Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Daftar Kuota


__ADS_3

Suara pedang beradu dengan daging menggema di hutan. Lin Feili menyingkirkan serigala petir yang sudah mati menjadi tumpukan.


Bang!


Bang!


Serigala petir terus maju menerjang Lin Feili. Namun, Lin Feili bergerak ringan seperti angin. Dari awal hingga akhir, tidak ada ekspresi panik di wajahnya.


Ia adalah kultivator tingkat tinggi di dunia nyata. Ia sudah melewati banyak kesulitan untuk sampai di titik tertinggi. Tentu saja Lin Feili bisa menghadapi mereka dengan mudah.


Suara tebasan, cipratan darah di udara, dan serigala petir yang semakin lama semakin berkurang.


Lin Feili tidak terlihat merasakan sakit. Lukanya juga tidak memengaruhi pergerakannya. Setiap serangan Lin Feili tepat dan akurat, menjatuhkan serigala satu per satu.


Sedangkan serigala lain yang belum maju, mereka mulai mundur perlahan karena melihat kawanan mereka sudah dihabisi oleh Lin Feili dengan mudah.


Li Yayun dan Zhe Jiyin terpana saat menonton pertunjukan itu. Penampilan Lin Feili benar-benar sangat mengejutkan.


Sebelumnya mereka pernah menerima tes seperti ini. Namun mereka sadar kekuatan mereka jauh di bawah Lin Feili.


"Gadis itu sangat pandai mengontrol emosi. Ia bisa tetap tenang dalam keadaan berbahaya," ucap Zhe Jiyin kagum.

__ADS_1


Untuk gadis seusia Lin Feili, pemikirannya bisa dibilang dewasa. Bahkan mereka harus mempersiapkan diri untuk melawan serigala petir. Namun, Lin Feili bisa menghabisi mereka dengan mudah, tanpa panik sedikitpun.


Sepertinya mereka tidak perlu melakukan apa pun untuk membantu Lin Feili.


"Gadis ini sangat mengerikan," ucap Li Yayun terkagum-kagum. Ia tak pernah berpikir orang yang mereka abaikan akan menjadi hasil panen terbesar.


"Aku tidak mau tau, pastikan Lin Feili harus masuk ke dalam daftar kuota itu," ucap Zhe Jiyin. Ia tahu masa depan Lin Feili tak terbatas. Kekaisaran kecil ini tidak mampu untuk menampungnya.


Sedangkan Li Yayun mengangguk setuju dengan ucapan Zhe Jiyin.


Saat mereka sedang sibuk berbicara, Lin Feili yang sedang sibuk menghabisi serigala petir tiba-tiba melihat ke arah mereka. Cahaya dingin matanya menembus pertahanan kedua orang itu.


Dengan kekuatan mereka, mereka bisa bersembunyi di mana pun mereka mau. Dilihat dari kekuatan Lin Feili, ia tak mungkin bisa menemukan mereka.


"Tidak mungkin. Itu pasti hanya kebetulan," jawab Li Yayun menyangkal. Namun sebenarnya ia juga sedikit ragu. Ia merasa Lin Feili benar-benar baru saja menatapnya dengan sengaja.


Kekuatan Lin Feili masih berada di tahap pemula. Karena hal itu, mereka berhenti mencurigai Lin Feili. Tapi jika Lin Feili benar-benar bisa menemukan mereka, berarti Lin Feili sangat menakutkan.


Saat Lin Feili masih sibuk berurusan dengan serigala petir, kultivator lain juga bisa mendengar berisiknya lolongan hewan buas.


Mereka berpikir harimau sinar bintang pasti muncul dan menyebabkan keributan. Oleh karena itu, mereka buru-buru mencari sumber suara.

__ADS_1


Namun saat mereka tiba, alangkah terkejutnya yang mereka lihat bukanlah harimau, melainkan serigala.


Wajah mereka semua langsung pucat pasi.


Mereka bersiap untuk melarikan diri. Jika sampai kawanan serigala itu mengepung mereka, pasti mereka tidak akan selamat.


Ketika mereka akan berlari, seseorang berteriak, "Lihat! Ada orang di antara kawanan serigala petir itu!"


Orang-orang yang tadi berlarian langsung menghentikan langkah mereka mendengar itu. Orang sial mana yang bisa terjebak di antara mereka?


"Ternyata itu adalah Lin Feili," ucap salah satu orang yang berhasil mengintip dari atas pohon.


Pong Wenbin dan Ru Wanjing juga ada di sana. Saat mereka tahu orang itu adalah Lin Feili, mereka saling pandang, merasa prihatin.


"Lin Feili memang sial kali ini. Ia akan menjadi santapan lezat untuk serigala petir," ucap orang yang sedang menonton. Yang lain juga ikut menghela napas.


Tak disangka kesombongan Lin Feili akan berakhir karena ia terkepung oleh serigala petir. Ia akan mati di acara panahan kekaisaran.


Tapi saat semua orang mulai naik ke atas pohon dan menonton dengan seksama, mereka tahu ada yang tidak beres.


Mata mereka membelalak karena tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2