
Teriakan Lin Feili menggema keras. Ia mengayunkan pedang ke arah cambuk dan menghentakkannya dengan keras.
Bang!
Pedang mengeluarkan cahaya silau dan memotong cambuk menjadi dua, menghilangkan seluruh bayangan ular yang terbentuk.
Li Mei membelalak. Teknik bayangan lilitan ular miliknya adalah teknik tingkat menengah. Teknik yang baru saja digunakan Lin Feili juga teknik tingkat menengah.
Namun, bagaimana mungkin tekniknya bisa dipatahkan begitu saja? Apakah artinya kekuatan Lin Feili lebih besar darinya?
Kekuatan kultivasi tidak hanya bergantung pada seberapa besar energi kultivasi, tapi juga berdasarkan keterampilan bertarung.
Li Mei sudah merasa sangat bangga dengan teknik bayangan lilitan ular miliknya. Ia tak menyangka Lin Feili bisa menghancurkannya dengan mudah.
Lin Feili menatap Li Mei dengan penuh ejekan. Ia mengabaikan keterkejutan Li Mei dan terus menyerang. Lagipula, ia sudah memberi kesempatan pada Li Mei. Namun, karena Li Mei menolak, tentu saja pertarungan hidup dan mati ini harus terus berjalan.
Sekarang, Li Mei tak bisa sombong lagi. Wajahnya pucat sekarang. Jika ia tak punya senjata, bagaimana bisa ia mengalahkan Lin Feili?
"Tunggu, tunggu! Aku tidak punya senjata. Ini tidak adil. Pertarungan harus dihentikan," ucap Li Mei dengan panik sambil terus mundur ke belakang menghindari serangan Lin Feili.
__ADS_1
Lin Feili menatapnya dengan penuh ejekan dan berkata, "Kau sudah berada di Akademi Bintang Jatuh selama setahun, tapi kau malah mau mati konyol dengan menerima pertarungan hidup dan mati."
Orang-orang tertawa mendengar ucapan Lin Feili.
"Kau kehilangan senjata karena lemah! Musuhmu yang mematahkan senjatamu, tapi kau masih bilang ini tidak adil? Jika kau tak cukup kuat, jangan berpikir bisa mengalahkanku," ucap Lin Feili angkuh.
Lagi-lagi, semua orang setuju dengan Lin Feili. Ini bukanlah pertarungan biasa dan kekuatan Li Mei cukup kuat. Ia tak layak merengek seperti anak kecil karena tak punya senjata.
"Tapi, karena aku adalah orang yang adil, maka aku tak akan menggunakan senjataku juga. Aku akan membunuhmu dengan tangan kosong agar kau bisa mati dengan tenang," Lin Feili menyeringai dan menyimpan pedangnya.
Walau sekarang ia tangan kosong, Lin Feili tak mengendurkan kekuatannya. Ia tetap mengepalkan tangan dan mengisinya dengan kekuatan roh, lalu menyerang Li Mei bertubi-tubi.
Melihat Lin Feili menurunkan senjatanya, Li Mei bisa sedikit lebih tenang. Jika sudah begini, bagaimana mungkin ia tak bisa mengalahkan Lin Feili?
Bugh!
Semua orang terkejut melihat Lin Feili tak menghindar. Ia malah menerima serangan itu dan menghadapi Li Mei secata langsung.
Li Mei merasa terhina dan semakin mendidih karena marah. Ia lanjut menyerang Lin Feili dengan brutal.
__ADS_1
Boomm!
Para penonton menarik napas berat. Mereka tak berkedip karena takut ketinggalan pertunjukan menarik.
"Suara itu begitu menggelegar. Aku sangat penasaran siapa yang menang!"
"Kultivasi Li Mei lebih tinggi daripada Lin Feili. Sudah jelas yang menang adalah Li Mei!"
"Putri Wu terlalu naif. Jika saja ia tak membuang senjatanya, pasti dia bisa menang."
Li Mei menatap Lin Feili yang terlihat sangat jauh, tak bisa terjangkau olehnya. Wajahnya yang tadi pucat semakin pucat lagi. Mata hitamnya berkedip-kedip lemah.
"K-kau ...," gumam Li Mei lemah.
Li Mei linglung. Wajahnya seputih salju sekarang, sangat pucat. Tiba-tiba, ia merasakan kekuatan hebat keluar dari perutnya. Seluruh organ dalam tubuhnya meledak!
Ia tak bisa memercayai hal ini. Ia benar-benar kalah?
Kemudian, Li Mei memuntahkan seteguk darah dan tubuhnya terjatuh ke tanah.
__ADS_1
Orang-orang melihat satu tangan Lin Feili meninju Li Mei dan satu tangannya lagi memegang tinju Li Mei yang berjarak satu sentimeter dari perutnya.
Lin Feili tak terluka sama sekali!