Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Kesempatan


__ADS_3

Melihat kepercayaan diri Lin Feili, Pong Wenbin menjadi tenang. Lagipula, ia tahu kekuatan bertarung Lin Feili. Karena Lin Feili sudah memutuskannya, maka ia hanya bisa mendukungnya.


"Ternyata kau berani muncul," suara yang penuh kebencian terdengar dari arah kerumunan. Tak perlu diragukan lagi, itu adalah Li Mei.


Di bawah tatapan penonton, Lin Feili menatap Li Mei yang berada di seberang panggung. Kali ini, ia memakai gaun merah lagi, seolah ingin menunjukkan keganasannya.


Melihatnya berdiri di sana membuat orang-orang merasakan betapa kental aura membunuhnya. Tak lupa juga dengan kesombongan dirinya.


"Apa kau pikir aku pengecut sepertimu?" balas Lin Feili dengan acuh tak acuh. Suaranya tidak setajam dan seganas Li Mei, tapi ucapannya mampu membuatmu terbunuh tepat saat itu juga.


"Lin Feili, kau tak akan menyesal sebelum kau mati! Bahkan sekarang, kau masih berlagak sombong. Apa kau tidak menyadari kau adalah ayam yang akan segera ku potong?" Li Mei menertawakannya.


Ia pikir Lin Feili akan berubah pikiran dan menganggap hal ini lelucon bodoh setelah lewat satu malam. Namun kelihatannya, Lin Feili tidak berubah sama sekali.


"Kita bahkan belum bertarung. Bagaimana bisa kau langsung mengatakan aku akan kalah?" Lin Feili menanggapi dengan santai. Ia terlihat ceroboh di luar, padahal persiapan Lin Feili lebih matang dari siapapun.


Li Xiaolong, ayah dari Li Mei, menilai penampilan Lin Feili dengan tenang. Ketika ia mendengar tentang pertempuran hidup dan mati antara mereka, sebenarnya ia tak ingin terlalu ikut campur. Anak muda selalu memiliki banyak masalah yang tidak bisa diikuti oleh generasi tua.


Namun, situasi ini lebih rumit karena merupakan pertarungan hidup dan mati di mana menyangkut nyawa manusia. Jika Lin Feili hanya orang biasa, Li Xiaolong tidak akan peduli. Namun, identitas Lin Feili sangat sensitif.


Ia merupakan Putri Wu, Dokter Jenius, orang yang diundang oleh Akademi Bintang Jatuh, ditambah lagi, ayahnya adalah seorang jenderal, Lin Changkong. Dukungan untuknya terlalu kuat untuk dihadapi.


Walau Lin Changkong dan Lin Feili tak pernah memiliki hubungan baik, tapi sejak kematian Lin Xue, Lin Feili lah yang paling menonjol dari Kediaman Jenderal.


Dia yakin, Lin Changkong akan memedulikan generasi yang kuat seperti Lin Feili. Ia pasti mengesampingkan sikapnya sebelumnya dan menjadi lebih baik pada Lin Feili. Bagaimanapun, tak ada yang ingin menyia-nyiakan anak jenius dari generasi sendiri.


Andai saja Lin Feili tak menyembunyikan kekuatannya, pasti kondisinya tak akan serumit ini.


"Lin Feili, apakah kemarin kau sengaja membuat masalah dengan Li Mei saat ia menawar pil aliran darah?" tanya Li Xiaolong dengan suara tenang dan pelan.

__ADS_1


Hal ini yang paling membuatnya jengkel. Jika saja Lin Feili tak mengganggu Li Mei, ia pasti bisa mendapatkan pil aliran darah itu.


Pil aliran darah sangat langka. Kalau Li Mei meminum pil itu, pasti kekuatannya akan meningkat drastis sekarang dan dia bisa lebih menonjol di Akademi Bintang Jatuh.


Namun, Lin Feili menghancurkan segalanya.


"Tuan Li, aku hanya menawar. Di pelelangan, orang yang menawar lebih tinggi maka akan mendapatkan barang itu. Li Mei tidak menawar lebih tinggi dariku. Tentu saja dia kalah. Lalu mengapa Anda mengatakan aku sengaja membuat Li Mei dalam masalah? Tuan Li, aku tak memahami jalan pikiran Anda," Lin Feili tersenyum kaku dan menjawab dengan tenang.


"Kau menaikkan 1 koin emas. Bukankah itu namanya kau sengaja memprovokasi?" tanya Li Xiaolong lagi dengan nada ancaman yang terdengar lebih jelas.


Lin Feili mengangkat alis dan suaranya menjadi lebih dingin. Ia tak gentar sama sekali dengan ancaman Li Xiaolong.


"Jadi, Anda ingin tahu alasanku melakukan itu? Kalau begitu, Anda harusnya bertanya pada putri Anda sendiri," kata Lin Feili dingin.


