Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Rencananya Hancur Total


__ADS_3

"Apalagi yang kalian tunggu? Cepat tangkap pembunuh itu!" teriak kepala pelayan kepada para penjaga yang terdiam dan hanya menonton.


Wajah Bai You langsung berubah. Bahkan dia belum tahu bagaimana Lin Feili bisa menemukannya. Sekarang, ia harus menghadapi banyak penjaga.


Rencananya hancur total.


Lin Feili melihat ke arah kepala pelayan dan para penjaga yang berdiri tak jauh darinya. Ia melambaikan tangan dan berkata, "Tak perlu membantuku. Aku bisa mengatasi ini sendiri."


Mendengar perintah Lin Feili, para penjaga segera mundur perlahan. Namun, mereka masih kebingungan. Apakah putri mereka bisa menghadapi pembunuh itu sendiri?


Karena hal ini pula Bai You goyah. Ia tak lagi setenang sebelumnya dan agak linglung. Tadinya, para penjaga tiba-tiba bergerak, bahkan Bai You belum memikirkan cara untuk mengalahkan mereka, tapi sekarang mereka malah mundur.


Lin Feili paham dengan kekuatannya sendiri. Karena itu, ia akan mengeluarkan seluruh kekuatannya melawan kultivator seperti Bai You. Jika tidak, pertarungan ini akan sia-sia.


Dengan gerakan tersembunyi, Lin Feili mengeluarkan racun dan langsung melemparnya ke tubuh Bai You. Di kondisi seperti ini, pertarungan tak lagi berguna.


Ia ingin tahu siapa orang yang menyuruh Bai You.


Tak pernah terpikirkan oleh Bai You jika Lin Feili akan melemparkan racun. Saat Bai You berusaha menutup mulut dan hidung, sayangnya sudah terlambat. Racun itu telah masuk ke tubuhnya.

__ADS_1


Efek racun langsung terlihat saat itu juga. Semua energi kultivasi Bai You menghilang dan seketika ia menjadi orang biasa.


Melihat situasi ini, Lin Feili langsung mengarahkan ujung pedangnya ke leher Bai You dan bertanya, "Katakan, siapa yang mengirimmu ke sini?"


Bai You menatap Lin Feili dengan arogan dan keras kepala. Ia menjawab, "Tidak akan! Jangan harap aku akan memberitahumu."


"Kau yakin? Bahkan jika kau tidak mau memberitahuku, aku masih memiliki banyak metode agar kau mau mengaku," ucap Lin Feili dingin dan kilatan di matanya semakin tajam. Ia sangat ahli dalam membuat racun dan berbagai macam obat.


Tentu saja, menyiksa seseorang dengan racun buatannya juga keahliannya. Apalagi untuk mendapatkan informasi.


"Tenang saja. Aku bisa mengurus ini sendiri dan kalian bisa pergi sekarang. Tapi ingat, jangan beritahu siapapun tentang malam ini," ucap Lin Feili kepada kepala pelayan.


"Baik, Putri," jawab kepala pelayan hormat. Ia segera memberi kode pada para penjaga untuk segera pergi.


Lin Feili segera menarik Bai You dan mengikatnya dengan kencang di pintu, "Aku memberimu satu kesempatan terakhir. Katakan, siapa yang mengirimmu?"


"Lebih baik kau menyerah. Aku tidak akan memberitahumu apapun," jawab Bai You yang masih tetap keras kepala. Walaupun dia mengakui jika ini pertama kalinya dia tertangkap, tapi Bai You sudah menjadi pembunuh bertahun-tahun dan memiliki prinsip sendiri. Ia tak akan memberitahu siapa yang mengirimnya atau memberikan informasi penting lainnya.


Lin Feili sebenarnya sudah menduga jawaban Bai You, jadi dia sudah menyiapkan sebuah pil. Ia langsung menjepit dagu Bai You dan memasukkan pil itu dengan paksa ke dalam mulut Bai You.

__ADS_1


"Apa yang kau masukkan?" tanya Bai You was-was.


"Benda yang akan membuatmu mengakui semuanya. Jika kau sudah berubah pikiran, panggil saja aku," ucap Lin Feili santai. Setelah itu, ia kembali melanjutkan kultivasinya. Seorang pembunuh biasa tak bisa mengganggu waktunya.


Awalnya, Bai You berpikir jika Lin Feili hanya melebih-lebihkan agar dia takut. Paling-paling, itu hanya racun biasa dan tidak mungkin sampai membuatnya mengatakan tentang orang yang mengirimnya.


Namun, lama kelamaan wajah Bai You berubah. Rasa sakit yang luar biasa menggerogoti tubuhnya sampai membuatnya meliuk-liuk.


"Apa yang terjadi?" teriak Bai You panik. Pil apa yang sebenarnya dimasukkan Lin Feili? Bagaimana mungkin ia tidak pernah mendengar tentang pil seperti ini?


Rasa sakit di tubuh Bai You semakin tak tertahankan. Keringat semakin mengucur dengan deras. Rasa sakit ini seolah bisa membuat Bai You pingsan.


Si hitam dan si emas menatap Bai You dengan mata berbinar. Tuan mereka benar-benar tak terkalahkan dan tak bisa diganggu.


"Aarrrrrghhhhhh!" teriak Bai You kesakitan.


Ia tak bisa menahan teriakannya lagi. Di dalam tubuhnya sekarang, seolah ratusan ribu lebah menggerogoti habis seluruh organnya. Rasa sakit ini lebih parah daripada mati.


Namun, Lin Feili tetap berkultivasi dengan tenang walau teriakan Bai You sudah sangat kencang.

__ADS_1


"Aku akan bicara! Aku akan bicara! Aku akan memberitahumu!" teriak Bai You lagi. Prinsipnya tiba-tiba berubah di bawah kendali rasa sakit yang luar biasa itu.


Namun sayang, sepertinya Lin Feili tak mendengar teriakannya.


__ADS_2