Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Menolak Kesempatan


__ADS_3

Dari awal Lin Feili menantang pertarungan hidup dan mati, ia sudah punya rencana sendiri. Namun, tak ada satupun yang menyadari hal itu.


Wajah Wang Tao tak dapat dikondisikan lagi. Ia sudah merasa ada yang tidak beres sejak awal. Tidak mungkin kekuatan Lin Feili lebih lemah dari Li Mei jika dia berani mengajak pertarungan hidup dan mati.


Sayangnya, Li Mei tak mau mendengarkan nasehatnya.


Sekarang Wang Tao mengerti mengapa Lin Feili bisa mendapatkan undangan dari Akademi Bintang Jatuh.


Lin Feili menyeringai dengan puas. Ia mengangkat tangan dan meninju perut Li Mei sekali lagi sambil berkata dengan tegas, "Mati!"


Li Mei semakin bergetar hebat melihat aura membunuh Lin Feili yang begitu kuat. Ia tak berdaya sekarang.


"Berani sekali kau!" teriak Li Xiaolong menginterupsi. Ia tak menyangka keadaannya akan menjadi seperti ini. Bagaimana pun, ia tak akan membiarkan Lin Feili membunuh Li Mei.


Lin Feili mengangkat wajahnya dan menatap Li Xiaolong dengan tajam saat mendengar kata-katanya. Aura membunuh Lin Feili semakin kuat.

__ADS_1


Ia mengabaikan ucapan Li Xiaolong dan meninju bagian vital Li Mei dengan kekuatan besar.


Li Xiaolong yang melihat itu begitu terkejut. Ia pikir Lin Feili akan berhenti setelah ia berteriak seperti itu. Namun tak diduga, Lin Feili malah semakin brutal.


Li Xiaolong ingin melompat dan menolong Li Mei, tapi dia sudah terlambat. Li Mei terpental ke tanah dengan suara yang sangat keras sampai menciptakan debu pasir yang tebal.


Li Mei menatap sosok putih Lin Feili yang berada di atas panggung. Ada sedikit rasa penyesalan di hatinya. Tak pernah terbayangkan oleh Li Mei jika dia akan mati di tangan sampah seperti Lin Feili.


"Uhuk!"


Ia akan segera mati.


Wang Tao dan Li Xiaolong segera berlari menghampiri Li Mei, "Li Mei, apa kau masih bisa mendengarku? Apa kau masih bisa bertahan?"


Li Xiaolong memeluk tubuh Li Mei dengan erat.

__ADS_1


Li Mei menggeleng dan menjawab dengan lemah, "A-ayah, balaskan dendamku."


Setelah mengatakan itu, suara Li Mei tercekat. Napasnya berhenti di tenggorokan dan dia tak bersuara lagi.


Melihat keadaan Li Mei, wajah Li Xiaolong memerah dan tubuhnya bergetar hebat. Ia mengangkat kepala dan memberi tatapan membunuh ke arah Lin Feili.


"Lin Feili, kau telah membunuh Li Mei! Jangan harap aku akan melepaskanmu!" teriak Li Xiaolong dengan emosi yang tak tertahankan lagi.


Li Mei adalah anak kesayangannya. Li Mei lah yang mengangkat derajat keluarga mereka dengan kekuatannya. Menyaksikan Li Mei mati di depan matanya dan melihat pembunuh Li Mei bisa berdiri dengan tenang, tentu saja Li Xiaolong tak akan berdiam diri.


"Li Mei sudah menerima tantangan. Ia dengan sadar mau bertarung hidup dan mati denganku. Tentu saja salah satu harus mati dan satu lagi harus hidup. Mengapa? Kau tidak tahu aturan itu? Atau hasil akhir ini tidak sesuai dengan ekspektasimu?" tanya Lin Feili terkekeh kecil dengan nada mengejek.


"Lagipula, aku sudah memberikan kalian kesempatan, tapi kalian sendiri yang menolak kesempatan itu. Sekarang, kau malah menyalahkanku atas kejadian ini. Konyol!" tegas Lin Feili. Tak ada lagi nada mengejek dalam ucapannya, melainkan aura dingin yang merambat ke nadi seluruh orang.


Orang-orang di sana setuju dengan Lin Feili. Mereka sendiri telah melihat jika Li Xiaolong dan Li Mei menolak kesempatan yang diberikan oleh Lin Feili.

__ADS_1


"Walaupun kau dan Li Mei saling memiliki dendam, tapi kau tetap tak perlu sampai membunuh Li Mei!" seru Li Xiaolong yang masih tidak terima dengan kematian putrinya.


__ADS_2