Mengubah Takdir Di Novel Kuno

Mengubah Takdir Di Novel Kuno
Tekanan yang Semakin Besar


__ADS_3

Di antara banyaknya kultivator, hanya Ye Xuan dan Lin Xue yang kekuatannya mampu untuk melawan harimau sinar bintang.


Namun, harimau itu sangat cepat dan ganas. Walaupun dia adalah Ye Xuan, tetap saja dia akan tertekan.


Ye Xuan terus-menerus terkepung oleh serigala. Ia sudah berkali-kali meledakkan energi kultivasinya ke pedang.


Wajah tampannya serius. Matanya menatap dalam ke arah serigala yang terus-menerus ia coba untuk kalahkan.


Melihat itu, wajah Lin Feili sedikit berubah. Walau sikap Ye Xuan memang buruk, setidaknya kekuatannya lumayan.


Selama ini Lin Feili hanya melihat sisi buruknya dan tidak pernah melihat ia begitu serius. Namun, tetap saja rasa jijik di hatinya tidak hilang.


"Walau kekuatan Ye Xuan tidak buruk, tetap saja ia bukan lawan harimau sinar bintang," ucap si emas yang fokus pada pertarungan di depan mereka, langsung bisa menentukan mana yang lebih unggul.


Lin Feili tersenyum memesona, "Bagaimana pun, Ye Xuan tidak akan pernah bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya."


Sebenarnya, ini adalah salah satu kekurangan seorang kultivator jika ia berasal dari keluarga kelas atas. Mereka memang terlahir dengan bakat yang bagus dan memiliki sumber daya yang lebih banyak. Mereka juga bisa naik tingkat dengan lebih mudah.


Namun, mereka tidak pernah melewati pertarungan hidup dan mati. Padahal, hal paling penting dari sebuah kultivasi adalah pertarungan.


Jika seseorang sudah melewati pertarungan hidup dan mati, kekuatan terdalam mereka akan dipancing. Dengan begitu, seseorang dapat mengerti kelemahan dan kelebihan mereka.


Walau hal ini tidak langsung muncul, tapi seiring berjalannya pertumbuhan, seorang kultivator akan lebih kuat jika sudah melewati pertarungan hidup dan mati.


Meski di dunia nyata Lin Feili juga berasal dari keluarga kelas atas, tapi ia tidak pernah dibiarkan untuk bermalas-malasan.


Semua generasi muda di keluarganya harus belajar di pegunungan. Walau sedikit memakan korban, tapi yang berhasil keluar dari pegunungan pasti memiliki kekuatan yang tak tertandingi.


Namun, itu hanya permulaan bagi Lin Feili.


Sejak ia dilahirkan, hidupnya tidak pernah mudah. Ia harus menanggung penderitaan yang begitu besar. Hal itulah yang membuat mental Lin Feili terbentuk.


Sedangkan si hitam dan si emas mengangguk setuju dengan ucapan Lin Feili. Kalimatnya terlalu sempurna untuk disangkal.


Apalagi kekuatan Ye Xuan semakin melemah. Ia tidak mungkin bisa mengalahkan harimau sinar bintang.


Prang!


Suara dentang pedang memenuhi udara. Ye Xuan terlalu ceroboh sehingga ia terjatuh. Pedangnya juga terpental jauh.


Wajah Ye Xuan sangat panik. Bagaimana harimau sinar bintang bisa sekuat itu? Ia tak memiliki senjata lagi sekarang. Bagaimana ia bisa mengalahkan harimau itu?


"Arrrgghhhh!" Ye Xuan menjerit kesakitan saat harimau sinar bintang menggigit lengannya.

__ADS_1


"Krak!" tak lama, terdengar suara tulangnya yang patah.


Wajah Lin Feili tetap datar. Ia tidak pernah memiliki hubungan yang baik dengan Ye Xuan. Jadi, tentu saja ia tidak akan membantu Ye Xuan.


Namun, Ye Xuan masih beruntung. Lin Xue tiba-tiba muncul.


"Yang Mulia!" teriak Lin Xue ketakutan melihat lengan Ye Xuan digigit oleh harimau sinar bintang.


Wajah Ye Xuan berubah bahagia melihat kehadiran Lin Xue, "Lin Xue cepat selamatkan aku!"


"Jangan khawatir, aku pasti akan menyelamatkanmu," ucap Lin Xue, menganggukkan kepalanya berkali-kali.


Walau situasi ini sangat berbahaya, sebenarnya Lin Xue merasa sangat senang. Ia tak menyangka akan mendapatkan kesempatan untuk menyelamatkan Putra Mahkota.


Lin Xue yakin Ye Xuan tidak akan benci lagi padanya setelah ia menyelamatkannya.


Lin Xue langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang harimau sinar bintang tanpa ragu sedikit pun.


Ketika harimau sinar bintang melihat Lin Xue menyerangnya, ia tidak peduli lagi dengan Ye Xuan dan langsung menghadapi Lin Xue.


Hati Lin Xue goyah. Jika Ye Xuan saja tidak bisa mengalahkan harimau sinar bintang, apalagi dirinya.


Sedangkan Ye Xuan akhirnya bisa menghela napas lega karena harimau sinar bintang sudah berpaling ke Lin Xue. Walau lengannya patah, setidaknya nyawanya tidak akan melayang.


"Sekarang harimau sinar bintang menyerang Lin Xue. Tuan bisa menghemat tenaga lebih banyak," ucap si hitam gembira.


