
Su Yueru memerhatikan dengan penuh kecemburuan. Ia tak menyangka Lin Feili begitu ambisius, bahkan ia sudah berteman dengan 2 senior terkenal di Akademi Bintang Jatuh.
Namun meskipun begitu, tetap saja Lin Feili tak bisa memotong antrian.
"Aku tahu itu! Lin Feili memang benar-benar tidak sederhana," ucap Dai Jia dengan mata melebar.
Lin Feili berpura-pura mengeluarkan surat undangan dari kantong dimensinya. Padahal sebenarnya, ia mengambil surat itu dari Cincin Horacio.
Keberadaan Cincin Horacio tak boleh diketahui siapapun. Jadi, dia memanipulasinya dengan kantong dimensi. Orang-orang yang melihat dari luar akan berpikir Lin Feili menyimpan barang di kantong dimensi. Padahal sebenarnya, ia menyimpannya di Cincin Horacio.
Menggunakan kantong dimensi tak seefektif Cincin Horacio karena kantong itu bisa hilang. Sedangkan Cincin Horacio sudah menjadikannya tuan. Kalaupun cincin itu diambil orang, ia akan tetap mengenali tuannya.
Lin Feili mengeluarkan surat undangan itu dan sekilas, Shen Qinchang dan Zhang Mingxi langsung mengenalinya. Itu memang surat undangan dari Akademi Bintang Jatuh.
Li Yayun dan Zhe Jiyin pun keluar dari akademi. Tahun ini, hanya ada dua murid pendaftaran istimewa. Jadi, mereka juga akan menyambut murid-murid itu.
Baru saja selangkah keluar, mereka sudah bisa menemukan Lin Feili. Lagipula, sosok Lin Feili sangat mudah ditemukan dengan gaun putihnya. Ia terlalu mencolok untuk tak bisa dikenali.
__ADS_1
"Lin Feili, kau sudah datang," ucap Zhe Jiyin tersenyum.
Lin Feili tersenyum dan memberi hormat, "Lin Feili memberi hormat kepada dua guru."
Li Yayun membantu Lin Feili berdiri. Melihat Lin Feili mau datang ke akademi saja sudah membuatnya bahagia.
"Kau semakin kuat," imbuh Li Yayun.
Lin Feili tersenyum kecil, "Aku tidak sengaja menerobos."
"Karena kau sudah datang, bereskan dulu barangmu di kamar. Setelah itu, kau bisa berkeliling dan melihat-lihat apakah kau masih membutuhkan sesuatu. Kau juga bisa datang untuk menonton ujian nanti," jelas Zhe Jiyin.
"Shen Qinchang, temani Lin Feili ke dalam," lanjut Zhe Jiyin.
"Baik, Guru," jawab Shen Qinchang dengan senyum lebar.
Lin Feili kembali membungkuk dan memberi hormat sebelum dia dan Shen Qinchang masuk ke dalam akademi.
__ADS_1
Saat Su Yueru dan yang lainnya sedang menunggu pertunjukan menarik, mereka malah dibuat terkejut. Ternyata Lin Feili benar-benar bisa langsung masuk dan tidak perlu antri.
"Su Yueru, kau lihat, kan? Lin Feili baru saja masuk lewat jalur murid istimewa!" kata Dai Jia dengan bangganya. Ia tak sabar menunggu reaksi Su Yueru.
Murid lain yang mendaftar juga memerhatikan ini. Lin Feili memang murid istimewa. Selain itu, ia juga diantar langsung oleh Shen Qinchang.
Hal ini membuat mereka sadar jika Lin Feili memang berada jauh di atas mereka dan tak tergapai.
*
"Ini adalah tempat tinggal kita. Tempat di mana murid istimewa tinggal," ucap Shen Qinchang menunjuk ke sebuah bangunan merah.
Bangunan itu terlihat sangat mewah. Sangat berbeda jauh dibandingkan tempat tinggal murid biasa. Setiap kamar di sini juga lebih besar.
"Murid istimewa di sini tidak terlalu banyak. Jadi, kita semua tinggal di sini. Jika kau butuh sesuatu, panggil saja aku. Aku ada di lantai 3. Cari saja kamar yang tergantung namaku. Oh, ya, Zhang Mingxi juga tinggal di lantai 3," jelas Shen Qinchang panjang lebar.
"Terima kasih, senior," ucap Lin Feili dengan tulus. Keberadaan Shen Qinchang benar-benar banyak membantunya.
__ADS_1