
Wajah orang-orang yang mengantri seketika berubah. Murid yang mendapat surat undangan dari akademi sangat langka. Mereka akan masuk ke dalam pendaftaran murid istimewa.
Namun, hal itu sangat sulit didapatkan. Hanya murid dengan bakat tertentu yang bisa mendapatkannya. Bahkan mereka bisa dibilang jenius di antara jenius.
Su Yueru mengakui kekuatan Lin Feili sangat kuat. Namun, ia tak percaya Lin Feili sangat jenius sehingga menjadi murid istimewa.
"Surat undangan itu sangat sulit didapatkan. Aku dengar, tahun ini hanya ada dua orang yang mendapatkannya. Aku yakin wanita itu bukan salah satunya."
"Benar. Murid istimewa mana yang tidak kuat dan sombong? Wanita itu tidak masuk ke dalam kriteria."
Mendengar bisik-bisik itu, Su Yueru tersenyum puas. Tiga hari lalu, Lin Feili mempermalukannya. Sekarang, gilirannya membalas Lin Feili.
"Padahal, Nona Feili memang masuk ke dalam daftar murid istimewa," gumam Qing Yi yang mengetahui fakta.
"Ssttt," bisik Pong Wenbin.
Ia tersenyum licik dan berkata, "Jangan katakan apapun pada mereka. Sebentar lagi, kita akan melihat tontonan yang menarik."
__ADS_1
Qing Yi yang langsung mengerti maksud Pong Wenbin pun ikut tersenyum licik.
Di depan pintu masuk Akademi Bintang Jatuh, terdapat 5 lorong antrian. Di antara 5 lorong itu, 4 lorong sudah terisi penuh, dan satu lorong masih kosong karena itu untuk pendaftaran murid istimewa.
Dan Lin Feili berjalan ke lorong antrian yang kosong itu.
Su Yueru memberi tatapan sinis melihat Lin Feili berjalan di lorong murid istimewa dengan berani. Ia benar-benar tidak takut mati.
Ketika Lin Feili tiba di depan, ia melihat dua murid senior sedang mencatat nama-nama pendaftar. Matanya sedikit menyipit.
"Nona Feili, kita bertemu lagi," sapa Shen Qinchang dengan senyum ramah. Wajahnya yang tampan terlihat semakin menawan saat tersenyum seperti itu.
Zhang Mingxi yang berada di samping Shen Qinchang otomatis juga melihat Lin Feili. Namun, wajahnya tidak sebahagia Shen Qinchang.
"Wanita bodoh! Jika kau ingin ikut ujian, maka berbarislah di belakang," ucap Zhang Mingxi kasar.
Lin Feili menatap sinis Zhang Mingxi. Pria itu benar-benar merusak suasana hatinya. Ia pun menjawab dengan ketus, "Bodoh! Aku masuk pendaftaran murid istimewa."
__ADS_1
Shen Qinchang dan Zhang Mingxi tentu saja tercengang.
"Nona Feili, kau adalah salah satu dari murid yang mendapatkan surat undangan tahun ini?" tanya Shen Qinchang memastikan.
"Benar," Lin Feili mengangguk.
Sekarang, Zhang Mingxi sudah lupa dengan Lin Feili yang menyebutnya bodoh. Walau masalah tentang pendaftaran murid istimewa bukanlah hal asing bagi mereka karena mereka juga mendapatkan hal itu sebelumnya, tapi mereka tak menyangka orang yang tak sengaja mereka temui di perjalanan juga menjadi salah satu murid istimewa tahun ini.
Su Yueru menunggu Lin Feili dipermalukan di depan sana. Namun, ia melihat Lin Feili malah mengobrol dengan dua murid senior.
"Itu adalah senior Shen Qinchang. Dia benar-benar tersenyum pada Lin Feili? Ah, siapa sebenarnya Lin Feili ini?"
"Tak hanya senior Shen Qinchang, bahkan senior Zhang Mingxi yang biasanya acuh tak acuh juga tahu Lin Feili."
"Aku dengar, senior Zhang Mingxi tak pernah peduli dengan orang lain, apalagi seorang wanita. Bahkan, wanita tercantik di Akademi Bintang Jatuh, Lan Yuyan, hanya pernah berbicara beberapa kali dengannya. Ia tak pernah peduli dengan wanita lainnya. Kekuatan macam apa yang dimiliki Lin Feili ini?"
"Aku sangat iri padanya. Jika saja senior Shen Qinchang itu tersenyum padaku, aku pasti pingsan di tempat."
__ADS_1
Bisikan penuh kagum dan iri terdengar jelas. Mereka bahkan lupa mengapa mereka berada di sini.