
Lin Feili menggunakan gaun putih panjang. Gaun itu berkibar terkena terpaan angin sejuk, seolah menyatu dengan kepribadiannya yang dingin.
Sinar mentari menyinari tubuhnya. Lin Feili terlihat bersinar dan menenangkan. Kemuliaannya menghangatkan hati orang-orang.
Setiap gerakannya sangat anggun dan hati-hati. Wajahnya seolah diukir sesempurna mungkin oleh sang pencipta. Membuat orang-orang yang melihatnya akan terkagum-kagum.
"Sudah lama tidak melihat Putri Wu. Ia terlihat semakin cantik. Aku benar-benar hanyut dalam pesonanya," ucap seseorang tak bisa menahan ucapannya.
Namun, semua orang setuju dengan ucapan itu. Pria mana yang tidak tertarik dengan kecantikan Lin Feili. Walaupun ia sudah menikah dengan Wu Yanshi, tetap saja Lin Feili selalu menjadi wanita paling diincar di seluruh kekaisaran.
Dulu mereka hanya mendengar tentang Lin Feili yang sampah dan tidak mampu berkultivasi. Tidak ada yang mengenal Lin Feili.
Namun, tiba-tiba ia muncul. Sinarnya begitu cemerlang di antara anak-anak seusianya. Sekarang mereka tahu, seorang sampah yang dulu tidak bisa berkultivasi ternyata memiliki bakat yang sangat luar biasa.
Mendengar bisik-bisik orang-orang, Lin Xue merasa sangat iri dan marah, "Dasar ****** rendahan. Menjadi pusat perhatian tanpa tahu malu!"
Lin Yi juga menatap Lin Feili dengan penuh kebencian. Karena Lin Feili mematahkan lengannya, ia jadi tidak bisa ikut acara panahan kekaisaran.
Awalnya ia ingin membalik keadaan dengan melakukan penampilan terbaik agar kediaman jenderal tidak di olok-olok lagi. Namun, Lin Feili menghancurkan segalanya.
"Kak, kau harus membantuku membalas dendam," ucap Lin Yi. Ia mengepalkan tangannya erat. Matanya menatap tajam ke arah Lin Feili.
"Jangan khawatir, Yu. Kakakmu ini pasti akan membalaskan dendammu," ucap Lin Xue menyeringai kecil. Tak peduli apa pun itu, ia harus membunuh Lin Feili hari ini.
Di bawah mata semua orang, Lin Feili berjalan tenang masuk ke barisan. Baik dia ataupun Wu Yanshi, mereka tak ada yang memiliki hubungan baik dengan kekaisaran.
__ADS_1
"Lin Feili, mengapa Pangeran Wu belum datang? Apakah dia tidak melindungimu? Jangan bilang ia tidak berani datang karena lumpuh," ucap Lin Xue tanpa ragu.
Orang-orang yang ada di sana sudah mengetahui permusuhan ini. Seperti yang diharapkan, pasti akan ada tontonan lagi untuk mereka.
Namun, mereka juga tersadar karena ucapan Lin Xue. Mengapa Wu Yanshi tidak datang? Mengapa hanya Lin Feili yang ada di sini?
Lin Feili menatap Lin Xue dan tersenyum tenang, "Wanita buruk rupa, aku sudah menyuruhmu untuk tidak keluar. Mengapa kau tidak mendengarkanku?"
Ucapan Lin Feili benar-benar menusuk tepat di hati Lin Xue.
Memang benar tidak ada perubahan di wajah Lin Xue. Ia sudah melakukan banyak cara, tapi hasilnya nihil. Ia hanya bisa membiasakan diri.
Sekarang ia sudah terbiasa dengan kondisinya, tapi ucapan Lin Feili benar-benar kejam.
"Lin Feili, wajahku tidak ada hubungannya denganmu!" ucap Lin Xue marah. Ia tak bisa menahan emosi.
Mendengar ucapan Lin Feili, orang-orang menatap aneh ke arah Lin Xue. Apakah Lin Xue juga mengincar Wu Yanshi?
Dulu saat Lin Feili akan menikah dengan Ye Xuan, Lin Xue juga merebutnya dari Lin Feili. Apakah hal seperti itu akan terulang lagi untuk kedua kalinya?
Menyadari perubahan tatapan orang-orang kepadanya, Lin Xue segera menyangkal, "Tidak mungkin! Aku tidak tertarik dengan Wu Yanshi!"
"Lalu mengapa kau bertanya tentang Wu Yanshi?" tanya Lin Feili acuh. Wajahnya datar dan tenang sejak awal. Tidak seperti Lin Xue yang sudah memerah karena marah.
Orang-orang di sana merasa sedikit prihatin dengan Lin Xue. Ternyata ia tetap tidak bisa menghadapi Lin Feili. Walau ia yang memulai pertengkaran ini, tapi akhirnya Lin Feili lah yang mendominasi.
__ADS_1
Wajah marah Lin Xue terlihat semakin jelek, sangat jauh dibandingkan Lin Feili yang tenang dan anggun.
Lin Xue semakin marah melihat tatapan orang-orang ke arahnya. Ia selalu ingin mempermalukan Lin Feili di depan banyak orang tapi tidak pernah berhasil.
Keadaan selalu berbalik.
"Kakak, jangan dengarkan omong kosongnya. Kita masih punya banyak waktu untuk membuat sampah itu kehilangan muka!" ucap Lin Yi ikut mengejek. Ia tidak ingin Lin Xue merasa canggung.
Lin Xue mengangguk. Ia hanya tinggal menunggu sampai acara panahan kekaisaran berakhir. Dengan begitu, ia bisa membuat Lin Feili menunduk memohon ampun padanya.
Lin Feili menyeringai ke arah Lin Yi yang menatapnya jijik, "Kau sudah kalah dariku. Lalu kau bisa melakukan apa lagi selain menangis?"
Lin Yi memelotot marah. Ucapan Lin Feili benar-benar tepat sasaran. Sejak kecil, ia tak pernah memerhatikan Lin Feili. Ia bahkan tak menganggap Lin Feili ada.
Namun, keadaan berbalik total. Sekarang Lin Feili menginjak-injak dirinya. Ia dikalahkan oleh sampah, bukankah artinya ia lebih buruk dari sampah?
"Lin Feili, pertarungan terakhir kau menggunakan banyak trik. Kali ini, kau tak bisa melakukan apa pun. Kau akan mati dengan mengenaskan!" ucap Lin Yi marah sambil mengatupkan gigi. Ia sangat menyesal tak membunuh Lin Feili saat itu juga.
Para penonton sangat cemas. Hubungan Lin Feili dan keluarganya benar-benar tak bisa diperbaiki lagi.
Sementara orang-orang itu berbicara, Kaisar, Permaisuri, dan Putra Mahkota berjalan perlahan, menarik perhatian semua orang.
Mereka tetap diam sampai melihat Kaisar dan Permaisuri duduk, "Hari ini adalah acara panahan kekaisaran. Aku harap kalian bisa melakukan yang terbaik."
Kultivasi adalah hal paling penting di Kekaisaran Aglea. Generasi muda sekarang kemungkinan besar akan menjadi penopang kekaisarannya nanti. Karena itu, Kaisar sangat menghargai mereka.
__ADS_1
Wajah para generasi muda bersinar cerah. Ini adalah acara panahan kekaisaran. Jika mereka melakukan yang terbaik dan berhasil menarik perhatian kaisar, pasti masa depan mereka akan cerah.