Wanita seperti Lin Xue tidak layak hidup di dunia. Jika bukan karena Ye Xuan ikut campur, pasti tuan mereka sudah membunuh Lin Xue. Jika sekarang harimau sinar bintang membunuh Lin Xue, mereka tidak perlu lagi mengotori tangan.


Bibir Lin Feili melengkung tipis, matanya cerah, seolah ia sedang menikmati permainan yang seru. Ia berkata, "Karena Lin Xue suka menjadi pahlawan, tentu saja kita akan membiarkannya pamer."


Saat ini, posisi Lin Xue semakin terpojok. Ia mundur selangkah demi selangkah. Walau kekuatannya sangat bagus di awal, tapi energinya semakin cepat habis. Ia sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri.


Jeritan terus terdengar. Tidak butuh waktu lama, tubuh Lin Xue sudah dipenuhi dengan banyak luka dan berlumuran darah.


Ye Xuan langsung mengeluarkan pil dan menelannya. Ia mengira kekuatannya cukup untuk melawan harimau sinar bintang. Namun, perkiraannya salah jauh.


Walau ia ingin menyelamatkan Lin Xue, tapi tenaganya tidak cukup lagi. Lukanya terlalu berat dan dia tidak bisa bertarung.


"Yang Mulia!" teriak Lin Xue. Keadaannya semakin tertekan. Ia tak bisa lagi melawan harimau sinar bintang sendirian.


Ketika ia ingin melarikan diri dari harimau sinar bintang, ia tak sengaja melihat Lin Feili duduk di atas pohon.


Matanya dipenuhi amarah. Saat mereka bertarung dan terluka karena harimau sinar bintang, ternyata Lin Feili hanya duduk santai dan menonton?

__ADS_1


"Tuan, Lin Xue melihatmu," ucap si emas.


"Tidak masalah. Kita akan memanfaatkan ini untuk menyingkirkannya," jawab Lin Feili acuh tak acuh. Alasan Lin Feili bisa duduk santai di atas pohon karena ia tidak peduli apakah Lin Xue atau Ye Xuan akan melihatnya.


Tiba-tiba, Lin Xue yang sedang bertarung dengan harimau sinar bintang berlari ke atas pohon tempat di mana Lin Feili duduk.


Walau jubahnya sudah dipenuhi darah, tapi matanya berbinar ketika sampai di depan Lin Feili.


"Lin Feili, bukankah kau cukup gila? Kalau kau memang kuat, turun lah dari atas pohon," tantang Lin Xue.


Ye Xuan baru menyadari jika Lin Feili ada di atas pohon. Ia tidak tahu sejak kapan Lin Feili berada di sana.


Lin Feili menjawab santai, "Aku memang cukup gila, tapi mengapa aku harus mendengarkanmu dan turun ke bawah?"


Lin Xue mengejeknya, "Ternyata kau hanya mampu membual. Selebihnya kau tetaplah sampah."


Ketika mendengar kata sampah, mata Lin Feili berkilat tajam, "Lin Xue, provokasi ini terlalu dasar. Tidak ada yang lebih kejam lagi?"


Suaranya dingin, penuh dengan penghinaan. Ia terdengar sangat meremehkan Lin Xue. Namun, sesaat kemudian, Lin Feili turun dari pohon. Matanya menatap Lin Xue.


"Hahaha, sampah? Kau selalu mengatakan jika aku adalah sampah. Tapi, kau saja tidak bisa mengalahkan harimau sinar bintang sendirian. Bukankah kau yang sampah?" Lin Feili menertawakan Lin Xue.


Lin Xue sedikit terkejut melihat sikap Lin Feili. Rasa takut di hatinya tak bisa dihindari. Mata Lin Feili sangat tajam, seolah bisa menembus hatinya, membuat Lin Xue tertekan.


Ia tidak tahu mengapa merasakan aura Lin Feili begitu kuat dan mengintimidasi. Dalam sekali lihat, Lin Xue merasa tak mampu melawan Lin Feili.


Mengapa ini bisa terjadi?


Lin Xue mencoba mengalihkan pikirannya yang ketakutan saat melihat Lin Feili. Di bawah tatapan Lin Feili, tekanan yang dia rasakan semakin besar.


"Kau bilang aku sampah? Kalau memang kau kuat, lawan saja harimau sinar bintang sendirian!" ucap Lin Xue, mencoba sekuat tenaga untuk melawan ucapan Lin Feili.


Lin Feili tersenyum memesona, "Kalau begitu, aku akan menunjukkan padamu bagaimana kekuatanku yang sebenarnya."


Lin Xue menatapnya terkejut. Lin Feili benar-benar berani melawan harimau sinar bintang sendirian?


Ye Xuan juga heran. Ia dan Lin Xue sudah melawan harimau sinar bintang. Tentu saja ia tahu seberapa kuat binatang iblis itu.


Sementara mereka berdua masih terkejut, Lin Feili sudah maju menghadapi harimau sinar bintang.


Kekuatan harimau sinar bintang dan serigala petir hampir sama. Namun, harimau sinar bintang lebih cepat, sedangkan serigala petir lebih kuat.


Lin Feili mengeluarkan pedang tajam dari kantong dimensinya. Untungnya ia sudah membelinya sebelum acara panahan kekaisaran ini dimulai, takut kalau ada keadaan darurat.

__ADS_1


Sekarang, sudah saatnya ia menggunakannya.


__ADS_2