Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Gaun Putih


__ADS_3

Lin Feili melihat-lihat di sekeliling toko. Pakaian di toko itu memang benar-benar bagus. Baik bahan ataupun peralatan yang digunakan, semuanya menggunakan bahan premium. Dengan kualitas seperti itu, tidak heran Toko Linen begitu terkenal.


Namun, seseorang tiba-tiba muncul di Toko Linen. Itu adalah calon putri mahkota saat ini, Wei Yue. Melihat Lin Feili berada di sini juga, mata Wei Yue memancarkan rasa benci.


Sedangkan Lin Feili masih sibuk memilih pakaiannya. Walau warna favoritnya adalah putih polos dan model yang sederhana, sekarang ia adalah Putri Wu yang harus sering pergi ke istana kekaisaran. Jika ia terus-menerus memakai serba putih setiap kali ia berkunjung, itu kelihatan tidak pantas.


Jadi, Lin Feili juga memilih beberapa warna lain.


Mata Lin Feili terjatuh pada gaun putih yang berada di sudut ruangan. Gaun itu seputih salju dihiasi dengan desain bunga mawar yang mekar. Modelnya tidak terlalu mewah dan rumit, tapi malah terasa cerah dan menyegarkan.


Melihat desain bunga mawar, ia teringat bunga mawar di Kediaman Feili. Senyumnya merekah lebar. Ini adalah gaun yang paling dia sukai.


Tepat saat tangan Lin Feili mengambil gaun itu, tangan ramping jatuh di atasnya.


Lin Feili mendongakkan kepalanya. Ternyata itu adalah Wei Yue yang sedang memandangnya dengan jijik.


"Aku menginginkan gaun ini!" ucap Wei Yue dengan suara keras dan mendominasi. Ia tak membiarkan Lin Feili bicara satu patah kata pun.


Lin Feili tersenyum dengan mempesona, "Nona Wei, gaun itu kelihatannya berada di tangan Putri ini terlebih dahulu. Jadi, gaun ini adalah milikku."


Wei Yue agak gentar melihat Lin Feili membantahnya, "Karena aku sudah mengatakan aku menginginkan gaun ini, artinya gaun ini adalah milikku!"


Lin Feili masih tersenyum dan menjawab dengan lembut, "Aku baru tahu jika Nona Wei benar-benar sombong. Namun, kesombonganmu itu tidak berarti apa-apa di depanku."


Tangan Lin Feili langsung menarik gaun itu dengan kuat, menggenggamnya di pelukannya. Gadis di depan ini terlalu naif menjadikan Lin Feili sebagai targetnya.


Padahal, Lin Feili adalah orang yang tidak mudah diganggu.


"Lin Feili! Aku adalah Putri Mahkota! Kau berani menyinggungku? Apa kau sudah siap mati?" Wei Yue semakin meninggikan suaranya.


Namun, Lin Feili hanya tertawa kecil dan matanya mulai menatap dingin, "Hahaha. Nona Wei, kau masih belum menikah dengan putra mahkota. Jadi, kau hanyalah calon Putri Mahkota! Lebih baik kau tetap mengandalkan keluargamu."


Wei Yue begitu tercengang mendengar ucapan Lin Feili. Semakin ia melihat penampilan angkuh Lin Feili, hatinya semakin memanas. Apalagi, Lin Feili juga merebut gelar wanita tercantik di kekaisaran darinya.


Bahkan, kebencian Wei Yue kepada Lin Feili lebih besar daripada kebenciannya dulu kepada Lin Xue.


"Bagaimanapun, aku tetaplah calon Putri Mahkota. Sedangkan kau tak lebih dari seorang Putri biasa. Kau masih saja tetap menantangku? Apa kau yakin Yang Mulia Putra Mahkota tak akan mencarimu untuk memberi pelajaran?" gertak Wei Yue.

__ADS_1


Beberapa hari terakhir sejak gelarnya diberikan pada Lin Feili, tekad Wei Yue sejak saat itu adalah untuk mengalahkan Lin Feili.


Setelah gelar itu hilang, orang-orang memandanginya aneh. Gadis-gadis bangsawan yang tidak akur dengannya juga sering mendatanginya untuk mengejeknya.


Hari ini ia datang ke Toko Linen untuk membeli beberapa pakaian agar suasana hatinya membaik. Namun, ternyata ia bertemu Lin Feili yang membuat amarahnya semakin menjadi.


Ini juga merupakan kesempatan untuk mengalahkan Lin Feili. Tak peduli apapun metodenya, ia akan menunjukkan bahwa dirinya lah yang paling unggul.


"Nona Wei, kau sendiri yang mengatakannya jika kau hanyalah calon Putri Mahkota. Jika kau sudah menikah nanti, datanglah padaku dan ucapkan kata-kata itu lagi," ucap Lin Feili sambil berjalan ke depan masih memeluk gaun itu. Ia ingin melihat-lihat pakaian lain di Toko Linen.


"Lin Feili! Kau keterlaluan!" teriak Wei Yue dan menghentakkan kakinya. Ia tak habis pikir dengan Lin Feili yang terlalu arogan. Padahal ia hanya menikahi seorang pangeran lumpuh.


"Nona Wei, jika kau senang berteriak-teriak di sini, artinya level kita tidak sama," ucap Lin Feili santai.


Orang-orang yang berada di sana sangat senang melihat perdebatan ini. Posisi mereka saat ini begitu jelas. Wei Yue adalah orang yang mulai mencari masalah, tapi Lin Feili lah yang akan memberinya pelajaran.


