Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Pembunuh Tak Terduga


__ADS_3

"Aku akan memberitahumu! Aku akan memberitahumu semuanya! Tapi tolong lepaskan aku!" teriak Bai You semakin kuat. Namun, sekarang ia kehabisan tenaga dan tubuhnya terjatuh ke lantai.


"Katakan," ucap Lin Feili, membuka matanya yang sedingin es.


"Orang yang menyuruhku adalah Nyonya Kediaman Jenderal Lin. Nyonya Wei Luxi," jawab Bai You jujur.


Lin Feili sedikit terkejut. Ia pikir Li Xiaolong yang mengirim Bai You, tapi ternyata malah Wei Luxi.


Wei Luxi benar-benar melangkah terlalu jauh.


Lin Feili berpikir, Kediaman Jenderal tak ada hubungannya lagi dengan hal ini, tapi pikirannya salah.


"Karena aku sudah tak membutuhkanmu lagi, maka kau mati saja!" ucap Lin Feili sambil menghunuskan pedang ke tubuh Bai You.


Karena Bai You bisa membunuh orang lain, maka orang lain juga bisa membunuhnya. Jika dia melakukannya demi uang, maka ia harus siap dibunuh.


"Tuan, Wei Luxi ini benar-benar menjengkelkan," ucap si emas yang tak bisa menyembunyikan wajah marahnya. Wei Luxi begitu bodoh. Tuannya telah memberikannya kesempatan, tapi dia malah membuat masalah lagi.


Lin Feili mengerutkan kening. Sepertinya, pelajaran untuk Wei Luxi masih kurang.

__ADS_1


Wei Luxi tak pernah baik di matanya. Sejak pertama kali tokohnya muncul di dalam novel, kebaikan-kebaikan hatinya hanyalah kemunafikan. Ia selalu jahat dengan tokoh Lin Feili sejak kecil. Tidak hanya kepada Lin Feili , tapi ia juga sangat jahat pada ibu Lin Feili, yaitu Zhao Sese. Hatinya lebih ganas dan kejam dari siapapun.


"Tuan, kau harus menyerahkan masalah kali ini kepada kami. Sejak kita berada di sini, kami belum pernah menunjukkan diri," ucap si hitam memberi saran.


Mendengar hal itu, Lin Feili terdiam sejenak. Sebenarnya ia tidak ingin melakukan hal ini, tapi jika terus menerus dibiarkan, maka Wei Luxi tak akan berhenti dan semakin menjadi.


Akhirnya, Lin Feili pun mengangguk menyetujui saran si hitam, "Baiklah. Masalah kali ini ku serahkan kepada kalian."


Melihat persetujuan Lin Feili, wajah si hitam dan si emas langsung sumringah. Mereka pun pergi ke Kediaman Jenderal dengan segera.


*


Ia menyewa pembunuh bayaran dengan kultivasi tahap akhir. Seharusnya, berurusan dengan Lin Feili bukanlah masalah besar.


Hanya dengan kematian Lin Feili maka Wei Luxi baru bisa hidup tenang dan kebenciannya hilang.


Dulu, ia sangat sangat membenci Zhao Sese sampai rasanya ingin mati. Sekarang, anaknya Zhao Sese membunuh putrinya. Baginya ibu dan anak itu sangat terkutuk dan dia akan selalu membencinya.


Namun, semakin lama menunggu, Wei Luxi semakin tidak tenang, "Di mana dia sebenarnya? Kenapa belum juga datang?"

__ADS_1


"Apa kau sedang menunggu pembunuh bayaran?" tanya sebuah suara menggema di dalam kamar Wei Luxi.


Ia mendongak ke atas dan mencari ke sekitar sumber suara itu, tapi di ruangan tersebut kosong. Tidak ada siapapun selain dirinya sendiri.


"Wanita sialan! Berani sekali kau ingin membunuh tuan kami!" ucap sebuah suara lagi, tapi kali ini tidak hanya suara kosong.


Di depan Wei Luxi tiba-tiba muncul dua buah benda berbulu, yang satu berwarna hitam dan satu lagi berwarna emas.


Wei Luxi begitu terkejut hingga membeku sejenak. Dalam kondisi seperti ini, ia langsung bisa menebak identitas mereka.


"Apakah kalian dikirim oleh Lin Feili? Dia tidak mati?" tanya Wei Luxi dengan suara bergetar. Ia mundur ketakutan.


"Kau pikir seorang pembunuh cukup untuk berurusan dengan tuanku? Jangan bermimpi! Banyak pembunuh sekalipun bisa dia taklukkan!" jawab si emas.


"Kau tidak perlu banyak omong kosong lagi, nenek tua! Ayo kita bunuh saja dia!" ucap si hitam tidak sabar. Ia terlalu malas mendengar omong kosong dari Wei Luxi.


Seketika, seberkas sinar yang sangat terang memenuhi ruangan. Sinar tersebut berasal dari energi roh si hitam. Dengan energi roh itu, Wei Luxi di lempar ke luar hingga menghantam dinding dengan sangat keras.


Wei Luxi terjatuh. Seketika, keadaan sunyi dan senyap.

__ADS_1


__ADS_2