Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Kepergian Wu Yanshi


__ADS_3

Wei Chu baru menyesal setelah menyadari apa yang dia katakan. Bahkan jika ucapannya benar, tidak ada yang benar-benar pernah mengatakan itu.


Jika apa yang terjadi hari ini sampai di telinga Kaisar, maka ia tak tahu bagaimana keberlanjutan hidupnya.


Melihat tatapan dingin Wu Yanshi, tubuh Wei Chu kaku. Ia seperti sedang ditatap oleh binatang buas. Bahkan untuk bernapas saja sulit.


Ia selalu berpikir Wu Yanshi adalah orang lumpuh yang lemah. Namun, sekarang ia terlihat sama menakutkannya seperti Kaisar.


Wei Yue merasa murka melihat Wu Yanshi mengancam ayahnya, "Kau hanya orang lumpuh! Berani sekali kau mengancam ayahku! Apa kau juga buta hingga tidak bisa melihat siapa kami?"


Setelah mengatakan itu, ia berbalik dan menghadap ke Lin Feili dengan arogan, "Lin Feili, kau ...."


Sebelum Wei Yue menyelesaikan kalimatnya, Ma Zheng bergerak. Satu tinju melayang ke tubuh Wei Yue, membuatnya terlempar keluar dan mendarat di halaman.


Mata Ma Zheng berbinar. Setelah selama ini ia selalu menahan diri ketika melihat pangerannya dihina, akhirnya sekarang ia bisa bertindak setelah pangerannya mengizinkannya.


Wei Chu membelalak melihat Wei Yue yang sudah terluka parah. Ia merutuki Wu Yanshi, "Wu Yanshi! Habislah kau kali ini!"


"Tua bangka, aku memberimu kesempatan. Jika kau tidak angkat kaki sekarang, aku juga tidak keberatan membuatmu terbang," ucap Wu Yanshi santai seolah itu bukan masalah besar.


"Bagus! Kau tunggu saja! Kau pasti akan menyesal!" ucap Wei Chu.


"Pergi!" tegas Wu Yanshi.


Wei Chu segera pergi dan membawa Wei Yue yang terluka. Ia bertekad dalam hati untuk membalaskan dendam kejadian hari ini.


Lin Feili sedikit mengangkat alisnya. Adegan hari ini lebih luar biasa daripada yang dia bayangkan.


"Istriku, apakah kamu terkejut melihat suamimu?" tanya Wu Yanshi. Ia tak lagi berwajah dingin, melainkan tersenyum hangat kepada Lin Feili.


Lin Feili menggeleng. Ia sedikit terkejut melihat perubahan cepat Wu Yanshi. Dari tindakan Wu Yanshi, ia sudah mengerti apa yang ingin dia lakukan.


Sekarang Wu Yanshi tidak lumpuh lagi. Ia tak mungkin terus-terusan menyembunyikan diri. Ambisi dalam hatinya pasti perlahan-lahan juga akan menaik.


Mereka berjalan kembali sambil bercerita sampai tiba di kamar mereka. Namun, mereka sama sekali tak menyinggung tentang Wei Yue dalam cerita mereka.

__ADS_1


*


Sinar bulan memasuki jendela kamar Wu Yanshi. Angin malam yang dingin terasa seperti es.


Wu Yanshi duduk termenung di samping jendela.


"Pangeran," Ma Zheng berdiri tegak dan memberi hormat di belakang Wu Yanshi.


Wu Yanshi tidak membalikkan badan dan hanya menatap bintang-bintang di langit malam. Ia bertanya, "Apakah semua persiapan sudah selesai?"


Ma Zheng mengangguk, "Menjawab, Pangeran. Semuanya sudah siap!"


"Besok aku akan meninggalkan Kekaisaran Aglea. Kau harus menjaga Lin Feili secara diam-diam. Bagaimanapun keadaannya, kau harus melindunginya," perintah Wu Yanshi.


"Ma Zheng mengerti!" jawab Ma Zheng tegas. Ia menatap Wu Yanshi dalam. Ini pertama kalinya pangerannya memperlakukan wanita dengan berbeda.


Sejak kehadiran Lin Feili, semuanya berubah. Ia bahkan meninggalkan Ma Zheng di sini hanya untuk melindungi Lin Feili. Sudah cukup jelas posisi Lin Feili di hati pangerannya.


Kemudian, Ma Zheng keluar dari kamar setelah diperintahkan Wu Yanshi. Ia tahu banyak yang ingin dikatakan Wu Yanshi pada Lin Feili sekarang.