"Lihatlah! Wajah Wei Yue merah keunguan karena begitu marah!"


"Karena ia akan segera menjadi Putri Mahkota, ia begitu sombong!"


Wei Yue menghampiri Lin Feili dengan langkah besar. Ia tak akan membiarkan dirinya kehilangan muka di depan banyak orang, "Lin Feili! Jika kau tidak segera memberikanku gaun itu, kau tidak akan bisa keluar dari Toko Linen!"


"Apakah kau mengancam istri Pangeran ini?" suara dalam dan dingin terdengar dari arah depan.


Wei Yue melihat Wu Yanshi menatapnya dengan tajam. Ia tak mengira Wu Yanshi akan angkat bicara. Wei Yue Yue merasa agak malu.


Namun, ia dengan cepat mengembalikan postur angkuh tubuhnya. Walau Wu Yanshi adalah seorang pangeran, Ye Xuan bisa mengganggunya dengan mudah. Jadi, Wei Yue merasa tak perlu takut padanya.


"Benar! Jika dia tidak mau meminta maaf padaku di sini dan sekarang, maka aku tidak akan membiarkannya pergi dari toko ini!" ucap Wei Yue lantang.


"Hanya seorang anak pejabat biasa, tapi begitu sombong. Baru kali ini aku melihat orang yang begitu tidak sopan," ucap Wu Yanshi lagi.


"Kau pikir kau sedang bicara dengan siapa? Beraninya kau menghinaku!" ucap Wei Yue. Ekspresinya kembali berubah.


Tatapan Wu Yanshi semakin tajam dan ia menyeringai tipis, "Menghinamu? Kau pikir kau layak? Karena kau berani mengancam wanitaku, aku pasti akan membuatmu menyesal."


Suara Wu Yanshi begitu dingin sampai menusuk tulang. Aura mengagumkan tiba-tiba muncul dari tubuhnya.

__ADS_1


Tubuh Wei Yue menggigil dan ia mundur perlahan. Aura Wu Yanshi begitu menakutkan sehingga dia tidak dapat mengendalikan tubuhnya. Ia baru tahu jika kekuatan Wu Yanshi sebenarnya begitu kuat. Apalagi suaranya juga begitu mendominasi.


"Kau ... jika kau berani ... melukaiku ... Yang Mulia Putra Mahkota tak akan melepaskanmu!" ucap Wei Yue yang masih gemetar. Ini pertama kalinya ia merasa ketakutan hingga hampir tak berdaya.


"Siapa pun yang berani mengancam istriku, Pangeran ini tak akan membiarkannya pergi!" ucap Wu Yanshi tegas. Ia sangat protektif terhadap Lin Feili.


Orang-orang yang ada di sana merasa kagum dan terkejut. Padahal, Wu Yanshi biasanya orang yang selalu diganggu dan direndahkan. Namun, saat istrinya diganggu, kemarahannya ternyata sangat mengerikan. Ia begitu melindungi istrinya.


Sepertinya Wu Yanshi bener-bener jatuh cinta pada Lin Feili.


Tidak hanya hadiah pertunangan yang begitu mewah, pembalasan dendam pada Lin Changkong dan pernikahan yang begitu meriah, telah menjadi bukti cinta Wu Yanshi pada Lin Feili.


Dong Linen sebagai pemilik toko berlari dengan tergesa-gesa. Tak peduli siapa mereka, jika ia tidak langsung turun tangan, maka tokonya akan hancur.


"Pangeran Wu, kata-kata Nona Wei hanyalah angin lalu. Jangan biarkan hal itu mengganggu Anda," ucap Dong Linen dengan wajah penuh senyum walau hatinya kacau.


Lin Feili akhirnya juga bicara, "Wei Yue, jika kau ingin mengadu, lakukanlah setelah kau memiliki pasangan."


Lin Feili memiliki berbagai cara untuk menjatuhkan Wei Yue, tapi ia harus melakukannya secara diam-diam. Melakukannya di depan umum hanya akan membuat keadaan semakin buruk.


Lalu, Lin Feili tertawa pada Wu Yanshi, "Pangeran, marah padanya hanya membuang-buang energi."


Wajah dingin Wu Yanshi perlahan mereda, "Karena Putri berkata begitu, maka Pangeran akan menghentikan ini."


"Jika kau berani menghina atau mengancam lagi, maka aku akan membuatmu menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan ini," ucap Wu Yanshi pada Wei Yue.


Begitu Wu Yanshi menarik auranya, Wei Yue langsung terjatuh.


"Pangeran, bisakah menungguku di luar? Aku masih memiliki beberapa kata untuk dikatakan pada Nona Wei," ucap Lin Feili.


Wu Yanshi mengangguk. Ia segera menyuruh Ma Zheng untuk membawa gaun yang dipilih Lin Feili dan membayarnya ke kasir. Setelah itu, mereka langsung keluar dari Toko Linen.


Setelah Wu Yanshi pergi, Wei Yue menatap sinis Lin Feili, "Aku tak menyangka kau begitu pandai merayu pria."


Tak hanya Wu Yanshi, bahkan Ye Xuan juga salah satu pengagum Lin Feili.


Wei Yue berpikir Lin Feili akan sangat marah. Namun, Lin Feili hanya melengkungkan bibirnya dan menjawab, "Terima kasih atas pujianmu."

__ADS_1


__ADS_2