Orang yang mendengar ucapan Lin Feili pun mengangguk setuju. Memang Li Mei yang lebih dulu memancing masalah karena kemarin ia mengganggu teman Lin Feili dalam pelelangan.


Hanya saja, cara Lin Feili lebih kejam darinya. Menaikkan satu koin emas adalah cara yang tidak pernah mereka pikirkan.


"Mimpi!" tolak Lin Feili mentah-mentah, seolah ia tak mempertimbangkannya sama sekali, bahkan tak memberi Li Xiaolong muka sedikitpun.


"Tuan, putrimu yang salah dan suka membuat onar. Mengapa harus aku yang meminta maaf? Anda benar-benar belum bangun tidur?" ucap Lin Feili sarkas.


Li Xiaolong baru merasakan betapa tajamnya mulut Lin Feili. Ia benar-benar tak tahu bagaimana harus membalas ucapannya.


"Mengingat hubungan baik dengan Jenderal Lin, kali ini aku masih memberimu kesempatan. Jika kau mau meminta maaf pada Li Mei tentang pil itu, maka pertarungan hari ini akan dibatalkan dan kau boleh pergi," ucap Li Xiaolong mencoba sabar dan membujuk Lin Feili.


Suaranya tegas dan tidak bisa ditolak. Namun, jika bukan karena identitas Lin Feili, ia tak akan mau mengatakan ini.


Li Mei melihat hal ini dengan kesal. Ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk membunuh Lin Feili, tapi ayahnya tak memberi izin.

__ADS_1


Ia bisa melepaskan Lin Feili hari ini karena telah merebut pil aliran darahnya. Namun, saat mereka bertemu di akademi nanti, Li Mei akan memikirkan cara untuk membunuh Lin Feili.


Sekarang, semua orang memandang Lin Feili. Walau harus kehilangan muka dan meminta maaf, setidaknya itu lebih baik daripada kehilangan nyawa.


Di restoran, Ye Xuan dan Ye Qin Mo juga menonton pertunjukan hari ini. Mereka ingin melihat keputusan Lin Feili.


Ye Qin Mo berkomentar, "Pasti Lin Feili akan meminta maaf. Lagipula, itu hanya sebuah pil yang tidak sebanding dengan nyawanya."


Ye Xuan menggeleng, "Tidak mungkin. Lin Feili pasti tidak akan meminta maaf. Itu bukan gayanya."


Beberapa hari terakhir ini, Ye Xuan sudah mengerti kepribadian Lin Feili. Lin Feili adalah orang yang akan semakin melawan jika seseorang menekannya. Semakin besar tekanan untuknya, semakin percaya diri pula dia untuk berhadapan dengan mereka.


Rasa percaya diri ini seolah sudah tertanam di tulangnya.


"Sebenarnya Lin Feili ini sangat beruntung. Padahal Jenderal Li sudah memberinya muka dan akan melepaskannya," ucap Lin Yi sambil menggertakkan gigi.


Walau Ye Xuan mengatakan jika Lin Xue mati karena bertarung dengan harimau sinar bintang, tapi Lin Yi tidak memercayainya. Ia yakin, Lin Feili lah yang membunuh Lin Xue.


Kematian Lin Xue begitu kebetulan dan memiliki banyak keraguan. Lin Feili sengaja mengambil kesempatan ini untuk melimpahkan kesalahan pada binatang buas.


Wei Luxi menatap sinis ke arah Lin Feili. Melihat hidup Lin Feili yang penuh kekayaan dan kehormatan sekarang, dirinya menjadi semakin iri. Apalagi, ia juga memiliki popularitas yang besar.


Padahal ia bisa mati hari ini, tapi masih saja tetap beruntung karena Li Xiaolong mau melepaskannya.


"Tidak masalah jika dia tidak mati hari ini. Bahkan jika Li Mei tak bisa membunuhnya pada pertarungan hidup dan mati, aku sudah mencari pembunuh bayaran yang akan membunuhnya. Dia tetap tak akan bisa melihat dunia lagi besok. Aku pasti akan membelaskan dendam Xue!" gumam Wei Luxi dengan suara gemetar karena marah.


Lin Xue, putri kesayangannya telah meninggal. Semua perhatian yang dulu ditujukan pada Lin Xue, sekarang semua telah diambil alih oleh Lin Feili. Bagaimana ia bisa duduk tenang dan membiarkan hal itu terus terjadi.


Lin Feili mengabaikan tatapan semua orang dan tak peduli dengan tawaran Li Xiaolong. Ia mendongakkan dagu dengan angkuh dan menyeringai tajam.

__ADS_1


"Aku juga akan memberikan putrimu satu kesempatan. Selama Li Mei mau bersujud dan memohon ampun padaku, aku akan melepaskan nyawanya!" teriak Lin Feili tak kalah lantang, yang menyebabkan keterkejutan semua orang.


__ADS_2