
"Tuan, sepertinya Wu Yanshi hanya mengkhawatirkanmu. Lebih baik biarkan dia ikut," ucap si hitam memberi nasehat.
Saat ini, Lin Feili sudah berada di tahap akhir pemula dan akan memasuki tahap awal menengah. Itu sudah bisa dianggap cukup baik jika dibandingkan orang-orang seumurannya.
Namun, di dunia ini masih ada binatang iblis. Mereka bisa bergerak bebas di hutan. Jika Lin Feili sedang sial dan bertemu binatang iblis yang kuat, maka hidupnya akan terancam.
Si emas juga ikut menganggukkan kepalanya, "Wu Yanshi ini hanya tidak ingin berpisah dengan Tuan. Tidak ada salahnya juga dia ikut."
Lin Feili menghela napas tidak berdaya. Si hitam dan si emas memang benar. Tak ada salahnya membawa Wu Yanshi.
Berdasarkan novel yang Lin Feili baca, di dunia ini memang masih ada binatang iblis. Ia tahu hal itu saat acara panahan kekaisaran. Ada beberapa binatang iblis yang harus dihadapi.
Binatang iblis itu juga bisa berkultivasi. Dibandingkan fisik manusia yang lemah, fisik mereka jauh lebih kuat. Bahkan, manusia sering sekali kalah jika melawan binatang iblis.
Selain itu, perkembangbiakan binatang iblis juga jauh lebih cepat daripada manusia. Namun, mereka memiliki satu kelemahan. Pada umumnya mereka tidak pintar.
Binatang iblis hanya mengandalkan kekuatan, sedangkan manusia bisa mengandalkan akal mereka.
Bagi manusia, binatang iblis adalah harta yang berharga. Dari kulit, kepala, mata, dan seluruh bagian binatang iblis sampai ujung kaki dapat menjadi bahan pil dan senjata-senjata.
Karena itu, ada beberapa kultivator yang mata pencahariannya adalah berburu binatang iblis. Mereka menjual tubuh binatang iblis itu untuk mendapatkan uang.
Setelah diputuskan, Wu Yanshi pun akhirnya ikut.
Mereka bergerak cepat. Semakin cepat Lin Feili berkultivasi, maka semakin baik. Setelah memerintahkan beberapa orang, Wu Yanshi dan Lin Feili pun pergi meninggalkan kota kekaisaran dengan kereta kuda.
*
Berita kepergian Pangeran Wu dan Putri Wu yang sedang berjalan-jalan bocor.
Orang-orang semakin iri melihat pasangan itu. Mereka sudah dibuat kagum melihat bagaimana Wu Yanshi begitu melindungi Lin Feili.
Walaupun lumpuh, ia masih sangat disukai banyak orang. Wajahnya yang tampan benar-benar tak tertandingi.
Mendengarkan berita itu, Lin Xue mengepalkan tangannya erat. Dugaannya benar. Wu Yanshi benar-benar memanjakan Lin Feili.
Namun, ia tak mengerti mengapa Wu Yanshi begitu menyayangi Lin Feili. Padahal, ia hanya sampah yang pertunangannya sudah batal.
Tapi, keadaan di kediaman Keluarga Wei lebih kacau. Teriakan terdengar dari arah kamar Wei Yue. Ini pertama kalinya Wei Chu dan istrinya, Du Wenyin mendengar Wei Yue berteriak seperti itu.
__ADS_1
Mereka segera berlari ke sana dengan cemas. Kemarin, Wei Yue pulang dengan keadaan hati yang semakin buruk. Tak ada yang bisa menghiburnya.
Wei Chu pun membenci Wu Yanshi, tapi ia masih bisa menahan diri. Namun, Wei Yue begitu ceroboh bertemu dengannya dan malah berdebat. Padahal Wei Chu sedang menunggu kesempatan yang tepat untuk menjatuhkannya.
Pagi ini Wei Yue berteriak seperti itu. Apa ada lagi yang terjadi?
Saat Wei Yue akan tidur tadi malam, ia merasa wajahnya sedikit gatal. Namun, ia tak terlalu memikirkannya dan hanya menggaruknya seperti biasa.
Namun, saat bangun pagi dan melihat ke cermin, ternyata di seluruh wajahnya telah muncul bintik-bintik merah. Itu membuat wajah aslinya yang cantik menjadi jelek.
Tak peduli bagaimanapun ia mencuci dan membersihkannya, bintik-bintik itu tetap tidak hilang, seolah sudah berakar di kulit wajahnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana wajahku bisa menjadi seperti ini dalam semalam?" ucap Wei Yue memegangi wajahnya dengan ketakutan. Wei Yue gemetar dan tidak percaya bahwa ini bukanlah mimpi.
Saat Wei Chu dan Du Wenyin masuk ke dalam kamar Wei Yue, keadaan kamar itu sudah berantakan dan para pelayan hanya bisa diam menunduk.
"Yue, apa yang terjadi padamu?" tanya Du Wenyin cemas. Mereka selalu memanjakan Wei Yue dan dia tidak pernah kekurangan apapun. Ia tak mungkin berteriak jika tidak ada yang memprovokasinya.
"Ibu," Wei Yue membalikkan tubuhnya menatap ibunya.
