Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Untung Besar


__ADS_3

Malam berlalu dengan tenang.


Lin Feili berhenti berkultivasi. Ia melakukan sedikit peregangan untuk menyegarkan tubuhnya.


Setelah itu, ia lanjut berburu.


Lin Feili harus segera mencari keberadaan harimau sinar bintang. Dengan begitu, ia bisa menyelesaikan kompetisi dengan cepat.


Namun, yang ia temui sejak tadi hanyalah binatang iblis biasa. Lin Feili sudah mengumpulkan banyak kristal roh sekarang.


"Tuan, kami juga belum bisa menemukan keberadaan harimau sinar bintang," ucap si emas. Ia sudah menggunakan kekuatannya untuk menjangkau aura harimau sinar bintang. Namun, ada sesuatu di hutan ini yang menghalangi kekuatannya untuk mencari harimau itu.


Bahkan, mereka juga tidak bisa menemukan jejak harimau sinar bintang.


Lin Feili tersenyum tipis. Sebenarnya ia ingat di mana keberadaan harimau sinar bintang di dalam novel. Tapi, ia tidak bisa menemukan harimau itu di sana.


Sepertinya harimau itu sudah berpindah tempat.


"Gunung Hong sangat luas. Kita sudah menjelajahi setengahnya. Sebentar bagi kita pasti bisa bertemu dengan harimau sinar bintang," ucap Lin Feili.


Dari banyaknya kultivator yang ikut kompetisi tahun ini, hanya Ye Xuan dan Lin Xue yang mampu membunuh harimau sinar bintang.


Selain mereka, kultivator lain pasti akan membunuh dan mencuri. Lin Feili harus segera pergi dari sini setelah berhasil menjatuhkan harimau itu.


Saat Lin Feili terus bergerak maju, tiba-tiba seseorang muncul di depannya.


Ketika Wu Jiang melihat Lin Feili yang muncul, raut wajahnya langsung berubah kecewa.


Meskipun banyak binatang iblis di Gunung Hong, tapi membunuh mereka satu persatu akan sangat merepotkan. Lebih mudah untuk mencuri dari kultivator lain. Selain menghemat waktu, menghemat tenaga juga.


Namun, yang datang adalah Lin Feili. Sampah seperti itu bisa bertahan sampai hari ini saja sudah merupakan sebuah keajaiban. Bagaimana mungkin ia bisa membunuh binatang iblis dan memiliki kristal roh?


"Serahkan semua kristal roh dan uangmu. Setelah itu aku akan melepaskanmu," ucap Wu Jiang dengan malas. Setidaknya Lin Feili adalah seorang putri. Pasti ia memiliki banyak uang.


"Kenapa?" tanya Lin Feili polos dengan senyum mempesona.


"Kenapa?" Wu Jiang bertanya balik dan tertawa.


"Karena dengan kekuatanku kau hanyalah sampah," jawab Wu Jiang merendahkan.

__ADS_1


"Kau pikir kau siapa? Kau berani bicara omong kosong di depanku?" tanya Lin Feili, kali ini dengan nada dingin.


Melihat Lin Feili yang bertindak sombong, sepertinya ia belum tahu situasinya. Wu Jiang memutar mata malas.


"Apa kau pikir kau akan aman karena kau adalah seorang putri? Ini adalah hutan berburu. Bahkan jika aku membunuhmu tidak akan ada yang tahu," jawab Wu Jiang.


"Kalau begitu aku ingin melihat kemampuanmu," ucap Lin Feili, sekarang ia kembali tersenyum mempesona.


Wu Jiang mengerutkan kening karena merasa Lin Feili sedang mengejeknya. Ia menjawab, "Aku sudah memberimu kesempatan. Jangan salahkan aku kalau bertindak kejam."


Tiba-tiba, terdengar suara lain, "Wu Jiang, karena aku yang menangkapnya, mari kita bagi hasil curian ini."


Wu Jiang membalikkan badan dan melihat seorang pria memakai jubah hitam. Wu Jiang berseru, "Jia Nan!"


Jia Nan tidak terlalu memperhatikan Wu Jiang karena pandangannya sudah tertuju ke Lin Feili. Ia tersenyum jahat.


"Aku tidak menyangka ternyata lawanmu adalah Putri Wu," ucap Jia Nan.


Wu Jiang mengabaikan ejekan Jia Nan, "Setidaknya aku akan mendapatkan kue gratis."


Jia Nan semakin tersenyum lebar, "Kalau begitu, ayo kita bagi setengah-setengah."


