mengabaikan keberadaan Kediaman Jenderal.
Wu Yanshi pun tidak mengatakan apa-apa sebelum mempersiapkan pernikahan mereka. Mereka benar-benar tak melihat Kediaman Jenderal.
"Lin Feili dan Wu Yanshi benar-benar keterlaluan!" ucap Lin Xue marah.
Lin Changkong tak berharap kehilangan muka dua kali karena Lin Feili. Hari itu, Kaisar hanya mencoba menghiburnya dan tak melakukan apapun untuk menghukum Wu Yanshi.
Ia hanya bisa menelan amarahnya.
Ia tidak mengerti. Padahal bisa dilihat jika Kaisar tidak menyukai Wu Yanshi. Lalu mengapa sikapnya berubah?
"Suamiku, karena Lin Feili tak pernah menghargai kita, lebih baik kita tidak datang ke pernikahannya," usul Wei Luxi. Ia benar-benar menyesal karena tidak membunuh Lin Feili sebelumnya.
Namun, amarah Lin Changkong meledak, "Kaisar yang menganugerahkan pernikahan mereka dan ia juga datang sebagai tamu.Jika kita tidak datang, bukankah kita akan dianggap tidak menghormati Kaisar?"
Ia sudah memikirkan hal ini. Tindakan Lin Feili benar-benar membuatnya terjebak. Apakah Lin Feili dalam merencanakan ini sejak lama? Jika benar, maka Lin Feili benar-benar orang yang mengerikan.
Ia pun sudah khawatir sejak kemarin. Jika ia datang ke pernikahan itu, Wei Chu pasti akan mengejeknya habis-habisan. Memikirkannya saja membuat otak Lin Changkong meledak.
"Jadi kita harus pergi? Apakah kita benar-benar tak bisa tidak pergi?" ucap Wei Luxi. Ia tak pernah berpikir seperti itu sebelumnya. Ekspresinya suram.
"Diam!" Lin Changkong memandang Wei Luxi dengan jijik. Wanita itu benar-benar tak punya otak. Ia tak bisa membantu apapun dan selalu bertanya tentang semua hal. Benar-benar memuakkan!
Wajah Wei Luxi pucat. Ia bisa merasakan kebencian di mata Lin Changkong. Sejak menikah, Lin Changkong tak pernah marah padanya, walau dulu masih ada Zhao Sese.
Sekarang, putri Zhao Sese membuat Lin Changkong membencinya.
Wei Luxi berlinang air mata, "Suamiku, bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?"
Lin Changkong semakin meledak melihat Wei Luxi menangis, "Setiap hari kau hanya tahu menangis! Apalagi yang bisa kau lakukan selain menangis?!"
Wei Luxi menangis semakin kencang.
Tak tahan melihat ini, Lin Yi segera bicara, "Ayah, karena kita tak bisa melakukan apapun sekarang, sebaiknya kita datang ke pernikahan dengan terhormat. Bagaimanapun, ayah tetaplah Jenderal yang terhormat. Siapa yang berani menggurui kita? Bahkan jika Wei Chu itu mengejek kita, kita masih bisa mengabaikannya. Aku yakin dia tak akan berani jika hanya mengejek kita."
Lin Changkong merasa sedikit rileks. Memang hanya Lin Yi yang bisa dia andalkan. Wei Luxi dan Lin Xue hanya bisa menyebabkan masalah untuknya.
__ADS_1