"Apakah kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk?" ucap Lin Feili. Ia tak bisa membayangkan jika Wu Yanshi tiba-tiba masuk saat ia sedang berganti pakaian atau semacamnya.


Wu Yanshi tersenyum ambigu, "Kamu sudah menjadi istriku. Mengapa masih saja menganggapku sebagai orang luar?"


Lin Feili hanya mengerutkan dahi tanpa menjawab. Ia duduk dan menuangkan teh untuk dirinya sendiri, "Kau datang larut malam, apakah ada masalah?"


Ekspresi menggoda Wu Yanshi menghilang dan ia menatap Lin Feili lekat-lekat, "Aku harus pergi besok."


Tatapan Lin Feili sedikit berubah. Walau ia sudah mengantisipasi kepergian Wu Yanshi sejak awal, tapi hatinya tetap gemetar saat mendengarnya sekarang.


"Oh, iya," ucap Lin Feili setuju dengan acuh tak acuh. Wajahnya datar seolah tidak peduli sama sekali.


Meski ia sudah menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik, Wu Yanshi masih bisa merasakan gejolak di hati Lin Feili. Hatinya menghangat.


Wu Yanshi duduk di samping Lin Feili, menatapnya serius, "Aku harus pergi nanti. Kamu harus menjaga diri baik-baik, jangan sampai terluka."

__ADS_1


Lin Feili ingin tertawa mendengar ucapan Wu Yanshi. Namun, saat ia melihat kekhawatiran yang tulus di mata Wu Yanshi, ia mengurungkan niatnya.


"Aku akan kembali secepat mungkin," ucap Wu Yanshi sungguh-sungguh. Kata-katanya diucapkan seperti janji. Ia pasti akan kembali secepat mungkin.


Setelah semua urusannya selesai, ia akan segera menemui Lin Feili lagi.


Wajah Lin Feili sedikit berubah. Walau ia tak pernah membaca adegan ini dalam novel, dan mungkin tidak pernah ada adegan ini dalam novel, hatinya tak berhenti bergejolak.


"Oke," jawab Lin Feili singkat.


Lin Feili memalingkan wajahnya. Ia tahu indera Wu Yanshi begitu tajam dan pasti sudah menyadari perubahannya.


Lin Feili tak ingin menatapnya.


"Ini untukmu. Kantong dimensi ini berisi beberapa barang untuk mendukung kultivasimu. Pada levelmu sekarang, barang-barang itu sangat berguna," ucap Wu Yanshi menyerahkan kantong dimensi.


"Aku tak membutuhkannya," ucap Lin Feili menolak. Ia tak kekurangan uang sekarang dan bisa menyiapkan keperluan kultivasinya sendiri.


"Ambil ini. Aku tahu kamu bisa melakukannya sendiri, tapi ada beberapa hal yang tidak bisa didapatkan di Kekaisaran Aglea," ucap Wu Yanshi tak ingin ditolak.


Lin Feili menerima kantong itu setelah mendengar penjelasan Wu Yanshi. Semua ucapannya benar. Memang ada beberapa herbal yang sangat langka yang tidak dapat dibeli di Kekaisaran Aglea.


"Besok acara panahan kekaisaran. Kamu harus tampil dengan baik," ucap Wu Yanshi. Namun, tatapannya meninggalkan jejak penyesalan.


Ia ingin menemani Lin Feili dalam acara panahan kekaisaran bersama, tapi ia tak bisa terus di sini sekarang.


Ia sudah menunggu bertahun-tahun dan tak ingin menunggu lagi.


Lin Feili mengangkat bahunya acuh, "Apa yang perlu dikhawatirkan dari hal ini? Jaga dirimu baik-baik."


Lin Feili tahu Wu Yanshi memiliki urusan yang sangat penting yang harus dilakukan. Lin Feili dengan tulus berharap dia berhasil. Adapun dirinya sendiri, apa yang perlu ditakutkan?


"Istriku, apakah kamu mengkhawatirkanku?" tanya Wu Yanshi menggoda.


"Benar sekali," Lin Feili tak menyangkalnya. Ia benar-benar khawatir dengan keselamatan Wu Yanshi.

__ADS_1


Melihat Lin Feili menerima godaannya, Wu Yanshi hanya bisa terpana. Segera setelah itu, ia tersenyum lebar dengan wajah tampannya, "Aku pasti mengikuti perintah Nyonya! Aku akan kembali dengan selamat!"


__ADS_2