Lin Feili sudah bersiap di posisinya dan berkata dengan santai, "Aku akan memberi kalian kesempatan. Jika kalian menghilang dari pandanganku sekarang, aku akan melepaskan kalian."


Wajah Lin Feili yang cantik sudah dipenuhi dengan aura membunuh. Mereka berdua sudah bicara hasil curian di depannya, sama sekali tidak melihat dirinya.


Berani mencuri darinya, artinya mereka sedang sial.


"Hahaha, sampah ini berani bicara begitu angkuh," ucap Jia Nan tertawa terbahak-bahak. Ini adalah lelucon paling lucu yang pernah dia dengar.


"Cepat kita bunuh saja dia. Aku tidak ingin masalah ini berlanjut lebih lama lagi," ucap Wu Jiang.


"Kalau begitu, ayo kita maju!" teriak Jia Nan.


"Tuan, dua orang ini benar-benar arogan," ucap si emas mengamati. Ia berharap dialah yang akan membunuh mereka saat ini juga.


"Karena kalian mengabaikan kesempatan yang sudah aku berikan, maka aku akan mengirim kalian ke neraka," ucap Lin Feili sambil mengangkat tangannya.


"Sombong!" ucap Wu Jiang. Energi kultivasi langsung melonjak ke seluruh tubuhnya. Ia berada di level menengah, tingkat udara.

__ADS_1


"Terima kematianmu!" teriak Wu Jiang dan mengayunkan pedang langsung ke organ vital Lin Feili.


Lin Feili mengerutkan dahi. Wu Jiang benar-benar sangat sombong. Padahal mereka tidak pernah memiliki konflik sebelumnya.


Dalam gerakan Wu Jiang yang cepat, Lin Feili juga menghilang dengan cepat.


"Membunuh tanpa bayangan!" gumam Lin Feili. Di udara, hanya terlihat cahaya perak yang seperti menembus langit. Sosok Lin Feili menghilang dan berpindah tempat.


Itu adalah teknik membunuh yang ia pelajari di kehidupan nyata. Kecepatan membunuh itu tidak dapat dilihat dan tidak ada jejak pembunuhan.


Walau ia berada di dunia dan tubuh yang berbeda, tapi ia masih ahli seperti sebelumnya.


Sedangkan Jia Nan menonton dengan malas. Ia hanya menganggap Lin Feili sedang beruntung.


Namun di detik berikutnya, Jia Nan langsung melotot.


Tidak ada suara adu pedang di udara. Ia hanya bisa mendengar suara jatuh ke tanah. Wu Jiang sudah terkapar di tanah dengan darah yang keluar dari mulutnya.


"A-apa?" Wu Jiang dikalahkan hanya dengan satu gerakan. Ia tak percaya akan mati di tangan Lin Feili.


Melihat Wu Jiang yang tidak lagi bergerak, hati Jia Nan dipenuhi ketakutan, "A-apa ini? Apa yang terjadi?"


"Kau ingin membunuhku, kan?" tanya Lin Feili dengan suara lembut. Namun, suara itu membuat Jia Nan merinding.


Ia dan Wu Jiang berada dalam tingkat yang sama. Artinya, Lin Feili juga bisa membunuhnya dengan mudah.


"Pu-putri Wu, ampuni aku. Aku sudah buta selama ini," ucap Jia Nan memohon belas kasihan.


"Apa kau pikir aku akan melepaskanmu setelah kau mengancam membunuhku? Siapa pun yang menyinggung Lin Feili tidak akan berakhir baik," jawab Lin Feili.


Ia mengayunkan pedangnya sekali lagi. Jia Nan sudah mati tanpa sempat melarikan diri.


Mereka berdua ditangani dengan mudah. Lin Feili segera mengambil saku dimensi mereka dan pergi melanjutkan perjalanannya.


Jika orang lain tidak menyinggungnya, maka ia tidak akan melakukan ini. Ia juga tidak pernah ingin memulai masalah dengan orang lain.


Si hitam dan si emas mengecek kantong dimensi yang diambil Lin Feili. Ada banyak kristal roh di dalamnya.


"Sepertinya ini bukan pertama kalinya mereka mencuri. Hari ini kita untung besar karena bisa mendapatkan banyak kristal roh tanpa membunuh binatang iblis," ucap si hitam.

__ADS_1


Lin Feili menggabungkan semua kristal roh yang sudah ia dapat. Melihat sifat Wu Jiang tadi, Lin Feili takut jumlah kultivator yang sudah ia bunuh tidak sedikit.


__ADS_2