Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Ratusan Orang yang Mengantri


__ADS_3

Setelah kepergian Dai Jia, si hitam dan si emas keluar dari Cincin Horacio. Mereka duduk di depan Lin Feili yang akan berkultivasi.


"Tuan, kita tidak kenal dengan Dai Jia. Apakah tidak berbahaya tinggal dengannya seperti ini?" tanya si emas khawatir.


"Tidak perlu takut. Dai Jia adalah orang yang polos dan blak-blakan. Dia hanyalah seorang gadis muda," jawab Lin Feili santai.


Si emas dan si hitam saling pandang. Jika tuan mereka mengatakan seperti itu, maka seperti itulah jadinya.


Mungkin karena mereka telah melewati perjalanan sulit di Kediaman Jenderal. Jadi, pemikiran mereka terlalu rumit untuk hal-hal yang sederhana.


Bahkan, Lin Feili lupa jika saat ini umur mereka hanya 16 tahun. Pemikiran negatif seperti itu hanya menjauhkannya dari orang-orang yang memang baik.


Jadi, ia memilih untuk berteman dengan Dai Jia karena alasan ini.


Lin Feili juga mengeluarkan Chiang dari Cincin Horacio. Sejak mereka sampai di Kota Bintang Jatuh, tubuh Chiang semakin membesar.


Ia memberikan satu kristal roh untuk Chiang. Melihat nafsu makannya uang besar, setiap hari, Chiang akan memakan satu kristal roh.


Namun, saat ini stok kristal roh Lin Feili tak banyak lagi. Ia harus kembali mencari atau Chiang mungkin akan mengamuk.

__ADS_1


Lin Feili pun memberi makanan pada si hitam dan si emas. Karena saat ini mereka tinggal bersama Dai Jia, jadi, mereka berdua akan tetap berada di Cincin Horacio bersama Chiang.


*


Tiga hari berlalu dalam sekejap.


Selama tiga hari tinggal bersama, Lin Feili dan Dai Jia semakin akrab. Sekarang, mereka bisa dibilang cukup dekat.


Saat ini, Kota Bintang Jatuh semakin ramai. Banyak kultivator yang datang untuk ujian. Bahkan, banyak juga kultivator lain yang datang hanya untuk menonton.


Pagi-pagi sekali, Lin Feili dan Dai Jia sudah meninggalkan penginapan. Ketika mereka tiba di gerbang Akademi Bintang Jatuh, sudah banyak ratusan orang yang mengantri.


Katanya, ukiran itu bukan ukiran biasa karena terdapat kekuatan roh di dalamnya. Pada pandangan pertama, orang-orang akan terkejut saat melihat itu.


Lin Feili menyipitkan mata. Ia bisa menyimpulkan jika pendiri Akademi Bintang Jatuh memang benar-benar kuat.


"Ujian masuk akan dimulai hari ini. Aku benar-benar tak tahu apa yang akan terjadi. Feili, aku berharap kita bisa masuk di akademi yang sama," ucap Dai Jia dengan gugup.


"Aku yakin kau cukup kuat untuk masuk ke Akademi Bintang Jatuh," jawab Lin Feili tersenyum tipis.

__ADS_1


Ketika Lin Feili dan Dai Jia sedang mengobrol, seseorang memanggil Lin Feili, "Hei, Lin Feili!"


Mata Lin Feili sedikit berubah dan melihat Pong Wenbin sedang melambai ke arahnya. Lin Feili dan Dai Jia segera berjalan menuju ke arahnya.


Ye Xuan dan Qin Yi juga bersama Pong Wenbin. Qin Yi tersenyum sopan, sedangkan Ye Xuan merasa agak canggung.


"Feili, apakah kau baru saja sampai di sini?" tanya Pong Wenbin penasaran.


"Tidak. Aku sudah sampai tiga hari lalu dan menginap di penginapan," jawab Lin Feili apa adanya.


Pong Wenbin agak kaget dan bingung. Ia ingat jika mereka lebih dulu berangkat daripada Lin Feili, "Wah, kau sangat cepat. Kami saja baru sampai kemarin malam."


Lin Feili hanya tersenyum. Dibandingkan dia yang pergi sendiri dan ada 3 orang yang pergi bersama, tentu saja ia akan sampai lebih cepat. Semakin banyak orang, semakin banyak hambatan.


"Ujian masuk akan dimulai beberapa menit lagi. Aku akan mendukung kalian," ucap Lin Feili tersenyum lebar.


"Aku sungguh gugup. Tapi karena ini adalah kesempatan langka, maka aku pasti akan melakukan yang terbaik," jawab Pong Wenbin bersemangat.


"Hahaha. Beberapa orang tak sadar kemampuan mereka. Bahkan kultivator tingkat menengah awal berharap lulus," ucap suara provokasi yang tiba-tiba terdengar.

__ADS_1


Mendengar suara yang familiar itu, Dai Jia membalikkan badan dengan kesal. Wajah Su Yueru di depannya juga tak terlihat bagus.


__ADS_2