Du Wenyin semakin khawatir melihat wajah Wei Yue yang penuh air mata. Namun, setelah ia melihat lebih jelas, ia menyadari ada bintik-bintik merah di wajahnya.
"Yue, apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Du Wenyin panik.
Ia teringat dengan ucapan Lin Feili kemarin. Sebelum ia benar-benar menikah, apapun masih bisa terjadi padanya. Dengan wajahnya yang seperti ini, bagaimana mungkin Putra Mahkota masih ingin menikahinya?
Wei Chu juga panik. Sebentar lagi putrinya akan menjadi Putri Mahkota. Namun jika penampilannya seperti ini, sepertinya akan mustahil.
"Cepat carikan dokter!" teriak Wei Chu pada para pelayan yang ada di sana.
"Baik," salah satu pelayan segera pergi mencari dokter.
Wei Chu dan Du Wenyin dengan hati-hati memeriksa wajah Wei Yue yang penuh bintik-bintik. Orang yang melihat ini akan langsung merasa jijik padanya.
"Bagaimana mungkin tidak ada yang terjadi padamu tapi wajahmu menjadi seperti ini?" Du Wenyin bertanya-tanya bingung. Hari pernikahan Wei Yue dan Ye Xuan tidak lama lagi.
"Siapa yang terakhir kali kau temui kemarin atau hari ini?" tanya Wei Chu.
Wei Yue menjawab sambil menangis, "Tidak ada yang lain ... hanya beberapa perdebatan dengan Lin Feili ... selain itu tidak ada."
__ADS_1
Wajah Wei Chu berubah, "Jangan-jangan semua ini ada hubungannya dengan Lin Feili?"
Saat wajah Lin Xue rusak dan kepalanya botak, tak ada yang tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Namun, orang-orang hanya tahu dendam antara Lin Feili dan Lin Xue.
Dulu, hidup Wei Yue selalu tenang dan damai. Sejak ia memiliki masalah dengan Lin Feili, hal ini terjadi padanya. Itu terlalu kebetulan.
Wei Yue tak pernah memikirkan hal itu. Namun, ia menganggap ini sebuah kesempatan untuk menjatuhkan kesalahan pada Lin Feili.
"Ayah, ini pasti ulah Lin Feili! Ayah, bantu aku mencari keadilan!" ucap Wei Yue berkali-kali mengangguk.
"Percayalah, jika memang Lin Feili yang menyebabkan semua ini, aku pasti akan membuatnya membayar harganya," ucap Wei Chu menggertakkan gigi.
Tak lama, dokter pun datang.
Ia langsung memeriksa wajah Wei Yue. Namun, dengan cepat ia menggelengkan kepala, "Aku benar-benar minta maaf. Namun, kasus bintik-bintik di wajah Nona Wei baru kali ini aku mengetahuinya."
"Sama sekali tidak ada solusi?" tanya Wei Chu. Ia merasa sangat putus asa. Jika begini, bagaimana ia bisa bertemu orang-orang?
"Menurutku, kondisi ini hanya bisa disembuhkan oleh Nona Lin dari Rumah Sakit Dokter Dewata. Jika dokter lain yang menyembuhkannya, peluangnya sangat kecil," jawab dokter itu memberikan saran.
Wajah ketiga orang itu langsung datar. Padahal mereka curiga ini adalah perbuatan Lin Feili. Namun, mereka harus meminta tolong padanya sekarang?
Setelah dokter itu pergi, Wei Chu memanggil dokter lainnya untuk memeriksa. Namun, jawaban mereka selalu sama dengan dokter yang pertama.
Selain Lin Feili, tak ada lagi yang bisa menyembuhkannya.
"Suamiku, sepertinya kita harus mencoba meminta bantuan Lin Feili. Aku yakin Lin Feili akan memberi kita wajah," ucap Du Wenyin merenung.
Wei Yue segera protes, "Meminta bantuan pada wanita itu? Jangan harap!"
Tadinya ia ingin menghancurkan Lin Feili dengan masalah ini. Jika ia meminta bantuan Lin Feili, tak ada lagi kesempatannya untuk menghancurkan Lin Feili.
Du Wenyin mencoba menjelaskan dengan lembut pada putrinya, "Yue, Lin Feili tak begitu penting sampai bisa membuatmu marah. Ingat ini. Jika kau sudah menjadi Putri Mahkota nanti, kau akan bisa berurusan dengannya sepuas hatimu."
Wei Chu mengangguk, "Ucapan ibumu benar. Kita harus melakukannya."
Melihat keputusan tegas orang tuanya, Wei Yue mau tidak mau setuju. Yang paling penting sekarang adalah wajahnya.
Setelah Wei Chu mengirim seseorang untuk membuat janji dengan Lin Feili, mereka baru tahu jika Rumah Sakit Dokter Dewata ditutup sementara karena Pangeran Wu dan Putri Wu sedang berjalan-jalan.
__ADS_1
Wei Chu pun mengirim beberapa orang ke istana Pangeran Wu untuk menanyakan di mana mereka dan kapan mereka akan pulang. Namun, para pelayan dan penjaga tidak ada yang tahu hal ini.
Kabar ini membuat Keluarga Wei syok. Lin Feili pergi di saat genting seperti ini. Apakah benar-benar tidak ada solusi lagi untuk wajah Wei Yue?